Mengenal Media Gambaran Dan Pemanfaatan Gambaran Penginderaan Jauh

0
6
Mengenal Media Citra dan Pemanfaatan Citra Penginderaan Jauh – Hai sahabat segala Fakta, Hari ini kita berguru wacana Mengenal Media Citra dan Pemanfaatan Citra Penginderaan Jauh :
– Mengenal media citra
Mengenal Media Citra dan Pemanfaatan Citra Penginderaan Jauh Mengenal Media Citra dan Pemanfaatan Citra Penginderaan Jauh
Mengenal Media Citra dan Pemanfaatan Citra Penginderaan Jauh
Citra sanggup dibedakan atas gambaran foto (photographyc image) atau foto udara dan gambaran non foto (non-photograpic image).
1. Citra foto
Citra foto ialah gambar yang dihasilkan dengan memakai sensor kamera. Citra foto sanggup dibedakan atas beberapa jenis, antara lain sebagai berikut :
a. Foto Ultraviolet ialah foto yang dibentuk dengan memakai spectrum ultraviolet bersahabat dengan panjang gelombang 0,29 mikrometer. Cirinya, tidak banyak isu yang disadap. Kelebihannya, untuk beberapa objek dari foto ini gampang pengenalannya alasannya ialah mempunyai kekontrasan yang besar. Foto ini sangat baik untuk mendeteksi tumpahan minyak di laut, membedakan atap logam yang tidak dicat, jaringan jalan aspal, dan batuan kapur.
b. Foto ortokromatik ialah foto yang dibentuk dengan memakai spectrum tampak, dari kanal biru sampai hijau (0,4 – 0,5 mikrometer). Cirinya, banyak objek yang tampak jelas. Foto ini bermanfaat untuk studi pantai alasannya ialah filmnya peka terhadap objek di bawah permukan air sampai kedalama kurang lebih 20 meter. Foto ini sangat baik untuk survey vegetasi alasannya ialah daun hijau tergambar dengan kontras.
c. Foto pankromatik ialah foto yang memakai seluruh spectrum tampak, mulai dari warnam merah sampai ungu. Kepekaan film hampir sama dengan kepekaan mata manusia. Cirinya, pada warna objek sama dengan kesamaan mata manusia. Foto ini sangat baik untuk mendeteksi pencemaran air, kerusakan akhir banjir, serta penyebaran air tanah dan air permukaan.
D, Foto inframerah orisinil (true infrared photo) ialah foto yang dibentuk dengan memakai spectrum inframerah bersahabat sampai panjang gelomban 0,9 – 1,2 mikrometer yang dibentuk secara khusus. Cirinya, sanggup mencapai bab dalam daun, sehingga rona pada foto inframerah tidak ditentukan oleh warna daun tetapi oleh sifat jaringannya. Foto ini baik untuk mendeteksi banyak sekali jenis flora termasuk flora yang sehat atau sakit.
e. Foto inframerah modifikasi ialah foto yang dibentuk dengan inframerah bersahabat dan sebagian spectrum tampak pada kanal merah dan sebagian kanal hijau. Dalam foto ini, objek tidak segelap apabila kita memakai film infamerah sebenarnya, sehingga sanggup dibedakan dengan air.
2. Berdasarkan sumbu kamera atau arah sumbu kamera ke permukaan bumi
a. Foto vertikal atau foto tegak (orto photograph) ialah foto yang dibentuk dengan sumbu kamera tegak lurus terhadap pemukaan bumi.
b. Foto condong atau foto miring (oblique photograph) ialah foto yang dibentuk dengan sumbu kamera menyudut terhadap garis tegak lurus ke permukaan bumi. Sudut ini umumnya sebesar 10 derajat atau lebih besar. Tapi jika sudut condongnya masih berkisar antara 1-4 derajat, foto yang dihasilkan masih digolongkan sebagai foto vertikal. Foto condong masih dibedakan lagi menjadi :
1. Foto agak condong (low oblique photograph) yaitu apabila cakrawala tidak tergambar pada foto.
2. Foto sangat condong (high oblique photograph) yaitu apabila pada foto tampak cakrawalanya.
3. Berdasarkan sudut liputan kamera
Paine (1981) membedakan gambaran foto menurut sudut liputan (angular coverage) atas 4 jenis
4. Berdasarkan jenis kamera yang digunakan
a. Foto tunggal ialah foto yang dibentuk dengan kamera tunggal. Tiap tempat liputan foto hanya tergambar oleh satu lembar foto.
