Peran Ilmu Dalam Pengembangan Kebudayaan

0
13
Peran ilmu dalam pengembangan kebudayaan — Ilmu merupakan bab dari pengetahuan, dan pengetahuan merupakan unsur dari  sebuah kebudayaan. Kebudayaan di sini merupakan satu system nilai, tata hidup dan sarana yang ada dalam kehidupan manusia.
Ilmu dan kebudayaan merupakan  dua hal yang menempati posisi yang sangat penting, dimana satu sama lainnya saling tergantung dan saling mempengaruhi. Pada satu sisi perkembangan  ilmu dalam suatu lingkungan masyarakat itu sangat tergantung pada kondisi kebudayaan yang ada di lingkungan masyarakat tersebut. Sedangkan di sisi  lain, perkembangan  ilmu itu juga akan kuat terhadap jalannya kebudayaan.
Menurut Talcot parsons  ilmu dan kebudayaan saling mendukung satu sama lain. Dalam beberapa tipe  lapisan masyarakat ilmu itu sanggup berkembang sangat pesat, demikian pula sebaliknya, lingkungan masyarakat tidak akan sanggup berpungsi dengan baik kalau tidak didukung oleh perkembangan yang sehat dari ilmu dan penerapannya.
Untuk menyebarkan kebudayaan nasional ilmu mempunyai peranan ganda, yakni :
  • Ilmu merupakan sumber nilai yang mendukung terselenggaranya pengembangan kebudayaan nasional.
  • Ilmu merupakan sumber nilai yang mengisi pembentukkan tabiat suatu bangsa.
Maka berdasarkan fungsinya, ilmu sanggup dibagi menjadi dua bagian, yakni :  Pertama: ilmu sebagai satu tumpuan berpikir, dan kedua : ilmu sebagai asas moral. Dalam hal ini kami akan sedikit menguraikan bagaimana ilmu sanggup dikatakan sebagai suatu tumpuan berpikir dan ilmu sebagai asas budbahasa tersebut.
  • Ilmu sebagai satu tumpuan pikir
Dikatakan Ilmu merupakan satu tumpuan pikir dimana dalam menghasilkan suatu kesimpulan yang berupa pengetahuan maka ilmu sanggup diandalkan.  Berpikir bukanlah satu-satunya cara untuk menghasilkan pengetahuan, demikian pula dengan ilmu, Ilmu bukan satu-satunya hasil dari acara berpikir. Ilmu itu merupakan  hasil dari proses berpikir berdasarkan pada langkah-langkah tertentu atau sering juga kita sebut sebagai cara berpikir ilmiah. Beberapa karakteristik   ilmu dikatakan  sebagai salah satu proses atau syarat berpikir ilmiah ialah :
  1. Ilmu mempunyai  peranan sebagai alat untuk mendapat pengetahuan yang benar dan sanggup dipahami oleh logika manusia  .
  2. Alur tumpuan pikir  yang logis  dan konsisten dengan pengetahuan yang sudah ada.
  3. Pengujian sanggup dilakukan secara empiris sebagai salah satu kriteria kebenaran yang objektif.  Apabila sebuah pernyataan sanggup dijabarkan secara logis, dan telah teruji secara empiris,  maka barulah ilmu sanggup dianggap benar secara ilmiah yang nantinya akan memperkaya khazanah pengetahuan ilmiah. 
  4. Mekanisme ilmu itu bersifat terbuka terhadap koreksi atau perubahan.
  • Ilmu sebagai asas moral
Ilmu merupakan  hasil dari acara berpikir untuk mendapat pengetahuan  yang benar.  Dalam tetapkan suatu pernyataan apakah itu benar atau salah maka seorang ilmuwan akan menarik kesimpulannya berdasarkan kepada argumentasi yang terdapat dalam pernyataan itu dan bukan  berdasarkan  efek yang berbentuk dari kekuasaan kelembagaan yang mengeluarkan pernyataan itu. Kebenaran bagi seorang ilmuwan mempunyai fungsi atau kedudukan  yang universal bagi umat insan dalam upaya meningkatkan martabat kemanusiaannya. Dalam perkembangannya  filsafat ilmu yang meliputi 3 asfek kajian yaitu, ontologi, epistemologi, dan aksiologi dan meletakkan kelima unsur insan yakni cipta, rasa, karsa, nafsu, dan nurani, yang unifersal tersebut dalam lingkungan kajian epistemiologi maka dapatlah dibangun ilmu pengetahuan sosial dan kemanusiaan serta cabang-cabangnya sepeti sosiologi, psikologi, ilmu polotik, ilmu ekonomi, dan manajemen, antropologi, serta cabang-cabang keilmuan lainnya.

Penulis : Mifta Hulaikah