Pemilihan Kepala Tempat Serentak Harus Mengutamakan Kualitas

0
11
Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2015 : Utamakan Kualitas — Konsolidasi demokrasi kini merupakan tahapan yang akan dilalui di negeri ini, hal ini lantaran Indonesia akan melaksanakan event  Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah). Pada beberapa bulan yang lalu,  pemilihan kepala tempat sebagai pecahan dari pesta rakyat Indonesia itu hamper ditiadakan lantaran keluarnya  Undang- Undang MD3 yang dikeluarkan pihak  DPR dalam meniadakan pemilihan kepala tempat secara langsung. Akan tetapi, PERPPU (Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang) untuk mengganti  UUMD3 diteken  oleh Presiden SBY pada ketika itu, dalam rangka  mempertahankan tumpuan pemilihan kepala tempat langsung  yang telah berjalan semenjak 2004. Oleh lantaran  itu, pemilihan kepala tempat langsung  patut dihargai oleh rakyat Indonesia dalam memilih arah kebijakan dan pembangunan di setiap daerah.
Sebab lain  kenapa  pemilihan kepala tempat sangat  penting lantaran Kepala Daerah ialah pemimpin rakyat di wilayah tempat masing – masing, apabila  Presiden Indonesia tak memunyai kewenangan yang besar dalam menuntaskan masalah  setiap daerah, maka para pemimpin tempat pihak yang bisa memberkan kebijakan kemana tujuan pembangunan di tempat itu. Oleh lantaran itu, calon kepala tempat yang mempunyai kemampuan dan memenuhi impian rakyat sangat dibutuhkan. Tak mengherankan jikalau rakyat  perlu memahami  siapa calon Kepala Daerah tersebut.
Namun, hal demikian bertolak belakang dengan ketidaksiapan pemilihan kepala daerah, sehingga pro dan kontra terhadap pemilihan kepala tempat terus bermunculan . Pro lantaran pemilihan kepala tempat disinyalir bisa menawarkan efisiensi  bagi pemerintah dalam mengadakan pilkada. Kontra, lantaran kurang adanya persiapan pemilihan kepala tempat dari KPU. Bagaimana perilaku yang harus diambil rakyat Indonesia?
Saya meyakini jikalau kualitas harus diutamakan terlebih dahulu dibanding  unsur lainnya. Beberapa aspek kualitas ialah mencakup visi misi yang harus disiapkan calon kepala tempat untuk diperkenalkan kepada masyarakat, transparansi yang terbuka kepada seluruh  komponen demi mengurangi aspek Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN), persiapan akomodasi dalam mengadakan pemilihan kepala daerah, sanksi keterbukaan  dalam pesta pemilihan kepala tempat tersebut. Berikut, saya akan menjelaskan hal di atas  satu per satu :  
Pertama, mengenalkan calon kepala tempat kepada masyarakat. Seorang calon kepala tempat yang mempunyai kemampuan ialah mereka yang memahami mau dibawa kemana tempat tersebut harus dibangun. Mereka harus mengetahui kekurangan dan kelebihan dari tiap daerah, dalam rangka memermudah pembentukan seni administrasi pembangunan daerah. Disamping itu, kehadiran tentangan calon kepala tempat lain akan mengakibatkan setiap calon kepala tempat untuk berkompetisi  membawa balasan terbaik  dan penyelesaian masalah  untuk tempat tersebut. Apabila syarat itu tak terpenuhi, saya piker pemilihan kepala tempat tersebut tak menawarkan hasil yang lebih baik pada masyarakat. 
Kedua, persiapan sarana dan prasarana. Pemilihan kepala tempat ialah pesta rakyat, oleh lantaran itu persiapan yang baik harus dikerjakan secara efisien dan efektif. Seluruh  masyarakat harus mengetahui tetek bengek acara Pilkada yang akan dilaksanakan dengan lengkap. Dari mulai pengenalan calon, tata cara dari Pemilihan kepala daerah, waktu dan tempat pelaksanaan butuh sosialisasi. Hal ini demikian sangat penting dalam ramgka mengurangi jumlah pemilih yang tidak memakai hak suaranya (golput).
Ketiga, transparansi dan keterbukaan. Sudah menjadi diam-diam umum jikalau ingin  menjadi seorang kepala daerah, finansial ialah pecahan dari aspek  yang menentukan. Uang bisa menjadi pelicin supaya calon kepala tempat lancer dan gampang menjadi  kepala daerah, dengan beberapa cara yang halal hingga tidak halal. Oleh lantaran itu, transparansi dan keterbukaan menjadi sesuatu  yang pantas untuk  dipertahankan. Dalam peraturannya setiap calon kepala tempat harus menawarkan rincian biaya kampanye supaya bisa diawasi oleh KPK dan PPATK. Jika hal demikian dilakukan, maka pemilihan kepala tempat bisa dilaksanakan secara adil, dan taka da  pihak  yang dirugikan.
Ketiga hal tersebut seyogyanya harus ada dalam event pemilihan kepala tempat supaya kualitas pilkada tetpa berjalan dengan baik. Apabila belum memnuhi aspek tersebut maka disrankan supaya pilkada ditunda terlebih dahulu sehingga sanggup memperbaiki kekurangan yang ada. Namun tentu tidak semua orang bisa mendapatkan penundaan pilkada lantaran satu dan lain hal, oleh lantaran itu, penyelenggara pilkada harus sekuat tenaga untuk memperbaiki kualitas pemilihan kepala daerah.
Oleh : Kevin