b. Foto jamak ialah beberapa foto yang dibentuk pada ketika yang sama dan menggambarkan dareah liputan yang sama. Pembuatannya ada tiga cara, yaitu:
1. Multi kamera atau beberapa kamera yang masing-masing diarahkan ke satu sasaran.
2. Kamera multi lensa atau satu kamera dengan beberapa lensa
3. Kamera tunggal berlensa tunggal dengan pengurai warna
Foto jamak dibedakan lebih jauh lagi, ke dalam 2 macam :
1. Foto multispektural ialah beberapa foto untuk tempat yang sama dengan beberapa kamera, atau satu kamera dengan beberapa lensa masing-masing, lensa memakai grup band (saluran) yang berbeda yaitu biru, hijau, merah serta inframerah pantulan.
2. Foto dengan kamera ganda ialah pemotretan di suatu tempat dengan memakai beberapa kamera dengan jenis film yang berbeda. Misalnya: pankromatik dan inframerah.
5. Berdasarkan warna yang digunakan
a. Foto berwarna semu (false color) atau foto inframerah berwarna. Pada foto berwarna semu, warna objek tidak sama dengan foto. Misalnya, vegetasi yang berwarna hijau dan banyak memantulkan spectrum inframerah, tampak merah pada foto.
b. Foto warna orisinil (True color) ialah foto pankromatik berwarna. Pada foto berwarna asli, warna objek sama dengan warna foto.
6. Berdasarkan sistem wahana
a. Foto udara ialah foto yang dibentuk dari pesawat/balon udara
b. Foto satelit atau foto orbital ialah foto yang dibentuk dari satelit.
2. Citra non foto
Citra non foto ialah gambaran yang dihasilkan oleh sensor bukan kamera. Citra non foto dibedakan atas banyak sekali macam dasar pembedanya, antara lain sebagai berikut :
a. menurut spectrum elektromagnetik yang digunakan
1. Citra inframerah thermal ialah gambaran yang dibentuk dengan spectrum inframerah thermal. Penginderaan pada spectrum ini, perbedaan suhu objek dan daya pancarnya pada gambaran tercermin dlam bentuk beda rona atau beda warnanya.
2. Citra radar dan gambaran gelombang mikro ialah gambaran yang dibentuk dengan spectrum gelombang mikro. Citra radar merupakan hasil penginderaan dengan sistem aktif yaitu dengan sumber tenaga buatan, sedangkan gambaran gelombang mikro dihasilkan dengan sistem pasif yaitu dengan memakai sumber tenaga alamiah.
b. Berdasarkan sensor yang digunakan
1. Citra tunggal ialah gambaran yang dibentuk dengan sensor tunggal, yang salurannya lebar.
2. Citra multispektural adsalah gambaran yang dibentuk dengan sensor jamak, tetapi salurannya sempit. Citra ini terdiri atas :
a. Citra RBV (Return Beam Vidicon), sensornya berupa kamera yang balasannya tidak dalam bentuk foto alasannya ialah detektornya bukan film dan prosesnya non fotograpik.
b. gambaran MSS (Multi spectral scanner), sensornya sanggup memakai spectrum tampak maupun spectrum inframerah thermal. Citra ini sanggup dibentuk dari pesawat udara.
c. Berdasarkan wahana yang digunakan
1. Citra dirgantara (airbone image) ialah gambaran yang dibentuk dengan wahana yang beroperasi di udara (Dirgantara) . Contoh : Citra inframerah thermal, gambaran Radar dan Citra MSS. Citra dirgantara ini jarang digunakan.
2. Citra satelit (satellite/spaceborne image) ialah gambaran yang dibentuk dari antariksa atau angkasa luar. Citra ini dibedakan lagi atas penggunaanya, yaitu ;
a. Citra satelit untuk penginderaan planet. Contoh gambaran satelit Viking (AS), Citra satelit Venera (Rusia)
b. Citra satelit untuk penginderaan cuaca. Contoh : NOAA (AS) Citra meteor (Rusia)
c. Citra satelit untuk penginderaan sumber daya bumi. Contoh : Citra Landsat (AS0, Citra Soyuz (Rusia) dan gambaran SPOT (Perancis)
d. Citra satelit untuk pendinderaan laut. Contoh :  Citra seasat (AS), Citra MOS (Jepang).
