Pengertian Teori, Model, Strategi, Metode, Dan Keterampilan Dalam Belajar

0
13
Definisi Teori.
A theory in quantitative research is an interrelated set of constructs (or variables) formed into propositions, or hypotheses, that specify the relationship among variables (typically in terms of magnitude or direction). A theory might appear in a research study as an argument, a discussion, a  figure, or a rationale, and it helps to explain (or predict) phenomena that occur in the world. Labovitz and Hagedorn (1971) added  to  this definition  the  idea of a theoretical rationale, which they defined as “specifying how and why the variables and relational statements are interrelated”
Teori yakni serangkaian bab atau variabel, definisi, dan dalil yang saling berafiliasi yang menghadirkan sebuah pandangan sistematis mengenai fenomena dengan menentukan kekerabatan antar variabel, dengan menentukan kekerabatan antar variabel, dengan maksud menjelaskan fenomena alamiah. Labovitz dan Hagedorn mendefinisikan teori sebagai pandangan gres pemikiran “pemikiran teoritis” yang mereka definisikan sebagai “menentukan” bagaimana dan mengapa variable-variabel dan pernyataan kekerabatan sanggup saling berhubungan.(Creswell : 1993)

Teori Pembelajaran dan Teori Belajar
Teori juga diperlukan sanggup menjadi model kerja. Teori sanggup dijadikan model kerja fenomena tertentu hingga diketemukannya teori baru. 

Bruner (1964) diakui oleh kalangan instructional theorist sebagai peletak dasar pengembang teori-teori pembelajaran, di samping Skinner (1954) dan Ausubel (1968).  Bruner (1964) menciptakan pembedaan antara teori mencar ilmu dan teori pembelajaran. Teori mencar ilmu yakni deskriptif, sedangkan teori pembelajaran yakni preskriptif. 
Teori mencar ilmu mendeskripsikan adanya proses belajar, teori pembelajaran mempreskripsikan taktik atau metode pembelajaran yang optimal yang sanggup mempermudah proses belajar. 
Teori mencar ilmu menaruh perhatian pada kekerabatan diantara variabel-variabel yang menentukan hasil belajar. Teori mencar ilmu menaruh perhatian pada ”bagaimana seseorang belajar”. Sebaliknya teori pembelajaran menaruh pehatian pada bagaimana seseorang mempengaruhi orang lain untuk belajar. Teori pembelajaran berurusan dengan upaya mengontrol variabel-variabel.
Pembedaan teori mencar ilmu (deskriptif) dan pembelajaran (preskriptif)  dikembangkan oleh Bruner, lebih lanjut oleh Reigeluth (1983), Gropper (1983), dan Landa (1983). Menurut Reigeluth (dalam Degeng 1989) teori-teori dan prinsip pembelajaran yang deskriptif menempatkan variabel kondisi dan metode pembelajaran sebagai givens dan memerikan hasil pembelajaran sebagai variabel yang diamati. Dengan kata lain kondisi dan metode pembelajaran sebagai variabel bebas dan hasil pembelajaran sebagai variabel tergantung.
Sebaliknya dalam teori-teori dan prinsip-prinsip pembelajaran yang preskriptif menempatkan kondisi dan hasil sebagai givens sedangkan metode yang optimal ditetapkan sebagai variabel yang sanggup diamati. Makara metode pembelajaran sebagai variabel tergantung. Teori preskriptif yakni goal oriented, sedangkan teori deskriptif yakni goal free. Artinya teori pembelajaran preskriptif yakni untuk mencapai tujuan, sedangkan teori pembelajaran deskriptif dimaksudkan untuk memerikan hasil.   
“In descriptive theory, the methods and conditions are given, and the outcomes is the variable of interest, descriptive theory is goal free. In prescriptive theory, the conditions and desired outcomes are given, and the methods are the variable of interest. Prespective theory is goal oriented.” (Reigeluth : 1990)
Reigeluth mengilustrasikan perbedaan antara teori deskriptif dan preskriptif dengan diagaram berikut :
    Descriptive Theory                Prescriptive Theory

Kerangka Kerja Pembelajaran
Pendekatan pembelajaran digambarkan sebagai kerangka besar perihal kiprah profesional guru yang di dalamnya meliputi: model-model pembelajaran, Strategi-strategi pembelajaran, metode-metode pembelajaran dan juga keterampilan-keterampilan mengajar. Pendekatan pembelajaran juga merupakan skenario pembelajaran yang akan dilaksanakan guru dengan menyusun dan menentukan model pembelajaran, taktik pembelajaran, metode pembelajaran maupun keterampilan mengajar tertentu dalam rangka mencapai suatu tujuan pembelajaran. Pendekatan pembelajaran digambarkan dalam diagram sebagai berikut.

