Perlindungan Dan Penghargaan Terhadap Guru

0
14


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Perlindungan dan penghargaan terhadap guru kini ini dimana kita tau profesi guru bukan lagi profesi yang tidak terpandang dan sanggup dianggap rendah lantaran profesi ini juga sangat kuat untuk perkembangan SDM suatu bangsa.
Dilain hal dalam bekerja atau menjalankan kewajiban profesinya, niscaya seseorang mempunyai janji untuk meraih dan mendapat penghargaan. Untuk motivasinya selain penghargaan dalam suatu profesi tidak kalah pentingnya yaitu proteksi dalam menjalankan kewajiban baik secara aturan maupun yang lainnya. Perlindungan sangat kuat pada produktif kinerja seseorang.
Dua point tersebut sangat penting juga untuk profesi guru. Agar orang mempunyai profesi guru sanggup memotivasi diri dan merasa kondusif dalam menjalankan tujuannya sehingga sanggup tercapai tujuannya untuk terselenggaranya seluruh proses pembelajaran dengan baik, sehingga kualitas pendidikan secara keseluruhan, kualitas pendidik, akseptor didik menjadi lebih baik.

BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian proteksi dan penghargaan
1.      Perlindungan
Menurut Kamus Besar bahasa Indonesia : proteksi artinya tempat berlindung; hal (perbuatan ) memperlindungi.
2.      Penghargaan
a.    Menurut Kamus Besar bahasa Indonesia : penghargaan  artinya perbuatan menghargai; penghormatan.
b. Economy.okezone.com menuliskan bahwa penghargaan sebagai bentuk apresiasi kepada pegawai
Dari kedua definisi kata di atas maka makna Penghargaan dan proteksi guru menurut penulis adalah  suatu penghargaan yang diberikan kepada guru (Materi atau non materi) dan kegiatan melindungi guru dari hal-hal tertentu yang menjadikan kegiatan guru  dalam melaksanakan acara keguruannya menjadi tidak terganggu.  
B.     Latar Belakang Pentingnya Perlindungan dan Penghargaan
pilihan karir sebagai guru mulai menarik perhatian banyak orang, hal ini sanggup kita lihat dari menjamurnya sekolah-sekolah tinggi, institut-institut, universitas-universitas dengan acara keguruan atau kependidikan. Banyaknya peminat pendaftar PNS keguruan, dll.
Hal tersebut di atas dikarenakan penghargaan terhadap guru sudah sangat membaik, terutama guru yang sudah berstatus PNS, mulai dari penghargaan berupa honor bulanan yang memadai, tunjangan profesional, fungsional bahkan tunjangan khusus.
Guru yang berkualitas selalu berbagi profesionalismenya secara penuh. Dia tak akan merengek-rengek meminta diangkat sebagai pegawai negeri atau guru tetap alasannya pekerjaannya telah membuktikan, kinerjanya layak dihargai. Mungkin ini salah satu alternatif yang bisa dilakukan guru untuk berbagi dan mempertahankan idealismenya pada masa sulit. Namun, idealisme ini akan kian tumbuh kalau ada kebijakan politik pendidikan yang mengayomi, melindungi, dan menghargai profesi guru. Pemerintah sudah seharusnya menggagas peraturan perundang-undangan yang melindungi profesi guru, tidak peduli apakah itu guru negeri atau swasta, dengan memberi jaminan minimal yang diharapkan semoga kesejahteraan dan martabat guru terjaga.
Di zaman persaingan ketat ibarat sekarang, kinerja menjadi satu-satunya cara untuk mengukur mutu seorang guru. Karena itu, status pegawai negeri, swasta, tetap, atau honorer tidak terlalu relevan dikaitkan gagasan perihal profesionalisme kinerja seorang guru. Di banyak kawasan forum swasta yang besar dan maju, status pegawai tetap malah menciptakan forum pendidikan swasta tidak bisa berbagi gurunya secara profesional alasannya mereka telah merasa mapan. Demikian juga yang menjadi pegawai negeri, banyak yang telah merasa nyaman sehingga lalai berbagi dirinya. Oleh lantaran itu guru harus kembali pada jati dirinya yaitu mempunyai sifat-sifat tertentu, yaitu ramah, terbuka, akrab, mau mengerti, dan mau berguru terus-menerus semoga semakin menunjukkan jati diri keguruannya.
C.     Penerapan Perlindungan dan Penghargaan terhadap guru
Setiap guru berhak mendapat proteksi dalam melaksanakan tugasnya. Perlindungan untuk guru meliputi[1] :
1.      Perlindungan hukum.
Perlindungan aturan meliputi proteksi atas tindak kekerasan, ancaman, perlakuan diskriminatif, intimidasi, atau perlakuan tidak adil.
2.      Perlindungan profesi.
Perlindungan profesi meliputi proteksi terhadap pemutusan korelasi kerja yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan, kontribusi imbalan yang tidak wajar, pelecehan terhadap profesi serta pembatasan lain yang sanggup menghambat guru dalam melaksanakan tugas.
3.      Perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja.
Perlindungan ini meliputi proteksi terhadap risiko gangguan keamanan kerja, kecelakaan kerja, kebakaran pada waktu kerja, peristiwa alam, kesehatan lingkungan kerja atau resiko lain.
                Penghargaan guru sudah diatur dalam suatu Undang-undang yaitu UU Republik Indonesia No. 14 TAHUN 2005 Tentang guru dan dosen. Bentuk penghargaan bermacam-macam.[2] Dapat berupa tanda jasa, kenaikan pangkat istimewa atau jabatan, uang atau barang, piagam, atau bentuk penghargaan lainnya. Penghargaan pemerintah yang sangat berharga ialah memutuskan hari guru nasional sebagai penghargaan kepada guru. Guru yang memperoleh penghargaan ialah Guru yang berprestasi. Yang dimaksud guru berprestasi ialah guru yang[3]:
1.      memiliki karya kreatif atau inovatif
2.      memiliki kompetensi dan kinerja melampaui sasaran yang ditetapkan satuan pendidikan
3.      secara eksklusif membimbing akseptor didik mencapai prestasi tertinggi. Adapun guru berdedikasi luar biasa ialah guru yang menjalankan tugasnya dengan komitmen, pengorbanan waktu, tenaga, dan pikiran yang jauh melampaui tuntutan tanggung jawab yang ditetapkan.
BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Penghargaan dan proteksi terhadap profesi guru sangat sempurna dan bermanfaat. Karena dengan adanya penghargaan guru sanggup diapresiasi hasil kerjanya dan sanggup meningkatkan fungsi guru tersebut. Juga dengan adanya proteksi seseorang yang berprofesi guru sanggup berkerja dan berkarya dengan rasa kondusif dan nyaman tanpa ada tekana dari pihak lain. Dengan adanya penghargaan dan proteksi terhadap profesi guru yang bekerja dalam ruang lingkup pendidikan maka akan tercapainya tujuan, visi, dan misi dari pendidikan di Indonesia yang dicangkan oleh Kementrian Pendidikan Republik Indonesia.


[1] Barnawi & Mohammad Arifin. 2012. ETIKA DAN PROFESI PENDIDIKAN. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.

[3] Rujukan dari internet tentang  Penghargaan dan proteksi atas profesi guru, oleh Prikaz jedinog unosa.
Judul :  Perlindungan dan Penghargaan Terhadap Guru
Penulis : Maria Ulfa