Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Divisions (Stad)

0
12
Model Pembelajaran Kooperatif Student Teams Achievement Divisions (STAD) — STAD merupakan metode kooperatif yang paling mudah bagi pendidik yang gres permulaan memakai pendekatan kooperatif. Secara garis besar, dalam STAD mencakup lima kegiatan utama, yakni presentasi kelas, pembentukan tim, kuis, penilaian kemajuan mencar ilmu individual, dan penghargaan pada tim. Sebagaimana dikemukakan Slavin (1994: 71) “STAD consists of five major components: class presentations, teams, quizzes, individual improvement scores, and team recognition.” Penjelasannya sebagai berikut :
  1. Presentasi kelas : Materi pelajaran dalam STAD pada awalnya dikenalkan oleh pendidik dalam presentasi kelas. Hal ini berupa pembelajaran eksklusif atau sebuah diskusi kelas dipimpin pendidik, sanggup juga berupa presentasi dengan audio visual. Presentasi kelas dalam STAD berbeda dengan presentasi kelas pada umumnya, dimana pendidik harus menfokuskan pada unit-unit STAD. Siswa harus memperhatikan dengan penuh selama presentasi kelas, lantaran dengan demikian akan membantu dalam kuis, dan nilai kuis tiap siswa memilih nilai tim mereka.
  2. Teams : Tim terdiri dari 4-5 siswa yang merepresentasikan keragaman prestasi belajar, jenis kelamin, dan etnik. Dalam penelitian ini kelompok terdiri dari 5 siswa. Fungsi utama tim yaitu untuk meyakinkan bahwa semua anggota tim sanggup belajar, dan menyiapkan kelompok untuk sanggup bekerja baik dalam kuis. Setelah pendidik mempresentasikan materi, tim mengerjakan lembar kerja (worksheet) atau bahan yang lain. Yang sering terjadi, siswa mendiskusikan duduk masalah bersama, membandingkan jawaban, dan mengkoreksi banyak sekali miskonsepsi kalau mitra dalam satu tim (teammates) menciptakan kesalahan. Keberadaan tim merupakan hal terpenting dalam STAD, utamanya bagaimana menempatkan anggota tim biar sanggup bekerja terbaik bagi tim dan bagaimana tim membantu anggota-anggotanya. Anggota tim menunjukkan dorongan terhadap mitra sebaya untuk perbaikan prestasi akademik yang dipandang penting dalam kegiatan belajar, juga menunjukkan perhatian bersama bagi hasil mencar ilmu semacam korelasi antar kelompok, harga diri, dan penerimaan pendapat-pendapat sesama anggota kelompok.
  3. Kuis :Setelah pendidik melaksanakan presentasi siswa melaksanakan diskusi kelompok untuk menguasai bahan pelajaran, siswa mengerjakan kuis individual. Kuis dalam konteks ini juga berfungsi sebagai penilaian kemajuan mencar ilmu siswa. Dalam mengerjakan kuis ini siswa dihentikan saling membantu. Oleh lantaran itu setiap siswa merespon bahan pelajaran secara individual. Dalam penelitian ini, kuis berupa lembar format penilaian prestasi individual untuk mengetahui penguasaan setiap anggota tim terhadap bahan yang dibahas.
  4. Individual improvement score : Tujuan peningkatan nilai individual ini yaitu biar setiap anggota tim sanggup mencapai tujuan prestasi  dengan bekerja keras dan bekerja lebih baik dari pada yang telah dilakukan. Setiap siswa sanggup berkontribusi maksimum terhadap kelompoknya kalau mereka bekerja terbaik. Setiap siswa menunjukkan nilai dasar (base score) yang didapat dari rata-rata prestasi yang telah dicapai pada kuis yang sama. Siswa lalu menerima poin (nilai) bagi tim mereka.
  5. Team Recognition  : Tim sanggup mendapatkan akta atau hadiah lain kalau rata-rata nilai melebihi suatu kriteria tertentu. Dalam konteks penelitian ini kriteria penilaian mengacu pada kurikulum AIK, yakni kalau siswa memperoleh nilai minimal 70, yang berarti  minimal siswa telah merampungkan belajarnya sebesar 70% dari sasaran kompetensi yang ditentukan. Nilai kelompok (tim) diperoleh dari rata-rata nilai keseluruhan anggota tim dalam satu kelompok. Rata-rata nilai tim terbesar di antara tim yang ada berhak mendapatkan hadiah dari pendidik.
Adapun acara kegiatan pembelajaran dalam STAD terdiri dari satu siklus kegiatan pembelajaran, yakni  : 
  • Pembelajaran : Penyajian materi, dilakukan secara online memakai video
  • Tim studi : Pembentukan tim dan diskusi kelompok dengan mengerjakan kertas kerja yang dibentuk pendidik untuk menguasai materi, dilakukan secara online.
  • Tes : Siswa melaksanakan kuis (evaluasi) individual, dilakukan secara online
  • Pengakuan/penghargaan tim : Skor tim merupakan akumulasi dari skor individual, dan pinjaman sertifikasi/penghargaan kepada tim dengan skor tertinggi.