Mengungkap Jenis Kelamin King Arthur Di Fate Series

0
158
Dari sekian banyak seri Fate yang telah diubahsuaikan menjadi anime, niscaya akan menyinggung tokoh yang satu ini. Servant kelas Saber (Pengguna Pedang) yang identitasnya yakni Raja Arhur atau Arhuria Pendragon yang merupakan tokoh yang sangat penting terutama di Fate/Zero dan tiga rute Fate/stay night.
Pada awalnya, seri Fate dimulai dengan anime berjudul Fate/stay night yang diproduksi oleh Studio Deen pada tahun 2006. Setelah anime tersebut sukses kemudian muncullah beberapa seri lain yang diubahsuaikan dari banyak sekali media menyerupai Visual Novel (VN), Light Novel (LN), dan game dengan awalan judul Fate kemudian diikuti oleh simbol garis miring ” / ” kemudian judul animenya. Pada Fate/stay night, anime ini berlatar belakang pada tahun 2004 dimana pada ketika itu terjadi Perang Cawan Suci kelima (5th Holy Grail War).
Baca Juga : Urutan Fate Series
Di dongeng Fate/stay night, awalnya tidak terjadi sebuah perdebatan alasannya yakni identitas servant kelas Saber yang dipanggil oleh sang abjad utama tidak disebutkan nama aslinya sehingga nama yang dipanggil yakni Saber. Namun seiring berjalannya anime berjumlah 24 episode tersebut mulai mengungkapkan identitasnya, dengan sebuah pedang legendaris berjulukan Excalibur yang tak lain hanya dimiliki oleh Raja Arhur dari Britania. Dan sesudah identitas Saber ini diungkapkan mulailah terjadi perdebatan alasannya yakni pada anime tersebut Raja Arthur yakni seorang wanita.
Bagi yang telah membaca Visual Novel-nya mungkin tidak terlalu mengejutkan namun berbeda bagi yang hanya menonton serial TV-nya saja. Satu hal lagi yang menciptakan penonton resah dengan jenis kelamin Raja Arhur yakni ketika di masa lalunya, dalam anime produksi Studio Deen tersebut diperlihatkan masa kemudian dari Arhuria Pendargon tepatnya pada episode 21 dimana Raja Arhur membunuh Mordred, pada ketika ini Mordred memanggil Raja Arhur dengan sebutan “Ayah“. Seperti yang kita ketahui, Ayah yakni sebutan bagi orang renta berjenis kelamin pria sedang di seri Fate sangat terperinci bahwa Raja Arhur diperlihatkan sebagai seorang wanita.
Pada anime Fate/stay night memang kita tidak mendapat titik terang perihal asal undangan dari Arthuria Pendragon selain kelasnya sebagai Saber, bahkan servant kelas Archer pada anime tersebut tidak disebutkan identitasnya sehingga menyisakan sebuah misteri lain. Pada Oktober 2011, anime berjudul Fate/Zero mulai tayang. Cerita Fate/Zero ini berlatar belakang 10 tahun yang kemudian sebelum Fate/stay night atau pada tahun 1994 dimana ketika itu terjadi Perang Cawan Suci Keempat.
Fate/Zero ini diproduksi oleh studio yang berbeda, kali ini anime tersebut diproduksi oleh ufotable dengan grafis yang sangat fantastis. Fate/Zero ini dibagi menjadi dua musim. Bagi yang telah menonton Fate/stay night buatan Deen sebelumnya, anime ini mengungkapkan beberapa misteri yang telah ditinggalkan pada pendahuluan menyerupai asal undangan ayah angkat dari Emiya Shirou sampai alasan kenapa Emiya Shirou dapat menjadi master dari Raja Arhur.
Pada Fate/Zero ini lagi-lagi menampilkan Raja Arhur bahkan Raja Arhur menjadi Saber lagi namun dengan master yang berbeda. Sempat disinggung juga ketika Emiya Kiritsugu yang merupakan master dari Saber terkejut ketika memanggilnya sebagai servant alasannya yakni Raja Arthur ternyata yakni seorang wanita. Sebagai informasi tambahan, Saber pada Fate/Zero yakni satu-satunya servant dengan jenis kelamin wanita.
