Pengertian Evaluasi Kinerja Guru

0
13


Pengertian Penilaian Kinerja Guru

A.    PENDAHULUAN
Penilaian yakni suatu proses pengumpulan, pengolahan, analisis dan interpretasi data sebagai materi dalam rangka pengambilan keputusan. Dengan demikian, dalam setiap kegiatan penilaian, ujungnya yakni pengambilan keputusan. Penilaian kinerja seorang guru tidak hanya berkisar pada aspek huruf individu melainkan juga pada hal-hal yang mengatakan proses dan hasil kerja yang dicapainya ibarat kefektifan dalam proses pembelajaran, ketepatan waktu dalam penyampaian materi selama satu tahun, model dan media pembelajaran yang dipakai dan sebagainya.
Mulai tahun ini pemerintah akan menilai kinerja guru yang akan mensugesti kontribusi profesi dan kenaikan pangkat, Dengan diterapkannya Penilaian Kinerja Guru 2013,  para guru dituntut untuk mempersiapkan diri terutama di beberapa aspek dalam lingkup kompetensi pedagogik dan profesional mereka. Diantara aspek yang dimaksud yakni kegiatan perancangan, pelaksanaan yang meliputi kegiatan awal, inti dan akhir. Sedangkan aspek yang ketiga yakni evaluasi.
Pelaksanaan Penilaian Kinerja Guru meliputi penilaian formatif dan sumatif. Dalam satu tahun pelajaran, sekurang-kurangnya pelaksanaan penilaian kinerja sebanyak dua kali yakni awal tahun pelajaran dan final tahun pelajaran. Artinya setiap semester guru akan dinilai kinerjanya.
Penilaian Kinerja Guru merupakan aspek yang sangat penting dalam pencapaian tujuan pendidikan. Jika ingin mempunyai siswa yang cerdas baik secara jasmani maupun rohani (akal dan akhlak) maka dibutuhkan kualitas yang baik dalam proses pembelajarannya. Dan proses pembelajaran yang baik ditentukan dari unsur pengelolaan pembelajaran dan tak kalah penting dalam pengembangan kompetensi guru.
  
