Metode Analisis Data Dalam Penelitian

0
10
Operasionalisasi penelitian berdasarkan masalahnya, berhadapan dengan banyak model. Ada model penelitian lapangan (field research) untuk memecahkan masalah-masalah empirik, baik dilakukan dalam rangka penelitian murni (pure research) atau mungkin dalam rangka melakukan penelitian pesanan (project research). Ada juga model penelitian perpustakaan (library research) untuk jenis penelitian teoritik, yang beroriantesi pada studi literatur. Dalam analisisnya, penelitian sanggup bersifat deskriptif untuk menggambarkan, menjelaskan, atau menegaskan hasil penelitian yang diharapkan, sesuai tujuannya. Bisa juga bersifat korelatif, bila penelitian dilakukan untuk menemukan hubungan antara satu variabel sebagai tanda-tanda (x) dengan variabel lain yang diduga mempunyai korelasi, sebagai variabel (y). atau mungkin analisis peneltian bersifat komparatif, dikala seorang peneliti bermaksud membandingkan suatu fenomena dengan fenomena lain yang diduga mempunyai persamaan dan perbedaan, sehingga sanggup ditemukan juga dimana letak kelebihan dan kelemahan masing-masing.
Baca juga : Filsafat penelitian Dalam Bingkai Agama

Sebelum analisis data dilakukan, peneliti melakukan proses pengolahan data, sebagai materi analisis. Kegiatan megolah data dilakukan sehabis peneliti simpulan melakukan pengumpulan data, dengan cara menyeleksi hasil observasi dan wawancara mendalam yang mungkin berceceran, alasannya ialah itu pelru dipilah dan diseleksi, gres kemudian mengedit dan memberi isyarat (coding). Tugas utama pengolahan data ialah mengedit (editing), yakni meneliti kembali catatan impulsif selama berada di lapangan, mengingat dan mentransfer semua kejadian yang dialami dilokasi menjadi catatan-catatan sistematis, untuk mengetahui apakah itu cukup baik dan segera sanggup disiapkan bagi keperluan proses berikutnya. Mengklasifikasikan data yang masuk serta membuat kategori-kategori berdasarkan sub kajian sesuai permasalahan dan rumusan masalahnya. Editing diharapkan dalam rangka meningkatkan reliabilitas data yang hendak diolah dan dianalisis, dengan mempertimbangkan hal-hal berikut: (1) Lengkapnya informasi; (2) Keterbacaan tulisannya atau catatan; (3) Kejelasan makna jawaban; (4) Keajegan dan kesesuaian satu sama lain; (5) Relevansi jawaban; (6) Keseragaman satuan data.

Apabila tahap editing telah simpulan dilalui, catatan-catatan tanggapan sanggup dipandang sudah cukup rapih, serta memadai untuk menghasilkan data yang baik dan cermat. Maka langkah pengolahan data berikutnya ialah aktivitas coding, yakni perjuangan mengklasifikasikan jawaban-jawaban para responden, berdasarkan macam-macamnya. Kalsifikasi itu dilakukan dengan cara menandiai masing-masing tanggapan dengan isyarat tertentu, lazimnya dalam bentuk angka. Setiap macam tanggapan atau kategori tanggapan mempunyai angka isyarat tersendiri. Dengan demikian membubuhkan isyarat pada suatu tanggapan tertentu hakikatnya membuat kategori-kategori.

Baca juga :  Sejarah Mitologi dan Pengertian mitologi dalam lingkup penelitian