– Pemanfaatan Citra Penginderaan Jauh

Mengenal Media Citra dan Pemanfaatan Citra Penginderaan Jauh Mengenal Media Citra dan Pemanfaatan Citra Penginderaan Jauh
Mengenal Media Citra dan Pemanfaatan Citra Penginderaan Jauh
Pada ketika ini, pemanfaatan jasa penginderaan jauh cenderung meningkat. Kebutuhan insan terhadap pentingnya data dan isu yang akurat wacana permukaan bumi, telah menjadi pemicu bagi perkembangan dan kemajuan teknologi penginderaan jauh tersebut.
Pemanfaat jasa penginderaan jauh dalam banyak sekali sector kehidupan sampaumur ini, antara lain sebagai berikut :
1. Bidang Meteorologi
Pada bidang ini penginderaan jauh dimanfaat untuk hal-hal sebagai berikut :
a. Mengamati iklim suatu daerah, yaitu melalui pengamatan tingkat perawanan dan kandungan air dalam udara
b. Membantu analisis cuaca dan peramalannya, yaitu dengan memilih tempat tekanan tinggi dan tempat tekanan rendah
c. Mengamati sistem contoh angin permukaan
d. Memetakan data meteorology dan klimatologi
2. Bidang Hidrologi
Pada bidang ini penginderaan jauh dimanfaatkan antara lain untuk :
a. Pemantau tempat ajaran sungai (DAS) dan konservasi sungai
b. Pemetaan luas tempat dan intensitas banjir
c. Mengamati kecepatan ajaran sungai
d. Mengamati arah ajaran sungai
3. Bidang Oceanografi
Pada bidang ini penginderaan jauh dimanfaatkan untuk hal-hal sebagai berikut :
a. Pengamatan pasang surut dan gelombang air laut
b. Studi perubahan pantai, pengikisan dan sedimentasi
c. Pemetaan potensi sumber daya laut
4. Bidang geologi
Pada bidang ini penginderaan jauh dimanfaatkan antara lain untuk :
a. penentuan struktur batuan suatu wilayah
b. Pemantauan wilayah bencana
c. Pemetaan tempat gunung api
5. Bidang geomorfologi
Pada bidang ini penginderaan jauh dimanfaatkan antara lain untuk :
a. Mengamati bentuk, panjang dan arah lereng
b. Mengamati kekasaran lereng
c. Mengamati gerak massa batuan
d. Mengamati beda ketinggian
e. Mengamati bentuk lembah
6. Bidang pertanian
Pada bidang ini penginderaan jauh dimanfaatkan antara lain untuk :
a. Mengetahui jenis tanah
b. Mengetahui sifat fisik tanah
c. Mengetahui flora yang terjangkit hama
d. Mengetahui kandungan air dalam tanaman
7. Bidang Perencanaan
Pada bidang ini penginderaan jauh dimanfaatkan antara lain untuk :
a. Menentukan arah pengembangan suatu wilayah.
b. Menentukan lokasi pembangunan
c. Menentukan model pengembangan suatu wilayah.

Tag : Mengenal Media Citra dan Pemanfaatan Citra Penginderaan Jauh, Mengenal Media Citra dan Pemanfaatan Citra Penginderaan Jauh Mengenal Media Citra dan Pemanfaatan Citra Penginderaan Jauh, Mengenal Media Citra dan Pemanfaatan Citra Penginderaan Jauh, Mengenal Media Citra dan Pemanfaatan Citra Penginderaan Jauh Mengenal Media Citra dan Pemanfaatan Citra Penginderaan Jauh, Mengenal Media Citra dan Pemanfaatan Citra Penginderaan Jauh, Mengenal Media Citra dan Pemanfaatan Citra Penginderaan Jauh, Mengenal Media Citra dan Pemanfaatan Citra Penginderaan Jauh, Mengenal Media Citra dan Pemanfaatan Citra Penginderaan Jauh