Perlunya Wanita Berpendidikan

0
12
Perlunya Perempuan Memiliki Pendidikan. — Sampai ketika ini masih ada masyarakat yang berkeyakinan bahwa kemampuan kecerdasan perempuan lebih rendah daripada laki-laki, sehingga meminggirkan perempuan untuk memperoleh pendidikan. Dalam keluarga dengan latar belakang ekonomi yang tinggi sekalipun, kesempatan untuk memperoleh pendidikan bagi perempuan masih terbatas, apalagi pada keluarga dengan latar belakang ekonomi yang lebih rendah.
Masyarakat juga masih ada yang berkeyakinan bahwa perempuan dengan fisik yang lebih lemah dan pasif, tidak memungkinkan mereka untuk sanggup memenuhi mobilitas/aktivitas sebanyak dan sekuat lakilaki. Masyarakat berasumsi bahwa pendidikan hanya sanggup dicapai oleh orang-orang yang mau bergerak dengan mobilitas tinggi, yang menghabiskan seluruh waktunya untuk membaca buku, melaksanakan eksperimen berjam-jam di laboratorium, meneliti di lapangan, menulisdan berdiskusi dalam sisa waktunya, dan bila ini dilakukan oleh perempuan akan menimbulkan mereka kehilangan identitas kewanitaannya alasannya ialah tidak mempunyai waktu untuk melaksanakan tugas… kiprah kewanitaan di rumah tangga dan keluarganya. Selain itu, fisik perempuan yang lemah yang dipakai untuk mobilitas pendidikan menyerupai pria akan menimbulkan perubahan fisik yang tidak menarik lagi bagi kaum laki-laki, dan ini merupakan penyimpangan bagi gambaran perempuan.
Masyarakat mamandang pendidikan seakan-akan sebagai pekerjaan berat yang bersifat fisik dan memerlukan otot yang berpengaruh untuk melakukannya. Di samping itu, perempuan dengan kiprah rumah tangga untuk mengasuh dan merawat anak, tidak perlu memperoleh pendidikan tinggi, melainkan cukup hanya bisa membaca dan menulis sekedar sanggup mendidik belum dewasa di awal kehidupannya. Masyarakat masih berkeyakinan bahwa pendidikan dan pengajaran bagi perempuan tidak penting, bahkan ada yang mempertanyakan, apakah mengajar perempuan dibolehkan dalam Islam?
Berdasarkan anggapan-anggapan masyarakat yang masih memarginalkan perempuan dalam dunia pendidikan itulah, saya meninjau dari segi ilmu psikologi yang diperlukan sanggup menjadi materi merumuskan model pendidikan menyerupai apa yang sempurna imtuk perempuan ketika ini.
Pendidikan yang berasaskan upaya mencerdaskan bangsa ialah pendidikan yang memberi hak yang adil kepada pria maupun perempuan dalam memperoleh pendidikan (yang ”bermutu”). Sikap adil memperlakukan perempuan berdasarkan Qasim Amin sebagai berikut:
Perempuan tidak berbeda dengan laki-laki. Fungsi anggota tubuh, perasaan, daya serap pikiran dan hakikat kemanusiaannya tidak berbeda. Perbedaan hanya terletak pada hal-hal yang berkaitan dengan perbedaan jenis kelamin. Kalau terjadi pria mengungguli perempuan dalam segi nalar dan jasmani, maka itu bukan berarti bahwa hakekat perempuan demikian, melainkan alasannya ialah dia tidak menerima kesempatan untuk melatih pikiran dan jasmaninya selama hidupnya.
Judul Buku  : Psikologi Perempuan dalam Berbaigai Perspektif
Penulis : Dr. Hj. Eti Nurhayati, M.Si
Halaman : 145 – 146