Pendekatan Dalam Administrasi Kelas. Bab 2.

0
11
Pendekatan dalam Manajemen Kelas — Terdapat aneka macam pendekatan dalam administrasi kelas. Berikut ini disajikan beberapa pendekatan dalam administrasi kelas :
6. Pendekatan Perubahan Tingkah Laku.
Pendekatan perubahan tingkah laris dalam administrasi kelas diartikan sebagai suatu proses untuk mengubah tingkah laris penerima didik di dalam kelas. Peranan guru yaitu membuatkan tingkah laris penerima didik yang baik, dan mencegah tingkah laris yang kurang baik. Pendekatan menurut perubahan tingkah laris (behavior modification approach) ini bertolak dari sudut pandangan psikologi behaviora. Pendekatan tingkah laris yang baik atau kasatmata harus dirangsang dengan memperlihatkan kebanggaan atau hadiah yang menjadikan perasaan bahagia atau puas. Sebaliknya, tingkah laris yang kurang baik dalam melakukan jadwal kelas diberi hukuman atau eksekusi yang akan menjadikan perasaan tidak puas dan pada gilirannya tingkah laris tersebut akan dihindari oleh penerima didik.
7. Pendekatan Sosio Emosional.
Pendekatan sosio-emosional dalam administrasi kelas akan tercapai secara optimal apabila hubungan antar langsung yang baik berkembang di dalam kelas. Hubungan tersebut mencakup hubungan antara guru dengan penerima didik, serta hubungan antar penerima didik. Dalam hal ini, guru merupakan kunci dalam pengembangan hubungan tersebut. Oleh alasannya yaitu itu, sudah seharusnya guru membuatkan iklim kelas yang baik melalui pemeliharaan hubungan antar langsung di kelas, baik antara guru dengan penerima didik maupun antar penerima didik. Untuk terciptanya hubungan guru dengan penerima didik yang positif, perilaku mengerti dan perilaku mengayomi dari guru terhadap penerima didik sangat diperlukan. Sedangkan untuk terciptanya hubungan yang serasi antar penerima didik, maka setiap penerima didik perlu diberikan pemahaman perihal pentingnya untuk saling memahami, menghargai, dan saling bekerja sama antar penerima didik. Dalam tataran yang lebih teknis, hal tersebut bisa dilakukan melalui pembentukan kelompok mencar ilmu yang komposisi anggota penerima didiknya berubah ubah sesuai dengan materi pelajaran yang diberikan, sehingga setiap penerima didik mempunyai kesempatan yang sama untuk saling mengenal temannya. 

8. Pendekatan Kerja Kelompok.
Pendekatan kerja kelompok dalam administrasi kelas memandang tugas guru sebagai pencipta terbentuknya kelompok mencar ilmu yang ada di kelas. Kelompok mencar ilmu tersebut membutuhkan keterampilan guru untuk menerapkan seni administrasi dalam penciptaan kelompok mencar ilmu yang produktif dan efektif. Selain itu, guru perlu membuatkan kondisi kelompok mencar ilmu yang tetap aman dalam mengikuti setiap proses mencar ilmu dan pembelajaran yang dilaksanakan di kelas. Untuk menjaga kondisi kelas tersebut guru harus sanggup mempertahankan semangat yang tinggi, mengatasi konflik, dan mengurangi masalah-masalah pengelolaan.

9. Pendekatan Elektis atau Pluralistik.
Pendekatan elektis (electic approach) dalam administrasi kelas menekankan pada potensi, kreatifitas, dan inisiatif dari wali atau guru kelas untuk menentukan aneka macam pendekatan yang sempurna dalam aneka macam situasi yang dihadapi di kelas. Pendekatan elektis memungkinkan guru untuk memakai aneka macam pendekatan dalam situasi yang dihadapi di kelas. Pendekatan elektis disebut juga dengan pendekatan pluralistik, yaitu pengelolaan kelas dengan memanfaatkan aneka macam macam pendekatan dalam rangka membuat dan mempertahankan kondisi mencar ilmu yang efektif dan efisien. Guru berperan untuk menentukan dan menggabungkan secara bebas aneka macam pendekatan dalam administrasi kelas, yang diadaptasi dengan kemampuan yang dimilikinya dalam administrasi kelas. 
10. Pendekatan Teknologi dan Informasi.
Pendekatan teknologi dan gosip dalam administrasi kelas berasumsi bahwa pembelajaran tidak cukup hanya dengan aktivitas ceramah dan transfer pengetahuan, bahwa pembelajaran yang modern perlu memanfaatkan penggunaan teknologi dan gosip di dalam kelas. Pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi sangat dibutuhkan oleh penerima didik sesuai dengan perkembangan jaman. Pemanfaatan teknologi dan gosip yaitu basis dalam pengembangan pembelajaran di dalam kelas, baik dalam pengaturan kelas dengan alat teknologi tersebut (praktik), maupun kelas yang di atur dengan alat teknologi yang memungkinkan penerima didik sanggup mempelajari apa yang diinginkannya dengan pemberian alat teknologi tersebut. Guru perlu memahami bahwa pembelajaran teknologi dan gosip tidak hanya terfokus pada teknologi komputer saja. Terdapat aneka macam alat lainnya yang juga bisa dimanfaatkan dalam melakukan aktivitas pembelajaran, contohnya teknologi telepon, faksimile, video berteknologi tinggi, dan aneka macam alat lainnya. Guru perlu memahami bahwa teknologi sanggup menyediakan informasi; membangun pengetahuan dan keterampilan penerima didik; serta menyediakan saluran Sumber mencar ilmu lainnya. Guru berkepentingan untuk menentukan dan menentukan teknologi dan gosip apa yang dibutuhkan, terutama kaitannya dengan kepentingan spesifikasi aktivitas mencar ilmu yang harus dilakukan oleh penerima didik serta hasil yang ingin dicapai. Pembelajaran berbasis teknologi dan gosip akan mempermudah proses pembelajaran.
Judul Buku : Manajemen Kelas
Penulis : Euis Karwati, S.Kom, M.Pd dan Donni Juni Priansa, S.Pd, SE, SS, MM
Halaman : 13 – 15