Pengelompokkan Kecendrungan Industri Menurut Jenis Industri

0
8
Pengelompokkan Kecendrungan Industri menurut Jenis Industri – Penentuan lokasi Industri sebagaimana telah diuraikan sebelumnya mempunyai beberapa alternative atau kecendrungan yang didasarkan pada orientasi faktor-faktor produksi yang tersebar di aneka macam lokasi. Faktor-faktor produksi dalam aktivitas industri, diantaranya dipengaruhi oleh : Bahan baku, sumber energi, tenaga kerja, modal, transportasi, dan pasar. Kecendrungan lokasi industri menurut jenis industri sanggup dikelompokkan sebagai berikut :
Pengelompokkan Kecendrungan Industri menurut Jenis Industri Pengelompokkan Kecendrungan Industri menurut Jenis Industri
Pengelompokkan Kecendrungan Industri menurut Jenis Industri
a. Industri yang cenderung ditempakan di lokasi materi baku
Industri yang cenderung ditempakan di lokasi materi baku yaitu industri yang membutuhkan materi baku dalam jumlah yang cukup besar, materi baku yang dipakai tidak rusak/utuh, dan materi baku yang diolah banyak mengalami penyusutan sehingga meringankan biaya pengangkutan.
Pertimbangan yang dipakai untuk menempatkan industri yang berorientasi pada materi baku, diantaranya sebagai berikut :
1. Industri yang mengolah materi baku yang cepat rusak atau busuk, contohnya : industri daging, industri ikan, industri bunga dan industri susu.
2. Industri yang mengolah materi baku dalam jumlah besar atau barang curahan (bulk goods) dan biaya angkutannya cukup mahal, contohnya : industri kayu dan industri pengolahan minyak bumi. Industri kelompok ini mempunyai perbandingan kehilangan berat (weight loss) mencapa 75% atau lebih.
3. Memiliki ketersedian materi mentah yang cukup besar
4. Biaya pengangkutan materi mentah lebih mahal daripada biaya pengangkutan barang jadi
5. Volume produksi lebih kecil dari materi mentah alasannya adanya penyusutan.
b. Industri yang cenderung ditempatkan di kawasan pemasaran
Industri yang cenderung ditempatkan di kawasan pemasaran yaitu industri yang biasanya tidak mengalami kesulitan dalam penggunaan materi baku atau gampang diperoleh di kawasan sekitaranya. Misaalnya : Industri perakitan, industri makanan, dan industri konveksi.
Pertimbangan yang dipakai untuk menempatkan industri yang berorientasi pada kawasan pemasaran, diantaranya yaitu sebagai berikut :
1. Jika dalam pembuatan barang industri, perbandingan kehilangan (Susut) berat mencapai nol persen, biaya angkut untuk barang jadi lebih mahal daripada biaya angkut untuk barang mentah. Misalnya : industri roti alasannya sehabis diolah beratnya tidak berbeda dengan materi mentahnya.
2. Jika materi mentah/baku gampang diperoleh. Misalnya : Industri air mineral, alasannya air higienis dianggap gampang diperoleh.
3. Jika barang yang dihasilkan memerlukan ongkos tinggi alasannya ukuran relative lebih besar. Misalnya : Industri peti dan industri mebel.
4. Jika barang yang dihasilkan selalu mengalami perubahan yang cepat alasannya kaitannya dengan model dan mode yang sedang berkembang. Misalnya: Industri konveksi.