Diagram diatas terdapat dalam artikel pendidikan yang diterbitkan oleh Saskatchewan education (1980). Berdasarkan diagram di atas, pendekatan pembelajaran digambarkan sebagai kerangka umum perihal skenario yang dipakai guru untuk membelajarkan siswa dalam rangka mencapai suatu tujuan pembelajaran. Diagram tersebut juga memperlihatkan dengan lebih terperinci perihal kekerabatan antara model pembelajaran, taktik pembelajaran, metode pembelajaran dan keterampilan mengajar.
Model Pembelajaran
Instructional Models are guidelines or sets of strategies on the which the approaches to teaching by instructors are based. Effective instructional models are based on learning theories (Edutech Wiki). Models represent the broadest level of instructional practices and present a philosophical orientation to instruction. Models are used to select and to structure teaching strategies, methods, skills, and student activities for a particular instructional emphasis. Joyce and Weil (1986) identify four models: information processing, behaviourial, social interaction, and personal.  
Model pembelajaran yakni pedoman atau seperangkat taktik di mana  pelatih memakai pendekatan dalam mengajar. model pembelajaran yang efektif didasarkan pada teori-teori belajar. Model pembelajaran mempresentasikan level yang lebih besar dari praktek pembelajran dan menampilkan dasar filosofis perihal pembelajaran. Model pembelajaran ini dipakai untuk menentukan dan menentukan strategi, metode, keterampilan mengajar, dan acara siswa dalam aksentuasi proses pembelajaran. Pengelompokkan model pembelajaran berdasarkan Joyce and Weil terbagi atas empat jenis, yaitu information processing, behaviourial, social interaction, and personal. 
Strategi Pembelajaran
Within each model several strategies can be used. Strategies determine the approach a teacher may take to achieve learning objectives. Strategies can be classed as direct, indirect, interactive, experiential, or independent. 
Strategi pembelajaran menentukan pendekatan bagi guru dalam menentukan tingkat pencapaian tujuan pembelajaran. Strategi pembelajaran sanggup digolongkan menjadi taktik pembelajaran langsung, taktik pembelajaran tidak langsung, taktik pembelajaran interaktif, taktik mencar ilmu melalui pengalaman, taktik mencar ilmu mandiri.

1.    Strategi Pembelajaran Langsung (direct instruction)

  • Strategi pembelajaran eksklusif merupakan taktik yang kadar berpusat pada gurunya paling tinggi, dan paling sering digunakan. Pada taktik ini termasuk di dalamnya metode-metode ceramah, pertanyaan didaktik, pengajaran eksplisit, praktek dan latihan, serta demonstrasi.
  • Strategi pembelajaran eksklusif efektif dipakai untuk memperluas info atau mengembangkan keterampilan langkah demi langkah

2.    Strategi Pembelajaran Tidak Langsung (indirect instruction)

  • Pembelajaran tidak eksklusif memperlihatkan bentuk keterlibatan tinggi siswa dalam melaksanakan observasi, penyelidikan, penggambaran inferensi berdasarkan data, atau pembentukan hipotesis.
  • Dalam pembelajaran tidak langsung, kiprah guru beralih dari penceramah menjadi fasilitator, pendukung, dan sumber personal (resource person). Guru merancang lingkungan belajar, memperlihatkan kesempatan siswa untuk terlibat, dan kalau memungkinkan memperlihatkan umpan balik kepada siswa dikala mereka melaksanakan inkuiri.
  • Strategi pembelajaran tidak eksklusif mensyaratkan digunakannya bahan-bahan cetak, non-cetak, dan sumber-sumber manusia.

3.    Strategi Pembelajaran Interaktif (interactive instruction)

  • Strategi pembelajaran interaktif merujuk kepada bentuk diskusi dan saling menyebarkan di antara peserta didik.
  • Seaman dan Fellenz (1989) mengemukakan bahwa diskusi dan saling menyebarkan akan memperlihatkan kesempatan kepada siswa untuk memperlihatkan reaksi terhadap gagasan, pengalaman, pandangan, dan pengetahuan guru atau kelompok, serta mencoba mencari alternatif dalam berpikir.
  • Strategi pembelajaran interaktif dikembangkan dalam rentang pengelompokkan dan metode-metode interaktif.
  • Di dalamnya terdapat bentuk-bentuk diskusi kelas, diskusi kelompok kecil atau pengerjaan kiprah berkelompok, dan kerjasama siswa secara berpasangan.

