Peran Pimpinan Dalam Pengembangan Profesionalitas Guru Sd

0
10
Peran Pimpinan dalam Pengembangan Profesionalitas Guru SD. — Kepala sekolah sebagai orang terdekat dengan guru-guru dalam pengelolaan proses belajar-mengajar, mempunyai peranan penting dalam proses pengembangan profesionalitas guru. Kepala sekolah berusaha melibatkan guru gurunya dalam setiap kesempatan penataran dan latihan yang ditawarkan dari Dinas Pendidikan. Di samping mengikut-sertakan guru-guru dalam aneka macam kesempatan acara penataran dan latihan, Kepala Sekolah juga selalu mendorong guru-guru yang dipimpinnya biar mau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Hal tersebut merupakan salah satu upaya yang ditempuh oleh Kepala  Sekolah  dalam meningkatkan  kualitas  kemampuan  guru-gurunya. Pemberian kesempatan bagi guru-guru untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang sekolah tinggi tinggi dinilai guru-guru sebagai suatu dorongan yang sangat bermanfaat.  
Usaha berikut yang dilakukan oleh Kepala sekolah dalam meningkatkan kemampuan guru-guru ialah dengan mewajibkan para guru untuk mengikuti acara KKG. Menurut Kepala sekolah, perjuangan itu dilakukannya alasannya yaitu di dalam lembaga KKG itu tersedia tutor dan pemandu mata pelajaran untuk membantu  guru-guru  yang menemui  kesulitan  dalam mengelola  proses  belajar-mengajar.
Di samping upaya-upaya sebagaimana diuraikan di atas, Kepala Sekolah juga melaksanakan pembinaan  pribadi kepada para gurunya melalui acara supervisi. Dalam rangka itu, terlebih dahulu Kepala Sekolah menyusun program  supervisi  sesuai dengan  kondisi  sekolahnya masing-masing. Kegiatan supervisi oleh Kepala Sekolah  tersebut meliputi: (1) supervise kelas dan (2) pengamatan kelas.
Tujuan dilaksanakannya supervisi ialah untuk memperbaiki dan meningkatkan  kualitas  proses  belajar-mengajar,  khususnya  membantu  guru-guru yang mengalami kesulitan dalam mengelolah proses belajar-mengajar. Agar sanggup mengetahui kesulitan dihadapi guru dalam pengelolaan proses belajar-mengajar, Kepala  sekolah melaksanakan kunjungan kelas. Kunjungan ke kelas dimana guru sedang mengajar dimaksudkan untuk mengamati pelaksanaan acara belajar-mengajar guna mengetahui permasalahan atau kesulitan yang dialami guru yang  sedang dikunjungi. Sebagai  tindak  lanjut dari kunjungan kelas, diadakan obrolan dengan guru yang bersangkutan untuk menyepakati cara-cara pengelolaan proses belajar-mengajar yang baik.
Selain upaya-upaya Kepala sekolah, Yayasan sebagai pengelola sekolah swasta juga mempunyai peranan dalam menyebarkan kemampuan mengajar guru. Salah satu acara yang dilaksanaka oleh Yasukda  ialah penataran. Pelaksanaan penataran ditujukan untuk memperkenalkan kurikulum 1999 dengan pementingan pada pemantapan dan pemahaman KBK, di samping acara rekoleksi. 
Pimpinan lainnya yang dipandang bersahabat dan bertanggungjawab terhadap peningkatan kemampuan guru-guru, ialah Pengawas SD/TK. Pengawas yaitu orang yang ditunjuk dari dinasnya untuk mengawasi pelaksanaan pendidikan dan pengajaran di  sekolah,  termasuk menunjukkan pembinaan  kepada para guru dalam mengelolah proses belajar-mengajar yang lebih baik. Peranan Pengawas SD/TK dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan para guru berjalan sesuai dengan tugasnya. Berkaitan dengan pelaksanaan penataran dan latihan misalnya, pengawas bertugas sebagai penyalur informasi. Jika ada kesempatan penataran dari Dinas Pendidikan Propinsi atau Dinas Pendidikan Kabupaten,  informasi  itulah yang diteruskan kepada guru di  sekolah.
Dalam  hubungan  dengan  pelaksanaan  acara KKG,  Pengawas menunjuk tutor  atau  pemandu  mata  pelajaran  yang  dipilih  dari Kepala  Sekolah  atau guru-guru yang mempunyai kemampuan lebih tinggi. Sedangkan acara yang sering  dilakukan  oleh  Pengawas  dalam  kaitannya  dengan  tugasnya  yaitu melaksanakan supervisi. 
Meskipun demikian, masih ada guru-guru yang merasa kurang pelatihan oleh Pengawas. Mereka mengungkapkan bahwa pengawas jarang mengadakan  pengamatan  ke  kelas-kelas  di mana  proses  belajar-mengajar  sedang berlangsung. Dikatakan demikian alasannya yaitu mereka jarang melihat dan mencicipi dukungan pribadi dari pengawas ketika menghadapi kesulitan dalam proses belajar-mengajar.
Pernyataan-pernyataan  guru  seperti  diungkapkan  di  atas  dapat  dimaklumi. Oleh  karena,  banyak  sekolah  yang  tersebar  pada wilayah  kerja  dinas pendidikan, maka  mustahil melaksanakan  kiprah dan  tanggung  jawab-nya sebagaimana mestinya sesuai keinginan para guru. Untuk itu, ia menunjuk beberapa orang sebagai tutor dan pemandu mata pelajaran guna menunjukkan dukungan kepada guru-guru dalam melaksanakan kiprah mengajar.
Dengan demikian, dalam setiap bulan pada ketika diadakan acara KKG, Pengawas mendelegasikan kiprah kepada para tutor dan pemandu untuk memberikan  bantuan  kepada  guru-guru. Melalui  Tutor  dan  pemandu  itu  pula, Pengawas memperoleh  informasi  tentang  kesulitan-kesulitan  yang  dihadapi para guru dalam mengelola proses belajar-mengajar. Jika banyak guru mempunyai kebutuhan dan kesulitan yang sama, maka Pengawas memberikan hal  tersebut  ke Dinas Pendidikan Kabupaten untuk dipertimbangkan  dalam penyusunan rencana penataran berikutnya.
Dari klarifikasi tersebut sanggup dikatakan bahwa Pengawas SD/TK mempunyai peranan penting dalam menyebarkan profesionalisme guru, walaupun jarang terlihat dan terasakan secara pribadi oleh guru-guru di sekolah, karena  dalam  kenyataannya mereka  hanya  sering  berhadapan  dengan  tutor dan pemandu mata pelajaran. Pada hal tanpa disadari guru-guru, tutor dan pemandu yang membantunya dalam  setiap acara KKG  itu merupakan perpanjangan tangan pengawas. Tutor dan pemandu menerima kiprah dari Pengawas memberikan info wacana kesulitan guru-guru dalam pengelolaan pengajaran kepada Pengawas dan bersama Pengawas mencari jalan pemecahannya guna membantu guru-guru mengatasi kesulitannya sendiri.

Sumber :
Upaya Pengembangan Profesionalisme Guru SD
Natsir B. Kotten (Natsir B. Kotten yaitu dosen  tetap Universitas Flores dan Ketua Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan)
JURNAL ILMU PENDIDIKAN, FEBRUARI 2005, JILID 12, NOMOR 1