5. Jika biaya angkut barang jadi lebih mahal daripada bianya angkut materi mentah/baku.
6. Jika produksi yang dihasilkan gampang rusak dan tidak tahan lama
7. Jika barang dihasilkan memerlukan pemasaran yang luas
8. Jika materi baku yang dipakai tahan lama.
c. Industri yang cenderung ditempakan di pusat-pusat konsetrasi penduduk
Industri yang cenderung ditempatkan di pusat-pusat konsentrasi penduduk yaitu industri yang memerulkan tenaga kerja yang banyak. Industri ini biasanya berlokasi di tempat pemusatan tenaga kerja, terutama tenaga kerja yang murah dan terampil. Adapun industri yang memerlukan tenaga kerja dengan keahlian yang khusus dalam julamh yang banyak diantaranya industri kain batik dan industri kain bordir.
d. Industri yang cenderung ditempatkan di lokasi sumber tenaga/energy
Industri yang cenderung ditempatkan di lokasi sumber tenaga/energi yaitu industri yang banyak memerlukan sumber tenaga (listrik, minyak bumi, batubara, gas dan air). Misalnya : Industri peleburan baja/besi, industri pembangkit listriktenaga air (PLTA) dan industri pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).
e. Industri yang cenderung ditempatkan dengan orientasi pada biaya pengangkutan
Industri yang cenderung ditempatkan dengan orientasi pada biaya pengangkutan yaitu industri yang memerlukan sarana atau jaringan transportasi yang gampang dan baik, sehingga tidak menganggu jalur pemasaran. Industri ini biasanya industri yang memerlukan materi mentah, pengolahan dan pemasaran pada satu tempat yang sama. Misalnya : Industri air kemasan atau air karbonasi.
f. Industri yang berorientasi pada modal
Industri yang berorientasi pada modal yaitu industri yang biasanya mempunyai produksi yang besar dan sangat vital secara ekonomis, dan mempunyai pasar yang luas serta strategis untuk menarik modal asing. Misalnya : Industri farmasi dan alat-alat kesehatan.
g. Industri yang berorientasi pada teknologi
Industri yang berorientasi pada teknologi yaitu industri yang membutuhkan tenaga kerja dengan keahlian khusus dan terdidik, seta telah menerapkan teknologi adaptif. Misalnya : Industri pertanian, industri perikanan, industri pariwisata, dan industri perhotelan.
h. Industri yang berorientasi pada peraturan dan perundang-undangan
Industri yang berorientasi pada peraturan dan perundang-undangan yaitu industri yang memerlukan akomodasi dalam perizinan dan sistem perpajakan. Misalnya relokasi industri Negara maju ke Negara-negara berkembang umumnya sangat memperhatikan orientasi peraturan perizinan dan perpajakan. Jika izin mereka gak dipersulit dan terlalu mahal pajaknya, maka Negara maju tidak akan mendirikan industri di Negara berkembang.
i. Industri yang berorientasi pada lingkungan

Industri yang berorientasi pada lingkungan yaitu industri yang tidak merusak lingkungan, dengan cara memakai teknologi atau proses industri yang ramah lingkungan. Cirinya hemat materi baku dan sumber energy, serta tidak mencemari lingkungan,tetapi mempunyai nilai hemat yang tinggi.
Tag: Pengelompokkan Kecendrungan Industri menurut Jenis Industri, Pengelompokkan Kecendrungan Industri menurut Jenis Industri, Pengelompokkan Kecendrungan Industri menurut Jenis Industri, Pengelompokkan Kecendrungan Industri menurut Jenis Industri, Pengelompokkan Kecendrungan Industri menurut Jenis Industri, Pengelompokkan Kecendrungan Industri menurut Jenis Industri, Pengelompokkan Kecendrungan Industri menurut Jenis Industri, Pengelompokkan Kecendrungan Industri menurut Jenis Industri, Pengelompokkan Kecendrungan Industri menurut Jenis Industri, Pengelompokkan Kecendrungan Industri menurut Jenis Industri, Pengelompokkan Kecendrungan Industri menurut Jenis Industri, Pengelompokkan Kecendrungan Industri menurut Jenis Industri, Pengelompokkan Kecendrungan Industri menurut Jenis Industri, Pengelompokkan Kecendrungan Industri menurut Jenis Industri, Pengelompokkan Kecendrungan Industri menurut Jenis Industri