4.    Strategi Belajar Melalui Pengalaman (experiential learning)

  • Strategi mencar ilmu melalui pengalaman memakai bentuk sekuens induktif, berpusat pada siswa, dan berorientasi pada aktivitas.
  • Penekanan dalam taktik mencar ilmu melalui pengalaman yakni pada proses belajar, dan bukan hasil belajar.
  • Guru sanggup memakai taktik ini baik di dalam kelas maupun di luar kelas. Sebagai contoh, di dalam kelas sanggup dipakai metode simulasi, sedangkan di luar kelas sanggup dikembangkan metode observasi untuk memperoleh citra pendapat umum.

5.    Strategi Belajar Mandiri (independent study)

  • Strategi mencar ilmu sanggup berdiri diatas kaki sendiri merujuk kepada penggunaan metode-metode pembelajaran yang tujuannya yakni mempercepat pengembangan inisiatif individu siswa, percaya diri, dan perbaikan diri. Fokus taktik mencar ilmu sanggup berdiri diatas kaki sendiri ini yakni merencanakan mencar ilmu sanggup berdiri diatas kaki sendiri siswa di bawah bimbingan atau supervisi guru.
  • Belajar sanggup berdiri diatas kaki sendiri menuntut siswa untuk bertanggungjawab dalam merencanakan dan menentukan kecepatan belajarnya.

Metode Pembelajaran
Methods are used by teachers to create learning environments and to specify the nature of the activity in which the teacher and learner will be involved during the lesson. While particular methods are often associated with certain strategies, some methods may be found within a variety of strategies.  

Metode dipakai oleh guru untuk mengkreasi lingkungan mencar ilmu dan menkhususkan acara di mana guru dan siswa terlibat selama proses pembelajaran berlangsung. Biasanya metode dipakai melalui salah satu strategi, tetapi juga tidak tertutup kemungkinan beberapa metode berada dalam taktik yang bervariasi. Artinya penetapan metode sanggup divariasikan melalui taktik yang berbeda tergantung pada tujuan yang akan dicapai dan konten proses yang akan dilakukan dalam kegiatan pembelajaran.

Macam macam metode pembelajaran :

Direct Instruction :
•    Structured Overview
•    Lecture
•    Explicit Teaching
•    Drill and Practice
•    Compare and Contrast
•    Didactic Questions
•    Demonstrations
•    Guided and Shared – Reading, Listening, Viewing and Thinking

Indirect Instruction
•    Problem Solving
•    Case Studies
•    Reading for Meaning
•    Inquiry
•    Reflective Discussion
•    Writing to Inform
•    Concept Formation
•    Concept Mapping
•    Concept Attainment
•    Cloze Procedure

Interactive Instruction
•    Debate
•    Role Play
•    Panels
•    Peer Partner Learning
•    Discussion
•    Laboratory Groups
•    Cooperative Learning Groups
•    Jig Saw
•    Problem Solving
•    Structured Controversy
•    Tutorial Groups
•    Interviewing
•    Conferencing
•    Think, Pair, Share  

Independent Study
•    Essays
•    Computer Assisted Instruction
•    Journals
•    Learning Logs
•    Reports
•    Learning Activity Packages
•    Correspondence Lessons
•    Learning Contracts
•    Home Work
•    Research Projects
•    Assigned Questions
•    Learning Centres

Experiential Learning
•    Field Trips
•    Narratives
•    Conducting Experiments
•    Simulations
•    Games
•    Story Telling
•    Focused Imaging
•    Field Observations
•    Role Playing and Model Building
•    Surveys 

Keterampilan-keterampilan pembelajaran
Skills are the most specific instructional behaviours. These include such techniques as questioning, discussing, direction-giving, explaining, and demonstrating. They also include such actions as planning, structuring, focusing, and managing.  

Keterampilan merupakan sikap pembelajaran yang sangat spesifik. Di dalamnya terdapat teknik-teknik pembelajaran ibarat teknik bertanya, diskusi, pembelajaran langsung, teknik menjelaskan dan mendemonstrasikan. Dalam keterampilan-keterampilan pembelajaran ini juga meliputi kegiatan perencanaan yang dikembangkan guru, struktur dan fokus pembelajaran, serta pengelolaan pembelajaran.

Dari gambar diatas menjelaskan perihal kekerabatan antara model pembelajaran, taktik pembelajaran, metode pembelajaran dan keterampilan pembelajaran. Model pembelajaran adalah  proses yang luas dalam kegiatan pelajaran berdasarkan teori teori belajar, sedangkan keterampilan pembelajaran menekankan pada proses pembelajaran yang lebih spesifik

Secara umum keterampilan mencar ilmu menitikberatkan pada taktik pembelajaran untuk membantu peserta didik menjadi lebih baik dan lebih sanggup berdiri diatas kaki sendiri dalam belajar. Peserta didik akan mencar ilmu bagaimana mengembangkan dan menerapkan belajar, keterampilan administrasi pribadi, dan interpersonal dan keterampilan kolaborasi tim untuk meningkatkan pembelajaran dan prestasi di sekolah. Program pembelajaran ini membantu siswa untuk membangun kepercayaan diri dan motivasi untuk mengejar peluang untuk sukses di sekolah menengah dan jenjang pendidikan selanjutnya.

