Motivasi : 2 Pekerja Berbeda Yang Dirasakan

0
14
2 PEKERJA BERBEDA YANG DIRASAKAN
           

            Tersebutlah seorang kaya raya di suatu tempat, dia begitu rajin untuk bekerja. Hari-harinya dipenuhi target-target dan target. Kehidupannya selalu dipenuhi dengan hal-hal mewah, mobil, rumah, makanan. Hidupnya kebanyakan habis di kantor, dikelilingi dengan desingnya bunyi komputer, dan berisiknya bunyi kendaraan yang berlalu lalang.

            Kehidupannya sangatlah menyenangkan bagi orang yang melihatnya, namun tidak dengan apa yang dia rasakan. Ia lelah dengan semua itu. Ia bahwasanya ingin bebas, tak mau terbelenggu dengan semua pekerjaan itu.

            Di lain tempat, di sebuah desa, ada seorang petani yang hidupnya sederhana. Hari-harinya juga sibuk bekerja, mencangkul, menyiangi rumput dan menanam biji-bijian. Hidupnya dikelilingi oleh udara segar, angin sepoi-sepoi, kicauan burung dan indahnya panorama alam. Petani itu senang sekali dengan kehidupannya.

            Diantara 2 teladan di atas, berdasarkan anda apa yang menimbulkan kedua orang itu berbeda, mengapa orang kaya bekerja dikantoran hidupnya sanggup menyebalkan, sedangkan si petani hidupnya bahagia? Coba tebak, apakah berdasarkan anda alasannya yaitu si pekerja kantor tidak hidup bebas, sedangkan si petani hidup di alam bebas yang menyenangkan?

            Itu semua salah, kunci kebahagiaan si petani yaitu ‘pikirannya’.

            Yah, pikiran yaitu hal yang absurd sekali, pikiran sanggup menciptakan sesuatu yang manis menjadi pahit dan sanggup pula menciptakan yang pahit menjadi manis
.
            Sebenarnya pemain pertama yang bekerja di kantor hidupnya sudah sangat menyenangkan, siapa yang tidak mau hidup kaya, serba kecukupan. Namun orang itu pemikirannya tidak mengarah ke sisi baiknya, dia hanya sibuk memikirkan ke arah buruknya.

            Hidup memang begitu, saat kita sibuk memikirkan hal buruk, maka yang buruklah yang akan nampak, namun saat kita fokus ke arah yang menyenangkan, keluarga, teman dan lain sebagainya, maka yang baguslah yang akan nampak.

            Kita tidak akan sanggup menikmati hasil yang kita dapat, pabila pikiran kita sibuk mengarah ke sesuatu yang belum kita dapat.

            Dr. Samuel Johnson menyampaikan “Kebiasaan melihat sisi baik dari semua peristiwa, jauh lebih berharga daripada mendapat penghasilan seribu pounsterling dalam setahun”.

Quote

“Pikirkan hal baik, maka yang baik akan menampakkan diri”