Mengapa Kita Resah, Linglung, Sempit Rezeki, Dan Sulit Berbahagia?

0
29

Pernahkah suatu ketika kalian merasa resah gelisah di hati? Atau merasa pikiran buntu tanpa ide?. Susah menangkap suatu pembelajaran dan tidak dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik? anda sering mengalaminya? 

Sebagai insan biasa, sangat masuk akal kadangkala kita mencicipi hal demikian, akan tetapi apabila hal tersebut frekuensinya menjadi sering bahkan tanpa disadari menjadi suatu kebiasaan, maka hal ini menjadi problem serius yang menjadikan kehidupan seseorang menjadi berantakan, memperburuk rezeki, tidak mencicipi kebahagian, dan pastinya akan mempersuram masa depan.
Penyebab
Pertanyaannya, apa yang menjadikan hal itu terjadi?. Saya sendiri juga pernah mengalami hal demikian. Apalagi pekerjaan saya yang  menuntut saya untuk selalu berpikir kreatif, maka sehari saja  pikiran saya buntu dan tanpa inspirasi, dapat jadi saya kelihatan sibuk bekerja di depan komputer, tetapi sebetulnya tanpa menghasilkan hal yang berkualitas alias  melakukan hal yang sia-sia. Menurut pengalaman saya, kondisi menyerupai itu terjadi ketika saya sebelumnya telah melaksanakan perbuatan dosa atau perbuatan maksiat.  Apabila kita segera bertobat dan menjauhi perbuatan dosa tersebut, maka Insha Alloh hati dan pikiran kita akan kembali membaik. Apabila kita konsisten dan istiqomah melaksanakan amal kebaikan dan  menjauhi perbuatan dosa, maka kita akan mendapat sesuatu yang disebut “Al-Hikmah” atau kebijaksanaan, pikiran yang jernih, dan pemahaman  yang bagus. 
Kondisi sebaliknya, dikala seseorang melaksanakan perbuatan dosa, dan enggan meninggalkan perbuatan tersebut yang menjadikan dirinya karam terus-menerus dalam perbuatan dosa, maka kondisi resah dan linglung ini akan terus menerus menghiasi kehidupannya. Hal ini tentu saja mempengaruhi kondisi lainnya menyerupai kondisi kesehatan memburuk, rezeki yang sempit, dan yang paling berbahaya yaitu keimanan seseorang yang akan semakin menipis dan hilang. 
Solusi
Bagaimana semoga terlepas dalam kondisi yang menyedihkan tersebut?  Tidak ada cara lain ya segera bertobat dan meninggalkan jauh-jauh perbuatan dosa dan maksiat. Manusia yaitu ciptaan Tuhan, jika mau selamat dan hidup bahagia, ya harus hidup sesuai dengan pedoman yang diberikan, melaksanakan perintah dan menjauhi laranganNya. Ya sesederhana itu memang, tetapi dalam praktiknya di kehidupan tidaklah gampang dan menjadi tantangan berat serta goadaan tiada selesai  sampai selesai zaman kelak. Kita sebagai insan diberi kebebasan menentukan jalan mana yang kita tempuh di dunia ini. Semoga kita semua senantiasa diberi petunjuk dan keistiqomahan hati dalam meniti jalan kebaikan yang menghantarkan kita kepada kebahagian sejati di dunia dan akhirat. Aamiin..