Profil Guru Ideal Perspektif Islam Sesuai Al-Qur’An Dan As-Sunnah

0
12


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Kata guru ialah salah satu kata yang sangat terkenal dan sering diucapkan manusia, walaupun dengan bahasa yang beragam. Karena, kebutuhanakan keberadaan guru ialah sangat penting bagi manusia. Tidak akan ada perubahan dibumi ini, tanpa keberadaan sosok guru. Itulah sebabnya, sebelum nabi Adam diturunkan kebumi dan membangun perbedaan, terlebih dahulu dia berguru kepada Allah swt sebagai guru pertama. Seperti ynag disebutkan dalam surat al-Baqarah ayat 31.
وَعَلَّمَ ءَادَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلَائِكَةِ فَقَالَ أَنْبِئُونِي بِأَسْمَاءِ هَؤُلَاءِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
Artinya: “Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat kemudian berfirman: “Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jikalau kau memang orang-orang yang benar!”
Dalam pendidikan Islam, Guru mempunyai arti dan kiprah penting. Hal ini disebabkan lantaran memeiliki tanggung jawan dan memilih arah pendidikan. Itulah sebabnya Islam sangat menghargai dan menghormati orang-orang yang cerdik pengetahuan dan bertugas sebagai pendidikan.  Islam mengangkat derajat mereka dan memuliakan mereka melebihi dari orang islam lainnya yang tidak cerdik pengetahuan dan bukan pendidik.[1]
Bila dibandingkan guru di masa kini dengan guru pada masa awal Islam sangatlah jauh, guru pada masa awal Islam merupakan insan yang paripurna, lihatlah sosok ibarat Ibnu Sina, Ibnu Khaldun, Ar-Razi, AlKhoaritsmi, dan tokoh-tokoh lainnya. Beliau-beliau merupakan sosok ulama yang ilmuwan (guru) dan ilmuwan (guru) yang ulama, yang berkedudukan terhormat di masyarakat, bahkan sebagian besar dari mereka menjadi penasihat pemerintah, dimana pemerintah bila membutuhkan nasehat dari para ulama dengan rela mendatangi rumah atau masjid daerah guru itu tinggal. Kahebatan guru pada masa kejayaan Islam, disebabkan oleh komitmennya dalam meneladani kehidupan sang maha guru yaitu Nabi Muhammad SAW. 

 

BAB II
PEMBAHASAN
A.    Syarat Menjadi Guru
Menurut Prof. Dr. Zakiah Drajat dan kawan-kawan, menjadi guru tidak sembarangan, tetapi harus memenuhi beberapa persyaratan ibarat dibawah ini :
1.      Takwa Kepada Allah
Guru, sesuai dengan tujuan ilmu pendidikan Islam, mustahil mendiidk anak semoga bertakwa kepada Allah, jikalau ia sendiri bertakwa kepada –Nya. Sebab ia ialah teladan bagi anak didiknya sebagaimana Rasulukkah SAW.menjadi teladan bagi umatnya. Sejauh mana seorang guru bisa memberi teladan yang baik kepada semua anak didiknya, sejauh itu pulah ia diperkirakan akan berhasil mendidik mereka semoga menjadi generasi penerus bangsa yang abik dan mulia.[2]
2.      Berilmu
Ijazah bukan semata-mata secarik kertas, tetapi suatu bukti, bahwa pemiliknya telah mempunyai ilmu pengethauan dan kesanggupan tertentu yang diperlukannya untuk suatu jabatan.
3.      Barkelakuan Baik
Budi pekerti guru sangat penting dalam pendidikan tabiat murid. Guru harus menjadi suri teladan lantaran belum dewasa bersifat suka meniru. Di antara tujuan pendidikan ialah membentuk budpekerti baik kepada anak dan hal ini bisa terwujud jikalau guru berakhlak baik pula.
B.     Guru Ideal Menurut Islam
Guru yang ideal berdasarkan pandangan al-Qur’an, setidaknya terdapat empat surat didalam Al-Qur’an yang membicarakan tipe seorang guru yang ideal dalam mendidik. Ideal dalam kemampuan, sikap, metode dan sebagainya. Surat-surat tersebut ialah :
1.      Surat al-‘Alaq [98] ayat 1-5
Surat al-‘Alaq ialah wahyu pertama yang diturunkan kepada Rasulullah. Dalam ayat ini Allah menyebutkan Dzat-Nya sebagai pengajar manusia
2.      Surat al-Kahfi [18] ayat 60-82
Dalam ayat ini Allah menceritakan perjalanan nabi Musa yang berguru kepada seorang hamba Allah yang konon berjulukan Khidir as. Dalam bencana tersebut nabi Musa as.berperan sebagai murid dan nabi Khidir  berperan sebagai seorang guru
3.      Surat an-Naml [27] ayat 15-44
Dalam surat ini Allah menceritakan perilaku nabi Sulaiman yang mempunyai ilmu yang luas terhadap bawahannya, yang sekaligus juga murid-muridnya.
4.      Surat ‘Abasa [86] ayat 1-16
Dalam surat ini Allah menceritakan perilaku nabi Muhammad saw terhadap seorang muridnya yang berjulukan Abdulla Ummi maktum. Ayat ini menyatakan teguran kepada nabi muhammad semoga bersikap proporsional sebagai seorang guru.
Oleh lantaran itu, idealnya seorang guru ialah orang yang dituntut untuk selalu bisa membuat sesuatu yang baru. Baik dalam materi pembelajaran maupun maetode dan caranya. Sehingga pengajaran tidak bersifat statis dan bergerak kearah kemajuan.
Mengenai kiprah guru Ahmad tafsir andal menjelaskan bahwa andal pendidikan Islam, andal pendidik barat bahwa kiprah guru ialah mendidik. Mendidik ialah kiprah yang amat luas. Mendidik itu sebagian dilakukan dalam bentuk mengajar, sebagian dalam bentuk memperlihatkan dorongan, memuji, menghukum, memberi contoh, membiasakan dan lain-lain.[3]
 BAB III
PENUTUP
SIMPULAN
Seorang guru yang ideal ialah guru yang mempunyai sifat umum yaitu, cerdas dan tepat akalnya, baik akhlaknya dan berpengaruh fisiknya. Syarat menjadi guru yang ideal dalah taat kepada Allah, berilmu, dan berkelakuan atau berakhlak baik.
Ada 4 surat didalam al-Qur’an tipe seorang guru yang ideal dalam mendidik. Ideal dalam kemampuan, sikap, metode dan sebagainya.
1.      Surat al-‘Alaq [98] ayat 1-5
2.      Surat al-Kahfi [18] ayat 60-82
3.      Surat an-Naml [27] ayat 15-44
4.      Surat ‘Abasa [86] ayat 1-16
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad Tafsir, Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif  Islam, Bandung: Remaja Rosdakarya,
1994.
Drajat, Zakia, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta: PT bumi Aksara, 2011.
Sudiyono, M, Ilmu Pendidikan Islam – Jilid 1, Jakarta: Rineka Cipta, 2009.

[1] M. Sudiyono, Ilmu Pendidikan Islam – Jilid 1, Jakarta: Rineka Cipta, 2009. Hal 134

[2] Zakiah Drajat, Il mu Pendidikan Islam, Jakarta: PT bumi Aksara, 2011. Hal 41.

[3] Ahmad Tafsir, Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif  Islam, Bandung: Remaja Rosdakarya, 1994. Hal 78
Oleh : Audia Prita Islami