B.     PEMBAHASAN
Pengertian Penilaian Kinerja Guru (PK Guru)
Penilaian kinerja guru (PKG) sanggup diartikan sebagai suatu upaya untuk memperoleh citra wacana pengetahuan, keterampilan, nilai dan perilaku guru dalam melakukan kiprah dan fungsinya, yang ditunjukkan dalam penampilan, perbuatan, dan prestasi kerjanya. Menurut Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009, Penilaian Kinerja Guru adalah penilaian yang dilakukan terhadap setiap butir kegiatan kiprah utama guru dalam rangka training karir, kepangkatan, dan jabatannya.[1] Dalam hal ini kompetensi yang dijadikan dasar untuk penilaian kinerja guru yakni kompetensi pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian, sebagaimana ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Standar Kompetensi Guru.[2] Penguasaan kompetensi dan penerapan pengetahuan serta keterampilan sangat memilih tercapainya kualitas proses pembelajaran, pembimbingan penerima didik, dan pelaksanaan kiprah perhiasan yang relevan yang sesuai dengan fungsi sekolah/madrasah. Untuk itu, perlu dikembangkan sistem penilaian kinerja guru. Sistem PK GURU yakni sistem penilaian yang dirancang untuk mengidentifikasi kemampuan guru dalam melakukan tugasnya melalui pengukuran penguasaan kompetensi yang ditunjukkan dalam unjuk kerjanya. Ini merupakan bentuk penilaian yang sangat penting untuk mengukur kinerja guru dalam melakukan pekerjaannya.[3] 
Dalam garis besarnya, terdapat tiga aspek yang dinilai dalam PKG, yakni: 1) Penilaian kinerja yang terkait dengan pelaksanaan proses pembelajaran bagi guru mata pelajaran atau guru kelas, meliputi kegiatan merencanakan dan melakukan pembelajaran, menilai, menganalisis hasil penilaian, dan melakukan tindak lanjut hasil penilaian. 2) Penilaian kinerja dalam melakukan proses pembimbingan bagi guru Bimbingan Konseling (BK)/Konselor meliputi kegiatan merencanakan dan melakukan pembimbingan, mengevaluasi dan menilai hasil bimbingan, menganalisis hasil penilaian pembimbingan, memanfaatkan hasil evaluasi, dan melakukan tindak lanjut hasil pembimbingan. 3) Penilaian kinerja guru yang terkait dengan kiprah perhiasan yang relevan dengan fungsi sekolah/madrasah.
Ada dua kelompok kiprah perhiasan yakni : 1) Tugas perhiasan yang mengurangi jam mengajar tatap muka (Kepala sekolah/ madrasah, Wakil kepala sekolah, Ketua aktivitas keahlian). 2) Tugas perhiasan yang tidak mengurangi jam mengajar tatap muka, yakni: kiprah perhiasan minimal satu tahun (misalnya menjadi wali kelas), Tugas perhiasan kurang dari satu tahun (misalnya menjadi pengawas penilaian dan penilaian pembelajaran.
Penilaian kinerja guru mempunyai tujuan, salah satunya yaitu meningkatkan efisiensi dan efektivitas kinerja guru dan sekolah. Apabila didalam profil kinerja guru mempunyai angka kredit (nilai) yang baik maka akan tercapainya pendidikan berkualitas dan juga kuat terhadap peningkatan karir guru tersebut. Manfaat dari penilaian kinerja guru yakni untuk memilih banyak sekali kebijakan yang terkait dengan peningkatan mutu dan kinerja guru sebagai ujung tombak proses pendidikan dalam membuat manusia yang cerdas dan berdaya saing tinggi.
Penilaian kinerja guru merupakan pola bagi sekolah/madrasah untuk memutuskan pengembangan karir dan promosi guru. Bagi guru, penilaian kinerja guru merupakan pedoman untuk mengetahui unsur-unsur kinerja yang dinilai dan sebagai sarana untuk mengkaji kekuatan dan kelemahan individu dalam rangka memperbaiki kualitas kinerjanya.
C.    PENUTUP
1.        SIMPULAN
Setelah pembagian terstruktur mengenai mengenai penilaian kinerja guru maka sanggup disimpulkan bahwa penilaian kinerja guru merupakan unsur terpenting dalam upaya pencapaian tujuan pendidikan. Penilaian kinerja guru merupakan suatu proses dengan memakai sistem penilaian yang dirancang untuk mengidentifikasi kemampuan guru dalam melakukan tugasnya melalui pengukuran penguasaan kompetensi yang ditunjukkan dalam unjuk kerjanya. Bagi guru penilaian ini bermanfaat untuk memperoleh citra wacana pengetahuan, keterampilan, nilai dan perilaku guru dalam melakukan kiprah dan fungsinya, yang ditunjukkan dalam penampilan, perbuatan, dan prestasi kerjanya juga sebagai sarana untuk mengkaji kekuatan dan kelemahan individu dalam rangka memperbaiki kualitas kinerjanya. Bagi sekolah penilaian ini berfungsi untuk dijadikan landasan dalam mengambil keputusan terkait dengan peningkatan kualitas pendidikan melalui peningkatan profesionalisme guru yang tentu saja juga berdampak pada pengembangan karir, kepangkatan dan jabatan guru.

D.    DAFTAR PUSTAKA
Badan PSDMPPMP. 2012. Pedoman Pelaksanaan Penilaian Kinerja Guru. (Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan).
Musfah, Jejen. 2011. Peningkatan Kompetensi Guru: Melalui Pelatihan dan Sumber Belajar Teori dan Praktik. (Jakarta: Kencana).
Tim Penyusun. 2010. Pedoman Pelaksanaan Penilaian Kinerja Guru. (Jakarta: Kementrian Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik Dan Tenaga Kependidikan).


[1] Badan PSDMPPMP. Pedoman Pelaksanaan Penilaian Kinerja Guru. (Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2012). Hlm. 5.

[2] Musfah, Jejen. Peningkatan Kompetensi Guru: Melalui Pelatihan dan Sumber Belajar Teori dan Praktik. (Jakarta: Kencana, 2011). Hlm. 134.

[3] Tim Penyusun, Buku Pedoman Pelaksanaan Penilaian Kinerja Guru (Jakarta: Kementrian Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik Dan Tenaga Kependidikan, Tahun 2010), hlm. 3
Nama   : Tri Khoiriyati
NIM    : 20141550010