Pengertian Penelitian Etnografi

0
13
Etnografi yakni suatu bentuk penelitian yang berfokus pada makna sosiologi melalui observasi lapangan tertutup dari fenomena sosiokultural. Biasanya para peneliti etnografi memfokuskan penelitiannya pada suatu masyarakat (tidak selalu secara geografis, juga memerhatikan pekerjaan, pengangguran, dan masyarakat lainnya), pemilihan informan yang mengetahui yang mempunyai suatu pandangan/pendapat perihal banyak sekali acara masyarakat. Para informan tersebut diminta untuk mengidentifikasi informan-informan lainnya yang mewakili masyarakat tersebut, memakai sampling berantai untuk memperoleh suatu kelengkapan informan dalam semua wilayah Empiris penyelidikan. Informan-informan tersebut diwawancarai berulang-ulang, memakai gosip dari informan-informan Sebelumnya untuk memancing penjelasan dan jawaban yang lebih mendalam terhadap wawancara ulang. Proses ini dimaksudkan untuk melahirkan pemahaman-pemahaman kultural umum yang bekerjasama dengan fenomena yang sedang diteliti. Pemahaman-pemaharnan subjektif bahkan kolektif perihal suatu subjek ini sering diinterpretasikan menjadi lebih berarti daripada data objektif (misalnya perbedaan pendapat).
Perlu dicatat bahwa penelitian etnografi sanggup didekati dari titik pandang preservasi seni dan kebudayaan, dan lebih sebagai suatu perjuangan deskriptif daripada perjuangan analitis. Jadi, bagaimana pun penelitian etnografi berfokus pada aspek-aspek analitik ilmu sosial. Dalam fokus ini, penelitian etnografi merupakan suatu cabang dari antropologi budaya. Berikut yakni beberapa definisi perihal penelitian etnografi :
  1. When used as a method, ethnography typically refers to fieldwork (alternatively, participant-observation) conducted by a single investigator who ‘lives with and lives like” those who are studied, usually for a year or more“. (Jolin Van Maanen 1996).
  2. Ethnography literally means “a portrait of a people”.  An etnography is a written description of particular culture – Customs, beliefs, and behavior – based on information collected through fieldwork.” (Marvin Harris and Orna Johnson, 2000). 
  3. Ethnography is the art and science of describing a group or culture. The description may be small tribal grow in an exotic land or a classroom in middle – class suburbia” (David M. Fetterman, 1998) (Genzuk, 2005: 1)

Etnografi yakni suatu metode penelitian ilmu sosial“ Penelitian ini sangat percaya pada ketertutupan atau (up-close), pengalaman pribadi, dan partisipasi yang mungkin, tidak hanya pengamatan, oleh para peneliti yang terlatih dalam seni etnografi. Para etnografer ini sering bekerja dalam tim multidisipliner.

 
Titik fokus (focal point) etnografi sanggup mencakup studi intensif budaya dan bahasa, studi intensif suatu bidang atau domain tunggal, serta adonan metode historis, observasi, dan wawancara. Penelitian etnografi khusus memakai tiga macam pengumpulan data :  wawancara, observasi, dan dokumen. Ini pada gilirannya menghasilkan tiga jenis data: kutipan, uraian, dan kutipan dokumen, menghasilkan dalam suatu produk: uraian naratif. Uraian naratif ini sering mencakup tabel, diagram, dan artefak suplemen yang membantu penceritaan (to tell “the story”) (Hammersley, 1990, dalam Genzuk, 2005: 1).

Etnografi berakar pada bidang antropologi dan sosiologi. Para praktisi cukup umur ini melaksanakan penelitian etnografi di dalam organisasi dan masyarakat dalam segala bentuk. Ahli etnografi melaksanakan studi persekolahan, kesehatan masyarakat, perkembangan pedesaan dan perkotaan, konsumen dan barang konsumsi, serta arena insan mana pun. Sementara itu, secara khusus diubahsuaikan dengan penelitian eksploratoris, etnografi mendukung suatu cakupan luas dari metodologi kualitatif dan kuantitatif, yang bergerak dari “learning” dan “testing” (Agar, 1996, dalam Genzuk, 2005: 1), sedangkan problem penelitian, perspektif, dan teori muncul dan bergeser.

 
Metode etnografi merupakan sarana pencabangan poin-poin pandangan lokal, “data pengetahuan” keluarga dan masyarakat, sarana pengidentifikasian kategori pengalaman insan yang bermakna dari pengalaman insan yang tertutup dan pribadi. Etnografi meningkatkan dan memperluas pandangan atas bawah (top-down) dan memperkaya proses penelitian (inquiry process), menyalurkan pandanan baik dari arus bawah maupun dari arus puncak. Melalui temuan menyerupai itu ahli, etnografi sanggup menginformasikan temuan mereka yang lain dengan perjuangan untuk menghasilkan, sebagai contoh, keputusan kebijakan atau penemuan instruksional dari analisis semacam itu.