Sebelumnya pada Desember 2011, muncul sebuah anime singkat berjudul Fate/Prototype. Anime tersebut hanya berupa OVA (Original Video Animation) atau episode bonus. Pada anime ini, menceritakan sebuah versi awal dari Fate/stay night dan hanya ada 1 episode berdurasi 12 menit bahkan Fate/Prototype ini malah menyerupai sebuah Trailer atau PV (Promotional Video), anime ini berbeda dengan seri Fate lainnya bahkan di anime ini tidak disebutkan identitasnya semua servant-nya kecuali kelas Saber yang yakni Raja Arthur, namun khusus di anime ini saja Raja Arhur berjenis kelamin pria sehingga menambah resah para penonton seri Fate. Namun tidak usah dipikirkan alasannya yakni anime ini hanya versi prototipe atau versi awal dari Fate/stay night.
Kemudian pada tahun 2014, ufotable mengambil alih Fate/stay night. Banyak yang menerka bahwa Fate/stay night versi ufotable hanyalah versi remake (buatan ulang) namun ternyata anime yang diberi judul Fate/stay night : Unlimited Blade Works menjanjikan sebuah alur dongeng yang berbeda dan akan mengungkapkan misteri dari identitas servant kelas Archer milik Tohsaka Rin bahkan judul anime tersebut diambil dari Noble Phantasm (Hougou) milki servant tersebut. Namun, misteri perihal jenis kelamin Raja Arhur masih abu-abu.
Pada tahun 2017, kali ini giliran A-1 Pictures yang memproduksi seri Fate dan anime tersebut berjudul Fate/Apocrypha. Anime ini berbeda dengan seri Fate sebelumnya yang hanya menampilkan 7 servant, tidak tanggung-tanggung di Fate/Apocrypha ini menampilkan 14 servant yang terbagi menjadi dua faksi, merah dan hitam. Di salah satu faksi, kita dikejutkan dengan salah satu servant kelas Saber. Namun, kali ini Saber bukanlah Raja Arhur tetapi anaknya yang berjulukan Mordred. Hampir sama dengan Fate/Zero, master dari Saber terkejut ketika memanggil Saber yang ternyata yakni seorang wanita.
Pada episode 6 di Fate/Apocrypha, kita dikejutkan dengan munculnya Raja Arhur. Padahal sebelumnya sudah dijelaskan bahwa Fate/Apocrypha yakni dunia alternatif dari Fate/stay night sehingga bencana Perang Cawan Kelima tidak terjadi. Fate/Apocrypha ini mengambil jalan dongeng yang berbeda sesudah Perang Cawan Suci Ketiga sehingga di sini Fate/Zero dan Fate/stay night tidak ada. Dengan anime yang mulai tayang semenjak 2 Juli 2017 ini kita mendapat beberapa titik terang perihal asal undangan Raja Arhur dan Mordred.
Di Fate/Apocrypha, Mordred yakni anak dari Raja Arhur dan ibunya yakni Morgan le Fey. Seperti yang sudah aku bahas di atas bahwa Raja Arhur yakni seorang perempuan namun Mordred memanggilnya dengan sebutan Ayah dan punya seorang ibu yang juga seorang wanita. Berdasarkan Type-Moon Wiki, Raja Arhur bahwasanya yakni perempuan namun alasannya yakni seorang raja harus punya keturunan maka ia meminta pertolongan kepada penyihir berjulukan Merlin sehingga memiliki kelamin ganda (Futanari), ketika dalam keadaan ini saudari Arhur yaitu Morgan memanfaatkan peluang ini dan mengeluarkan sperma dari Arhur dan menanamkannya ke dalam rahimnya dan mengandung anak yang nantinya diberi nama Mordred. Karena tidak dengan keadaan normal, maka Mordred menjadi seorang tiruan homunculus (manusia buatan) dari Raja Arhur sehingga pertumbuhannya sangat cepat namun umurnya sangat pendek. Oleh alasannya yakni itu, Mordred memanggil Raja Arthur dengan sebutan Ayah.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa Raja Arhur di seri Fate yakni seorang wanita kecuali di Fate/Prototype. Lalu mungkin kalian bertanya-tanya kenapa seorang raja yakni perempuan bukan ratu. Kita kembali lagi ke Fate/stay night buatan studio Deen, di sana ada satu episode yang mengatakan masa kemudian dari Arhuria Pendragon yang akan mencabut sebuah pedang dari batu, mungkin kisah ini sudah kalian ketahui dengan banyak sekali versi. Arhuria pada ketika ini dapat mencabut pedang berjulukan Caliburn dengan gampang dan otomatis menjadikannya sebagai Raja, alasannya yakni barang siapa yang mencabut pedang yang tertancap itu maka ia akan memimpin Britania atau Raja. Sedangkan Ratu pada ketika itu lebih identik sebagai pendamping Raja sehingga pada ketika itu, Raja Arthur dipasangkan dengan Guinevere.