Penerapan Sekolah Kreatif Untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Penerima Didik

0
11
Penerapan Sekolah Kreatif Untuk Meningkatkan Kemampuan Motorik Peserta Didik – Sekolah kreatif mempunyai misi meningkatkan mutu pendidikan dasar sesuai dengan perkembangan, meningkatkan prestasi dibidang minat talenta sesuai dengan potensi anak, mempunyai keunggulan, imajinatif, kreatif, dan inovatif berkarakter, religi, demokrasi, dan enjoy. Pada sekolah kreatif terkandung kiprah untuk mengoptimalkan kemampuan siswa secara teoritis maupun praktik supaya mereka sanggup survive di kala globalisasi dengan memanfaatkan kreatifitas keterampilan mudah yang dimilikinya sebagai hasil pembelajaran di sekolah.[1] 
 Sekolah juga merupakan suatu sistem yang kompleks alasannya yaitu selain terdiri atas input-proses-output juga mempunyai akuntabilitas terhadap konteks pendidikan dan outcome sekolah kreatif merupakan salah satu bentuk organisasi dan struktur yang sederhana dalam organisasi sekolah terjadi interaksi antar anggotanya antara lain guru, siswa, kepala sekolah, orang renta siswa, yang ditunjang oleh sarana prasarana. Sebagai sebuah organisasi. Proses mempunyai tingkat kepentingan satu tingkat lebih rendah dari output, dan input mempunyai tingkat kepentingan dua tingkat lebih rendah dari output.[2] 

Sebagaimana tujuan pendidikan secara umum, sekolah kreatif mempunyai tujuan pendidikan ditempuh secara bertingkat. Seperti tujuan intermediary (sementara atau antara), yang dijadikan batas target kemampuan yang harus dicapai dalam proses pendidikan pada tingkat tertentu untuk mencapai tujuan akhir.
Dalam dunia pendidikan, Prinsip pendidikan mempunyai empat pilar yang menciptakan orang harus berguru untuk tahu, berguru untuk berbuat, berguru untuk menjadi, dan berguru untuk hidup gotong royong di dalam masyarakat, saling menghargai dan menghormati perbedaan di antara sesama atas dasar kesetaraan dan toleransi. 

BACA JUGA :Implementasi Model Pembelajaran Tematik Pada Pendidikan Dasar (SD)

 

     Perkembangan psikomotorik yaitu perkembangan pengendalian jasmaniah melalui acara sentra syaraf, urat syaraf, dan otot yang terkoordinasi. Pengendalian tersebut berasal dari perkembangan refleksi dan acara massa yang ada pada waktu lahir.
      Perkembangan bentuk acara psikomotorik yang berbeda sejalan dengan perkembangan tempat (areas) sistem syaraf yang berbeda. Karena perkembangan sentra syaraf yang lebih rendah, yang bertempat dalam urat syaraf tulang belakang, pada waktu lahir berkembangnya lebih baik ketimbang pusat, maka gerak reflek pada waktu lahir lebih baik dikembangkan dengan sengaja ketimbang dibiarkan berkembang sendiri.
 Baca
Sekolah yang kreatif senantiasa responsif dan adaptif terhadap perkembangan lingkungan yang kompleks dan penuh ketidakpastian. Layanan pembelajaran merupakan urusan utama sekolah yang menjadi patokan, terjadi atau tidaknya perubahan kemampuan siswa sebagai representasi dari upaya-upaya yang dilakukan guru dan administrasi sekolah. Oleh alasannya yaitu itu, layanan pembelajaran sekolah kreatif ditujukan pada penciptaan sekolah sebagai organisasi pembelajaran (learning organization).
Salah satu kunci dari model sekolah kreatif yaitu pada metode pembelajaran yang diberikan oleh guru di kelas. Oleh alasannya yaitu itu, maka sekolah kreatif lebih bertumpu pada bagaimana seorang guru sanggup mengimplementasi terciptanya pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan.


[1]  Aan Komariah dan Cepi Triatna,  Visionary Leadership, ( Jakarta: Bumi aksara, 2006), hal. 53

[2] Ibid. hal. 1-2