Pengertian Tektonisme Dan Gerakan Lempeng Tektonik

0
10
Pengertian Tektonisme  dan gerakan lempeng tektonik – Hai lagi sobat BLOGGER JEMO LINTANK, udah siap mencar ilmu belum? Nah kali ini admin membahas tentang Pengertian Tektonisme  dan gerakan lempeng tektonik. Langsung dibaca yuuk:
Tektonisme yaitu tenaga dari dalam bumi yang mengakibatkan perubahan letak (diskolasi) atau perubahan bentuk (deformasi) kulit bumi. Sebagaimana kita ketahui bahwa permukaan bumi terbentuk dari lapisan batuan yang disebut kulit bumi atau litosfer. Kulit bumi memiliki ketebalan relatif sangat tipis, sehingga gampang pecah-pecah menjadi potongan-potongan kulit bumi yang tak beraturan yang disebut lempeng tektonik. Lempeng-lempeng tektonik ini terus bergerak, baik secara horizontal maupun vertikal lantaran imbas arus konveksi dari lapisan di bawahnya (astenosfer). 

Mengenai jenis gerakan lempeng tentunya sudah anda pahami pada pelajaran sebelumnya wacana sejarah pembentukan bumi. Berdasarkan luas dan waktu terjadinya, gerakan lempeng tektonik sanggup dibedakan menjadi dua, yaitu gerak epirogenesa dan orogenesa.

1. Gerak epirogenesa

Gerak epirogenesa yaitu gerakan yang mengakibatkan turun naiknya lapisan kulit bumi relatif lambat dan berlangsung usang di suatu tempat yang luas. Gerak ini sering disebut gerak pembentuk benua atau kontinen. Tanda-tanda ini sanggup dilihat pada perubahan garis pantai.

Gerak epirogenesa positif, yaitu gerak turunnya suatu daratan sehingga permukaan air bahari mengalami kenaikan atau garis pantai bergeser ke arah darat. Contohnya yaitu turunnya pulau-pulau di indonesia kepingan timur. (Kepulauan maluku dari pulau-pulau barat daya hingga ke pulau banda).

a. Gerak epirogenesa
Gerak epirogenesa yaitu gerakan yang mengakibatkan turun naiknya lapisan kulit bumi relatif lambat dan berlangsung usang di suatu tempat yang luas. Gerak ini sering disebut gerak pembentuk benua atau kontinen. Tanda-tanda ini sanggup dilihat pada perubahan garis pantai.

b. gerak epirogenesa positif, yaitu gerak turunnya suatu daratan sehingga permukaan air bahari mengalami kenaikan atau garis pantai bergeser ke arah darat. Contohnya yaitu turunnya pulau-pulau di indonesia kepingan timur (kepulauan maluku dari pulau-pulau barat daya hingga ke pulau banda)

c. Gerak epirogenesa negatif, yaitu naiknya suatu daratan sehingga permukaan air bahari mengalami penurunan atau pantai berpindah ke arah lautan. Contohnya yaitu naiknya pulau buton dan pulau timor.

2. Gerak Orogenesa

Gerak orogenesa yaitu gerakan kulit bumi yang lebih cepat dan mencakupu wilayah yang lebih sempit. Gerakan ini sanggup menghasilkan pegunungan, lipatan, dan pegunungan patahan. Contoh: pembentukan pegunungan-pegunungan yang ada di bumi ini, menyerupai pegunungan andes, rocky mountain, dan sirkum mediterenia.

hasil dari gerak orogenesa sanggup dibedakan menjadi dua sebagai berikut:

a. Daerah lipatan (fold)

lipatan yaitu suatu ketampakan yang diakibatkan oleh tekanan horizontal dan vertikal pada kulit bumi yang bersifat plastis. Beberapa bentuk lipatan sebagai berikut:

1. Lipatan tegak disebabkan oleh tenaga radial, kekuatan yang sama atau seimbang dengan tenaga tangensial

2. Lipatan miring terjadi lantaran arah tenaga horizontal tidak sama atau tenaga radial lebih kecil daripada tenaga tangensial.

3. Lipatan rebah terjadi lantaran arah tenaga horizontal dari suatu arah

4. Lipatan menggantung terjadi akhir tenaga radial sangat kecil sekali dibanding dengan tenaga tangensial.

5. Lipatan berpindah terjadi lantaran hanya tenaga tangensial saja yang bekerja

6. Lipatan isoklinal terjadi lantaran masuknya lembah lipatan ke dalam struktur puncak lipatan akhir tidak seimbangnya tenaga tangensial dan tenaga radial.

b. Daerah patahan (fault)

Patahan yaitu kulit bumi yang patah atau retak akhir dari gerak orogenesa, baik secara horizontal dan atau vertikal.

Beberapa macam bentuk patahan sebagai berikut”
1. Sesar naik atau yang sering dikenal dengan sesar sungkup yaitu bidang patahan yang atap sesarnya seolah-olah bergerak ke atas. Contoh sesar di indonesia aalah sistem patahan di bukit barisa (Dari sumatera utara hingga ke teluk semangko di sumatera selatan). Daerah patahan ini dikenal dengan zona patahan semangko

2. Sesar turun yaitu bidang patahan yang atap sesarnya bergeser turun terhadap ganjal sesar.

3. Sesar mendatar yaitu sesar yang tegak lurus dan bergeser secara horizontal walaupun ada sedikit gerak vertikal. Sesar ini jenis umumnya ditemui di daerah-daerah yang mengalami perlipatan dan pensesaran naik. Contohnya yaitu sesar mendatar terdapat dalam lapisan neogen muda di tempat kafanenanu, timor

4. Horst yaitu lapisan tanah yang terangkat naik sehingga lebih tinggi dibandingkan tempat sekitarnya, sebagai akhir patahnya tempat sekitar.


5. Graben atau slenk yaitu lapisan tanah yang turun sehingga lebih rendah dibandingkan tempat sekitarnya, sebagai akhir patahnya tempat sekitar

Tektonisme yaitu tenaga dari dalam bumi yang mengakibatkan perubahan letak  Pengertian Tektonisme  dan gerakan lempeng tektonik
Pengertian Tektonisme  dan gerakan lempeng tektonik
Tag: Pengertian Tektonisme  dan gerakan lempeng tektonik, Pengertian Tektonisme  dan gerakan lempeng tektonik, Pengertian Tektonisme  dan gerakan lempeng tektonik, Pengertian Tektonisme  dan gerakan lempeng tektonik, Pengertian Tektonisme  dan gerakan lempeng tektonik, Pengertian Tektonisme  dan gerakan lempeng tektonik, Pengertian Tektonisme  dan gerakan lempeng tektonik, Pengertian Tektonisme  dan gerakan lempeng tektonik, Pengertian Tektonisme  dan gerakan lempeng tektonik, Pengertian Tektonisme  dan gerakan lempeng tektonik Pengertian Tektonisme  dan gerakan lempeng tektonik, Pengertian Tektonisme  dan gerakan lempeng tektonik, Pengertian Tektonisme  dan gerakan lempeng tektonik, Pengertian Tektonisme  dan gerakan lempeng tektonik