Pengembangan Model Pembelajaran E-Learning Dan Peningkatan Kualitas Pendidikan Melalui Media Pembelajaran Memakai Teknologi Informasi

0
8


Pengembangan Model Pembelajaran E-Learning Dan Peningkatan Kualitas Pendidikan Melalui Media Pembelajaran Menggunakan Teknologi Informasi. — Teknologi Informasi kini ini mengalami perkembangan yang sangat pesat. Perkembangan yang pesat ini diawali dengan adanya teknologi jaringan (Internet) yang mengubungkan antar jutaan komputer. Selain itu, Teknologi Informasi juga telah menjadi sebuah teknologi yang bersifat universal  atau dengan kata lain bahwa Teknologi Informasi sanggup dimanfaatkan diberbagai  bidang kehidupan manusia, tak terkecuali bidang pendidikan. Bidang pendidikan pada ketika inipun telah mengalami kemajuan yang sangat pesat pula dibandingkan dengan beberapa dekade yang lalu. Pendidikan kini telah mengarah ke pendidikan yang didukung oleh Teknologi Informasi. Hal ini dikarenakan sifat teknologi ini yang sangat membantu proses pembelajaran, bahkan dalam beberapa tahun ke depan setiap sekolah akan memiliki Teknologi Informasi sebagai alat bantu pembelajaran. Alasan ini dikemukakan, sebab kini ini Teknologi Informasi sudah menjadi suatu kebutuhan di setiap sekolah. Adanya Teknologi Informasi tersebut akan menjadikan munculnya suatu paradigma gres dibidang pendidikan.

Paradigma pendidikan yang dahulu bersifat konvensional, kini mulai bergeser menjadi pendidikan yang berbasis Teknologi Informasi. Perubahan-perubahan tersebut antara lain pada metode mengajar, rujukan pembelajaran, media pembelajaran dan lain sebagainya. Pada masa Teknologi Informasi tersebut, memungkinkan siswa bisa saja lebih mengetahui dibandingkan dengan gurunya. Adanya duduk kasus tersebut akan membawa konsekwensi pada guru supaya lebih kreatif dalam menciptakan langkah-langkah pembelajarannya. Diharapkan guru jangan hingga memberikan materi pembelajaran yang sudah lama atau bahkan memberikan materi pelajaran yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan kini ini.   
Sebagai teladan materi pelajaran yang berkaitan dengan tata surya, dulu tata surya terdiri dari sembilan planet, akan tetapi hal tersebut kini telah menjelma delapan planet sebab ternyata Pluto bukanlah sebuah planet sebab tidak sesuai dengan ciri-ciri sebuah planet (www.wikipedia.com). Jika guru masih memakai buku pelajaran lama, maka ia tidak akan sanggup menjawab permasalahan tersebut.  Disinilah perlunya media pembelajaran yang memanfaatkan teknologi isu untuk menjawab dan menjelaskan fenomena tersebut. Melalui Teknologi Informasi, tanggapan dan klarifikasi akan sanggup lebih gampang dipahami oleh siswa. Media pembelajaran yang gampang dipahami siswa yakni memakai multimedia, hal ini dikarenakan sifat multimedia yang melibatkan text, suara, dan gambar.
Pemakaian media pembelajaran sangat membantu dalam kegiatan pembelajaran khususnya pada sekolah dasar hingga sekolah menengah. Dengan media pembelajaran, siswa sanggup lebih memiliki citra yang faktual perihal apa yang dijelaskan oleh guru. Guru harus juga dituntut supaya bisa mempersiapkan media-media ataupun alat peraga pembelajaran. Alat peraga ini sanggup dibentuk dengan peralatan sebetulnya ataupun memakai Teknologi Informasi. Sebuah permasalahan yang ada, kalau memakai media pembelajaran yang sebetulnya adalah: harga yang sangat mahal. Hal ini sanggup diatasi dengan cara menciptakan sendiri media pembelajaran dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki sekolah yaitu laboratorium komputer yang tersambung dengan jaringan internet. Dengan sumber daya ini sanggup dipakai sebagai pendukung untuk menyebarkan media pembelajaran yang lebih baik sehingga siswa sanggup lebih cepat memahami materi yang disampaikan oleh guru. 
Upaya-upaya peningkatan prestasi berguru mahasiswa senantiasa terus dilakukan oleh lembaga  pendidikan  tinggi,  pada  setiap  faktor  yang  dapat meningkatkan  prestasi belajar  mahasiswa.  Terlebih-lebih  dengan  adanya  pemanfaatan  perangkat  teknologi isu dan komunikasi, yang memungkinkan untuk melaksanakan acara berguru dan mengajar lebih efektif.
Pengembangan pendidikan menuju e-learning merupakan suatu keharusan semoga standar mutu  pendidikan  dapat  ditingkatkan,  karena  e-learning  merupakan  satu penggunaan teknologi internet dalam penyampaian pembelajaran dalam jangkauan luas yang  berlandaskan  tiga  kriteria  yaitu:  (1)  e-learning  merupakan  jaringan  dengan kemampuan untuk memperbaharui, menyimpan, mendistribusi dan membagi materi bimbing atau  informasi,  (2) pengiriman hingga ke pengguna  terakhir melalui komputer dengan menggunakan  teknologi  internet yang standar, (3) memfokuskan pada pandangan yang paling  luas  tentang  pembelajaran  di  balik  paradigma  pembelajaran  tradisional (Rosenberg 2001; 28), dengan demikian urgensi teknologi isu sanggup dioptimalkan untuk pendidikan.
Model pembelajaran e-learing meliputi, model-model pengembangan pembelajaran yang memungkinkan untuk dikembangkan memakai perangkat ICT, penelusuran  referensi  lewat  browsing  internet,  content  pembelajaran  yang  tersedia dalam  situs  e-learing  internal,  keaktifan  dan  kreativitas  dosen  dalam mengisi  kontenkonten pembelajaran, kelengkapan materi dan rujukan yang tersedia dalam akomodasi e-learning,  kemudahan  akses  mahasiwa,  serta  tingkat  keaktifan  mahasiswa  dalam melakukan  pembelajaran  menggunakan  e-learing.  Peningkatan  kulitas  pembelajaran sanggup dilihat dari prestasi berguru mahasiswa.