Metode – Metode Dalam Pendidikan Pranatal (Sebelum Kelahiran)

0
11
Metode – metode Dalam Pendidikan Pranatal (Sebelum Kelahiran). — Metode Pendidikan Pranatal telah usang dipraktikkan melalui pelaksanaan ritual ritual ibadah, namun dikenal secara formal dan sistematik gres dikenal belakangan ini. Pada tahun 1980-an.Untuk itu peneliti akan memperkenalkan beberapa metode yang bisa dipakai dalam pendidikan pranatal guna menunjukkan stimulasi atau rangsangan terhadap perkembangan bayi.
Metode-metode Pendidikan Pranatal yang sanggup dilakukan ialah sebagai berikkut:

1. Metode do’a

Doa merupakan instrumen yang sangat ampuh untuk menggambarkan kesuksesan sebuah perbuatan. Bagi seorang Muslim, berdoa berarti senantiasa menumbuhkan semangat dan optimis untuk meraih harapan dan ketika yang bersamaan membuka pintu hati untuk menggantungkan sepenuh hati akan sebuah selesai yang baik di sisi Allah.
Metode do`a ini dilakukan pada semua tahap, aksesori zigot, embrio dan fetus. Dan untuk tahapan fetus ada beberapa aksesori yaitu ketika si anak berada dalam kandungan hendaknya diikutsertakan melaksanakan berdo‟a secara gotong royong dengan ibunya atau ayahnya.

2. Metode ibadah

Besar sekali efek yang dilakukan ibu dengan melaksanakan metode-metode ibadah ini bagi anak dalam kandungan. Selain melatih kebiasaan-kebiasaan aplikasi kegiatan ibadah juga akan menguatkan mental spiritual dan keimanan anak sehabis nanti lahir, tumbuh dan berkembang dewasa.

Ditinjau dari segi kesehatan, setiap gerakan dalam shalat memiliki manfaat besar bagi kesehatan. Terutama untuk persiapan menghadapi persalinan, khususnya mengenai gerakan sujud.

Gerakan sujud bagi perempuan yang akan melahirkan ialah otot-otot perut berkontraksi dengan baik ketika pinggul dan pinggang terangkat melampaui kepala dan dada. Kondisi ini secara otomatis melatih organ disekitar perut untuk mengejan lebih dalam dan lebih lama. Hal ini sangat membantu dalam proses persalinan seorang perempuan. Dengan demikian, seseorang yang akan melahirkan memiliki nafas yang panjang dan kemampuan untuk mengejan dengan baik. Sungguh, kesemuanya ini sangat diharapkan semoga seorang sanggup melahirkan dengan normal dan indah.

Ketika seseorang melaksanakan sujud, maka pembuluh darah di otak mendapatkan banyak pasokan oksigen sehingga sangat bermanfaat bagi kecerdasan. Selain itu, posisi jantung yang di atas kepala memungkinkan darah mengalir maksimal ke otak. Dengan demikian, memacu kerja sel-selnya. Semua itu juga bermanfaat bagi seorang perempuan yang akan melahirkan.

Pada ketika sujud, beban badan pecahan atas bertumpu pada lengan sampai telapak tangan. Gerakan ini menciptakan kontraksi pada otot dada. Dengan berkontraksinya otot dada secara teratur pada ketika sujud, sanggup memperbaiki kelenjar air susu yang sungguh bermanfaat bagi sang bayi kalau telah dilahirkan.

3. Metode membaca dan menghafal
a. Metode Membaca
Membaca merupakan salah satu cara yang paling utama untuk memperoleh banyak sekali informasi penting dan ilmu pengetahuan. Anak dalam kandungan pada usia 20 ahad (5 bulan) atau lebih sudah bisa menyerap informasi selalui pengalaman-pengalaman stimulasi atau sensasi yang diberikan ibunya. Namun demikian, tingkatannya masih sangat fundamental dan sederhana. Jika dikatakan kepada anak dalam kandungan sebuah kata “tepuk” sambil melaksanakan sensasi kepadanya, maka ia akan bisa mendengarkan dan menyerap informasi tersebut dengan tingkat penerimaan bunyi “t-e-p-u dan k”.Pelatihan membaca bagi bayi pranatal berbeda dengan pembinaan membaca bagi anak dewasa, pembinaan membaca tidak bisa dilakukan pribadi memakai satu kalimat atau bahkan satu paragraf, pembinaan membaca dilakukan perkata semoga bayi sanggup mendapatkan stimulasi yang diberikan.

 
b. Metode Menghafal
Cara menghafal bisa juga dilakukan dengan proteksi visualisasi kata yang akan dihafal. Bisa juga dengan gerakan yang membantu mengingat kata tersebut atau dengan benda yang sanggup membantu mengingat si ibu kata tersebut sambil tetap melibatkan bayi dalam kandungannya. membacakan ayat-ayat Al-qur‟an dengan berulang-ulang kali sampai hafal betul.Menghafal sanggup dilakukan dengan cara mengulang-ulang membacakan ayat Al-Qur‟an pada anak dalam kandungan, oleh kedua orang bau tanah (calon ibu atau ayah), orang lain, bahkan mendengarkan rekaman.

4. Metode zikir
Zikir ialah acara sadar pada setiap waktu atau sewaktu-waktu. Sebagaimana kita ketahui, zikir umum ialah waspada dan ingat bahwa ia berstatus sebagai hamba Allah di mana setiap kegiatannya tiada lain ialah dedikasi diri kepada Allah semata dalam keseluruhan waktunya.
secara psikis Zikir sanggup menenangkan kondisi jiwa ibu hamil, pada masa itu cobaan yang dialami seorang ibu sangat berat. Kondisi jiwa hening dan stabil sangat dibutuhkan bagi ibu hamil.

5. Metode instruktif

Memberikan kode kepada bayi untuk melaksanakan sesuatu perbuatan yang lebih kreatif dan mandiri. Bayi pranatal pada umumnya hanya bisa bergerak beberapa gerakan menyerupai memutar dan yang sering dilakukan bayi ialah menendang perut ibunya. Inilah ketika yang sempurna untuk menunjukkan kode pada bayi, menyerupai rujukan dengan mengajak bicara atau menanyakan suatu pertanyaan.

6. Metode obrolan
Metode ini sangat bermanfaat sekali bagi sang bayi, sebab selain sanggup berinteraksi dan berkomunikasi dengan baik dan saling mengenal dengan mereka yang diluar rahim. Jauh lebih dari itu, sang bayi akan tumbuh dan berkembang akan menjadi anak yang penuh percaya diri dan mencicipi pertalian rasa cinta, kasih dan saying dengan mereka. 

7. Metode bermain dan bernyanyi
Metode ini cukup dilakukan sederhana saja, menyerupai langkah-langkah berikut ini. Ketika anak dalam kandungan mulai menendang perut si bayi atau berputar-putar si sekitar perut, maka si ibu hendaknya menyambut dengan kata-kata yang anggun dan penuh kasih sayang. Katakan sesuatu perkataan manis, atau paling tidak bahasa tertawa atau tersenyum, riang dan bahagia. Lakukan beberapa kali sampai ia berhenti menendang perut ibu. Kemudian si ibu hendaknya mengakhiri permainan ini dengan menunjukkan alunan bunyi merdu, berupa lagu-lagu indah, syair-syair yang bernuansa riang besar hati sehingga si bayi betul-betul tertidur atau tidak menendang.