Peran Kebudayaan Dalam Perkembangan Ilmu Pengetahuan

0
10
Peran kebudayaan dalam perkembangan ilmu – Ilmu dan kebudayaan, maupun sebaliknya, dalam hubungannya tidak sanggup dipisahkan. Merupakan sebuah siklus yang akan selalu berulang, yang keduanya juga tidak sanggup dipilah menjadi bab alasannya yaitu dan akibat. Ilmu dan kebudayaan berproses secara bersama-sama, dimana setiap momentum proses merupakan alasannya yaitu sekaligus akibat. 
Penjelasan ihwal tugas kebudayaan dalam perkembangan ilmu sanggup diawali dengan menganalisis kekerabatan tiga momentum proses pembentukan kekerabatan antara individu dan masyarakat. Tiga momentum tersebut adalah: Eksternalisasi, Objektivasi, dan Internalisasi. Eksternalisasi merupakan suatu pencurahan kedirian insan secara terus menerus ke dalam dunia, baik dalam kegiatan fisik maupun mental. Aktivitas fisik ini sanggup berbentuk penciptaan barang-barang ataupun alat teknologi untuk memenuhi hasrat dan kebutuhannya. Aktivitas mental sanggup berupa peciptaan symbol, bahasa, sistem nilai, norma. Kedua kegiatan ini lah yang kemudian disebut kebudayaan.
Objektivasi yaitu proses transformasi produk-produk ativitas fisik dan mental manusia. Kebudayaan merupakan salah satu bab dari realitas objektif. Internalisasi berkaitan dengan “peresapan” kembali realitas tersebut oleh manusia, dan mentransformasikannya dari struktur dunia objektif ke struktur dunia subjektif. Kebudayaan sebagai produk insan yang sudah menjadi realitas objektif pada kesudahannya mengkondisikan manusia, baik secara individu maupun sosial, untuk mengikuti keadaan dengan produknya, baik bahasa, teknologi atau forum sosialnya.
Pada unsure material kebudayaan, insan pada kesudahannya harus mengikuti keadaan dengan perangkat teknologi yang dihasilkannya sebdiri. Proses yang serupa juga terjadi dengan unsure nonmaterial. Manusia menemukan dan menciptakan bahasa namun pada kesudahannya “dunia”nya sangat ditentukan oleh logika bahasa yang diciptakannya sendiri. Ketiga proses tersebut sanggup digambarkan sebagai berikut:
 
Sehingga sanggup dikatakan tugas kebudayaan terhadap ilmu pengetahuan yaitu kebudayaan menjadi pemicu kembali lahir dan berkembangnya ilmu pengetahuan. Tercermin dalam proses internalisasi, yang menuntut insan untuk menyesuaiakan kembali kepada kondisi kebudayaan yang telah mereka ciptakan sendiri.

Penulis : Mifta Hulaikah