Manusia Sebagai Makhluk Berbudaya

0
10
Manusia sebagai makhluk berbudaya 
Bahasa insan berasal dari kata “manu” (Sanskerta), “mens” (Latin), yang berarti berpikir pandai budi atau makhluk yang pandai budi. Secara istilah insan sanggup diartikan sebuah gagasan atau realitas, sebuah kelompok (genus) atau seorang individu. 
Dalam hubungannya dengan lingkungan, insan merupakan suatu organisme hidup (living organisme). Terbentuknya pribadi  seseorang dipengaruhi oleh lingkungan bahkan secara ekstrim   sanggup dikatakan, setiap orang berasal dari satu lingkungan, baik lingkungan vertical (genetika, tradisi), horizontal (geografik, fisik, sosial), maupun kesejarahan. Oleh alasannya yaitu itu lingkungan memiliki imbas besar terhadap insan itu sendiri.
Kata budaya merupakan bentuk beragam kata budi-daya yang berarti cipta, karsa, dan rasa. Sebenarnya kata budaya hanya digunakan sebagai kependekan kata kebudayaan, yang berasal dari Bahasa Sangsekerta budhayah yaitu bentuk jamak dari budhi yang berarti budi atau akal. Budaya atau kebudayaan dalam Bahasa Belanda di istilahkan dengan kata culturur. Dalam bahasa Inggris culture. 
Sedangkandalam bahasa Latin dari kata colera. Colera berarti mengolah, mengerjakan, menyuburkan, dan membuatkan tanah (bertani). Kemudian pengertian ini berkembang dalam arti culture, yaitu sebagai segala daya dan acara insan untuk mengolah dan mengubah alam. Menurut Wattimena (2011: 39) budaya berasal dari bahasa Latin colere yang memiliki arti merawat, memelihara, dan menjaga.
Definisi budaya dalam pandangan Ahli-ahli antropologi merumuskan definsi budaya sebagai berikut:
Linton: 1940, mengartikan budaya dengan: Keseluruhan dari pengetahuan, sikap dan contoh sikap yang merupakan kebiasaan yang dimiliki dan diwariskan oleh anggota suatu masyarakat tertentu.
Kluckhohn dan Kelly: 1945 beropini bahwa budaya adalah: Semua rancangan hidup yang tercipta secara historis, baik yang eksplisit maupun implisit, rasional, irasional, yang ada pada suatu waktu, sebagai pemikiran yang potensial untuk sikap manusia.
Pengertian Kebudayaan berdasarkan E B Tylor, Kebudayaan yaitu kompleks yang meliputi pengetahuan, kepercayaan, moral, hukum, kesenian, adat-istiadat serta kebiasaan-kebiasaan yang didapatkan oleh insan sebagai anggota dari masyarakat. Kebudayaan tersebut meliputi semua yang didapatkan atau dipelajari oleh insan sebagai anggota masyarakat.
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi, Pengertian Kebudayaan yaitu semua hasil rasa, karya dan cipta masyarakat. Dalam hal ini, karya masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan atau kebudayaan jasmaniah yang dibutuhkan oleh insan untuk menguasai alam sekitarnya, sehingga kekuatan dan kesudahannya sanggup diabdikan untuk keperluan masyarakat.
Pork dan Burgess mengemukakan pengertian kebudayaan, Kebudayaan ialah sejumlah totalitas dan organisasi serta warisan sosial yang diterima sebagai sesuatu yang bermakna dimana dipengaruhi oleh tabiat dan sejarah hidup suatu bangsa.
Herskovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang super-organic, alasannya yaitu kebudayaan yang secara turun temurun dari generasi ke generasi tetap hidup terus menerus. 
Dalamkehidupan sehari-hari pengertian kebudayaan diidentikkan dengan kesenian, kesenian yang dimaksud ini terutama seni tari dan seni suara. Akan tetapi, jikalau istilah kebudayaan diartikan berdasarkan ilmu-ilmu sosial, maka sanggup dikatakan bahwa kesenian merupakan salah satu bab saja dari kebudayaan.
Dari pengertian kebudayaan di atas, sanggup ditarik kesimpulan bahwa Kebudayaan yaitu suatu hasil karya, rasa dan cipta dari masyarakat yang diwariskan secara turun temurun dari generasi ke generasi. 
Kebudayaanberguna bagi insan untuk melindungi diri terhadap alam, mengatur kekerabatan yang terjadi antara insan dan sebagai wadah dari segenap perasaan manusia.Selain itu terdapat tiga wujud kebudayaan yaitu :
wujud pikiran, gagasan, ide-ide, norma-norma, peraturan,dan sebagainya. Wujud pertama dari kebudayaan ini bersifat abstrak, berada dalam pikiran masing-masing anggota masyarakat di kawasan kebudayaan itu hidup.
aktifitas kelakuan berpola insan dalam masyarakat. Sistem sosial terdiri atas aktifitas-aktifitas insan yang saling berinteraksi, berafiliasi serta bergaul satu dengan yang lain setiap dikala dan selalu mengikuti pola-pola tertentu berdasarkan adab kelakuan. Sistem sosial ini bersifat nyata atau konkret.
Wujud fisik, merupakan seluruh total hasil fisik dari aktifitas perbuatan dan karya insan dalam masyarakat.
Berkenaan dengan hal tersebut diatas, maka yang dimaksud dengan insan sebagai makhluk berbudaya sanggup dilihat dari dua sisi. Yang pertama insan sebagai subjek yang membentuk sebuah kebudayaan sebagai perwujudan daya, cipta, rasa dan karsa. 
Manusiasebagai makhluk yang memiliki kebutuhan untuk beraktualisasi diri sehingga akan berupaya menuangkan ide, gagasan, norma, kreatifitas serta hasil pikirnya menjadi sebuah bentuk yang lebih konkret yaitu budaya.
Kedua, sanggup dilihat dari sisi insan sebagai pengguna kebudayaan itu sendiri. Manusa yaitu makhluk berbudaya, sistem kemasyarakatan, sistem kepercayaan, bahasa dan lain sebagainya merupakan bentuk budaya yang digunakan oleh manusia. Sehingga akan membentuk sebuah siklus dimana insan sebagai pembentuk dan pengguna dari sebuah budaya.

Penulis : Mifta Hulaikah