1. Perencanaan
Proses penyusunan materi pelajaran penggunaan media pembelajaran, penggunaan pendekatan atau metode pembelajaran dalam suatu alokasi waktu yang akan dilaksanakan pada kegiatan pembelajaran.

2. Pengajaran Langsung
Model pengajaran eksklusif (direct instruction) secara empirik dilandasi oleh teori mencar ilmu yang berasal dari rumpun sikap (behavior family). Teori mencar ilmu sikap menekankan pada perubahan sikap sebagai hasil mencar ilmu yang sanggup diobservasi. Menurut teori ini, mencar ilmu bergantung pada pengalaman termasuk tunjangan umpan balik dari lingkungan. Prinsip penggunaan teori sikap ini dalam mencar ilmu yakni tunjangan penguatan yang akan meningkatkan sikap yang diharapkan. Penguatan melalui umpan balik kepada siswa merupakan dasar mudah penggunaan teori ini dalam pembelajaran.

3. Memberikan Pertanyaan
Pada hakikatnya melalui bertanya kita akan mengetahui dan mendapat info perihal apa saja yang ingin kita ketahui. Dikaitkan dengan proses pembelajaran maka kegiatan bertanya jawab antara guru dan siswa, atara siswa ini menandakan adanya ineraksi dikelas yang di dinamis dan multi arah. Kegiatan bertanya akan lebih efektif bila pertanyaan yang diajukan cukup berbobot, gampang dimengerti atau relevan dengan topik yang dibicarakan. Tujuan guru mengajukan pertanyaan antara lain yakni :

  • Menimbulkan rasa keingintahuan
  • Merangsang fungsi berpikir
  • Mengembangkan keterampilan berpikir
  • Memfokuskan perhatian siswa
  • Mendiagnosis kesulitan mencar ilmu siswa
  • Menkomunikasikan keinginan yang diinginkan oleh guru dari siswanya
  • Merangsang terjadinya diskusi dan memperlihatkan perhatian terhadap gagasan dan terapan siswa sebagai subjek didik.

Keterampilan bertanya ini mutlak harus dikuasai oleh guru baik itu guru pemula maupun yang sudah profesional alasannya yakni dengan mengajukan pertanyaan baik guru maupun siswa akan mendapat umpan balik dari materi serta juga sanggup menggugah perhatian siswa atau peserta didik.  Komponen-komponen dan prinsip-prinsip dalam ketrampilan bertanya: Bertanya Dasar dan Bertanya Lanjut, Teknik Bertanya, Jenis pertanyaan.

4. Keterampilan Demonstras
Penyajian  pelajaran dengan memperagakan atau mempertunjukkan kepada siswa suatu proses, situasi atau benda tertentu yang sedang dipelajari, baik bergotong-royong ataupun tiruan dengan lisan. Dengan metode demonstrasi, proses penerimaan siswa terhadap pelajaran akan berkesan secara mendalam sehingga membentuk pengertian dengan baik dan sempurna.

5.  Evaluasi Pembelajaran.
Dalam proses pembelajaran, penilaian menempati kedudukan yang penting dan merupakan bab utuh dari proses dan tahapan kegiatan pembelajaran. Dengan melaksanakan evaluasi, guru sanggup mengukur tingkat keberhasilan proses pembelajaran yang dilakukannya, pada tiap kali pertemuan, setiap caturwulan, setiap semester, setiap tahun , bahkan selama berada pada satuan pendidikan tertentu. Dengan demikian setiap kali membahas proses pembelajaran, maka berarti kita juga membahas perihal evaluasi, alasannya yakni penilaian inklusif di dalam proses pembelajaran.

Daftar Referensi
John W Creswell, Research Design: Qualitative & Quantitative Approach, (London: Sage, 1993)

Charles Reigeluth, Bela H. Banathy, J.R. Olson, Comprehensive Systems Design: A New Educational Technology, (Springer Science & Business Media : 2012)

I Nyoman Sudana Degeng, Ilmu pengajaran taksonomi variable (Jakarta : P2LPTK , 1989)

http://edutechwiki.unige.ch/en/Instructional_design_model

http://teachinglearningresources.pbworks.com/w/page/19919560/-Instructional%20Approaches

Seaman, D. & Fellenz, R. (1989). Effective strategies for teaching adults. Columbus: Merrill.