Menyingkap Energi Konkret Di Dalam Menulis

0
11
Menyingkap Energi Positif Di Dalam Menulis — Menulis di level multi dimensional menyerupai bermain layang-layang di atas perbukitan. Karena lebih banyak angin layang-layang menjadi lebih gampang ‘’diangkasakan’’. Bekerja di level tersebut (lihat kontak interlegos) berbagai energi yang masuk di jiwa kita. Enegi inilah yang menciptakan proses penulisan menjadi penuh gairah dan tantangan. Menulis dalam situasi penuh gairah menciptakan batin kita hidup, kreatif, dan balasannya banjir panggilan dan komitmen.
Anda sanggup melihat suasana menyerupai ini pada jiwa bayi yang sedang berguru berjalan. sesudah berhasil tengkurap, duduk, berguru berdiri, si bayi tidak pernah lelah untuk mencoba satu impian lagi: yakni berguru berjalan. rasa sakit akhir jatuh tak mereka hiraukan, alasannya begitu semangatnya mereka dalam mencoba tentang baru. Fokus perhatiannya hanya pada “bagaimana saya sanggup berjalan!” dan beliau tidak peduli dengan yang lainnya. Kaki mau lecet, tumit mau sakit, beliau tidak peduli. Kalimat tersebut merasuk ke dalam jiwa bayi dan mejadi energi faktual yang membangun dirinya untuk terus mencoba. Sosok ibu nampaknya patut pula untuk kita jadikan suri contoh sebagai sosok yang kaya akan energi positif.
Saya mempersilahkan kepada anda untuk bertanya kepada mereka para bapak, bagaimana janji seorang ibu kepada anak – anaknya. Sejak hamil 9 bulan, kemudian 24 bulan menyusui, lantas 5 tahun mengurusi anda ketika anda masih balita, pengorbanan para ibu sungguh luar biasa. Itulah yang dinamakan energi positif. Para ibu itu bekerja di level multi dimensional.
Sering kali seorang ibu terbangun tengah malam hanya lantaran tangisan bayi nya. Ia bangun, dan energi faktual lah yang mengalihkan budi otaknya dari perasaan enaknya tidur malam menuju rasa kasih sayang. Bekerja menurut energi faktual sangatlah mengasyikkan. Dalam menulis, seharusnya anda pun berlaku demikian, gali energi faktual tersebut, sehingga menulis ialah ruang penuh kecintaan yang pernah anda temukan. Mind writing, menuntun anda ke jalan itu. Saya ingin bertanya kepada anda, di jenjang pendidikan manakah anda merasa sangat terkesan?
Bila anda benar – benar menjawab pertanyaan di atas denga sangat jujur, maka anda akan menajwab : Taman Kanak-kanak hingga SD kelas 3. Di masa itu, para pengajar kita memperlihatkan pengetahuan dengan sangat menyentuhnya. Mereka benar benar mentransfer kasih sayang kepada kita. Sebab mereka paham, pentingnya menanam budi pekerti di usia – usia semasa itu.
Dorongan –dorongan itulah yang menjadikan para pengajar tidak mau bertindak kasar. Dan dorongan menyerupai itu, berasal dari energi positif. Energi faktual menciptakan para guru bertindak santun, dan energi faktual menciptakan kenangan masa Taman Kanak-kanak hingga SD kelas 3 anda menjadi sangat mengesankan.  Wanita tiada sanggup disaingi dalam hal di atas. Tapi mereka setiap detik berdoa penuh harap. Dan bertolak jauh dengan mereka kaum pria.
Kunci menulis baik ialah berangasan dan posting. Setelah anda menemukan materi paling unik, ciptakanlah kepedulian yang mendalam, hingga anda merasa prihatin dan sedih, dan ingin segera walk the walk.
Paham mendalam, prihatin, dan ingin memperbaiki (yang terangkum dalam persyaratan seorang intelektual), ialah kunci yang juaga menyemangati anda dalam menulis. Proses ini akan menjdikan proses menulis anda terasa fun, menyenangkan, punya greget. Dan yang terpenting, berkesan di dalam pengalaman mental anda.
Penulis sarankan, benahi dulu aspek psikologis ini, gres sesudah psiologisnya benar, teori kognitif (tata bahasanya) akan bermanfaat untuk anda. Tata bahasa (mind writing) akan saling menerangi.  Era internet memungkinkan anda mengikuti dan berburu insiden dunia dari kamar anda. Makara sangat janggal apabila di kala internet menyerupai ketika ini, ada bantalan an kesulitan menulis lantaran tidak adanya bahan, kurang rangsangan ide, atau tidak tahu kedalaman permasalahannya. Jika janji dan energi sanggup dimatangkan melalui pendekatan materi yang menarik, diujung pencapaian akan tercapai juga keunggulan gaya ungkap sebagai mana biasa dibahas dalam pelajaran tata bahasa.
Sumber :   
Buku : Mind Writing. Penulis Herien Priyono. hal. 98 – 101