Pilih: Mau Teman Atau Musuh ?

0
26

Alkisah pada zaman Tiongkok kuno ada seorang petani memiliki seorang tetangga yang berprofesi sebagai pemburu. Dia memiliki anjing-anjing yang galak dan kurang terlatih. Anjing-anjing itu sering melompati pagar dan mengejar-ngejar domba-domba petani. Petani itu meminta tetangganya untuk menjaga anjing-anjingnya, tetapi ia tidak mau peduli. Suatu hari anjing-anjing itu melompati pagar dan menyerang beberapa kambing sehingga terluka parah.

Petani itu merasa tak sabar. Dia memutuskan untuk pergi ke kota untuk berkonsultasi pada seorang hakim. Hakim itu mendengarkan dongeng petani itu dengan hati-hati dan berkata,“Saya sanggup saja menghukum pemburu itu dan memerintahkan ia untuk merantai dan mengurung anjing-anjingnya. Tetapi Anda akan kehilangan seorang sahabat dan mendapatkan seorang musuh. Mana yang kamu inginkan: sahabat atau musuh yang jadi tetanggamu?”

Petani itu menjawab,”Yang Mulia, saya lebih suka memiliki seorang teman.”

“Baik, saya akan menawari Anda sebuah solusi jitu. Anda harus manjaga domba-dombamu supaya tetap kondusif dan ini akan menciptakan tetangga Anda tetap sebagai teman.”

Mendengar solusi pak hakim, petani itu setuju.

Ketika hingga di rumah, petani itu segera melakukan solusi pak hakim. Dia mengambil tiga domba terbaiknya dan menghadiahkannya kepada tiga anak tetangganya itu. Ketiga anak pemburu itu mendapatkan dengan sukacita dan mulai bermain dengan domba-domba tersebut. Untuk menjaga mainan gres anaknya, si pemburu itu mengkerangkeng anjing pemburunya. Sejak ketika itu anjing-anjing itu tidak pernah menggangu domba-domba pak tani.

Di samping rasa terimakasihnya kepada kedermawanan petani kepada anak-anaknya, pemburu itu sering membagi hasil buruan kepada petani. Sebagai risikonya petani mengirimkan daging domba dan keju buatannya. Dalam waktu singkat tetangga itu menjadi sahabat yang baik.