Manfaat Makan Dengan Ajun Berdasarkan Ilmiah

0
11

“Apabila salah seorang dari kalian makan, maka hendaklah makan dengan tangan kanan dan apabila dia minum, minumlah dengan tangan kanan. Karena setan apabila dia makan, makan dengan tangan kiri dan apabila minum, minum dengan tangan kiri.” {HR. Muslim}

Salah satu sisi dari contoh hidup sehat rasulullah yaitu dalam hal kebiasaan dia makan dan minum. Prof. Dr . Abdul Basith Muhammad as-Sayyid, seorang pakar kedokteran dan biofisika, telah menulis kitab yang sangat cantik mengenai hal ini berjudul “at-Taghdziyah an- Nabawiyah, al-Ghadza baina ad-Daa wa ad-Dawa”. Kitab ini telah diterbitkan di Indonesia oleh penerbit Almahira dengan judul “Pola Makan Rasulullah, Makanan Sehat Berkualitas berdasarkan Al-Quran dan as-Sunnah”. Buku ini memuat petunjuk cukup lengkap mengenai bagaimana Nabi mengatur acara diet sehat sehingga kesehatan badan terjaga.

20 prinsip penting dari contoh makan Rasulullah yang sanggup kita terapkan dalam contoh makan kita sehari-hari menyerupai bagaimana mengatur hidangan masakan dengan contoh makan teratur sehingga hal ini mempunyai kegunaan bagi kita yang selama ini makan apa saja hingga menyebabkan obesitas sanggup dijadikan sebagai tips diet semoga langsing kembali.

Nah, terkadang orang suka menghina, makan dengan tangan itu terkesan jorok dan tidak berpendidikan. padahal, mereka justru tidak tahu bahwa ada pesan yang tersirat dibalik sunnah Rasulullah Saw, mengapa dia menyuruh kita untuk makan dengan tangan kanan. Makan memakai tiga jari tangan kanan, ternyata memang ada manfaatnya.

Mengenai cuci tangan sebelum dan sesudah makan, Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa tertidur sedang di kedua tangannya terdapat bekas gajih (lemak), kemudian ketika berdiri pagi dia sudah menderita suatu penyakit, maka hendaklah dia tidak mencela, kecuali dirinya sendiri.” Ada hadist hasan bahwa Nabi Saw sendiri bila hendak makan mencuci tangan terlebih dahulu, sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan Nasa”i dari Aisyah ra.

Kemudian, banyak juga yang bilang bahwa kuku-kuku itu kotor bila makan pakai tangan. Namun, seharusnya umat muslim rajin utk memotong kuku, bukan sengaja memanjang-manjangkannya. Islam juga memperhatikan kebersihan kuku, memanjangkan kuku termasuk perbuatan yang bertentangan dengan ketentuan as-Sunnah, di mana Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda; “Hal yang fitrah itu ada lima atau lima hal merupakan fitrah, yaitu khitan, mencukur rambut kemaluan, memotong kuku, mencabut bulu ketiak dan mencukur kumis.” (HR. Al-Bukhari, penggalan pakaian (5889); Muslim, penggalan bersuci (257))

Kuku dihentikan dibiarkan panjang hingga 40 (empat puluh) hari. Hal itu berdasarkan keterangan dari Anas Radhiyallahu ‘anhu , seraya berkata; “Telah ditentukan bagi kita (kaum muslimin) batas waktu mencukur kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak dan mencukur rambut kemaluan, bahwa dihentikan membiarkannya lebih dari 40 (empat puluh) malam.” (HR. Muslim, penggalan bersuci (25).

Nah teman-teman, tentu saja kita tahu bahwa kuku yang panjang akan gampang sekali termasukkan oleh kotoran2, apalagi juga berbahaya melihat orang-orang yang mengikuti gaya kaum kufur, memanjangkan kuku hingga runcing, kalau hingga ujung-ujungnya tajam dan tidak sengaja merusak sesuatu. Islam mengajarkan kebersihan dan kerapihan, sehingga, banyak peneliti sains yang mengungkapkan banyak kebenaran- kebenaran Al Alquran dan Hadist pada kala ke 21 ini, yang sesungguhnya telah 1400 tahun kemudian dijelaskan.

ENZIM RNAse yang Mengikat Bakteri Menurut artikel yang diterbitkan dalam paparetta.wordpress.com pada Oktober 2010 lalu, makan memakai tangan terbukti lebih menyehatkan lantaran dalam tangan terdapat enzim RNAse yang sanggup mengikat basil sehingga tingkat aktivitasnya sangat rendah ketika masuk bersama masakan ke kanal pencernaan tubuh. Berikut beberapa klarifikasi yang akan menunjukkan citra manfaat makan dengan memakai tiga jari sebagaimana yang biasa dilakukan oleh Rasul. “Sungguh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam makan dengan memakai tiga jari.” (HR. Muslim, HR. Daud) Menggunakan tiga jari (jempol, telunjuk, jari tengah) ketika makan secara otomatis menciptakan masakan yang masuk ke ekspresi lebih sedikit jumlahnya sehingga enzim ptialin yg diproduksi kelenjar saliva untuk mencerna masakan sanggup berfungsi secara maksimal. Makanan menjadi lebih lembut dan lebih gampang cerna oleh lambung. Lambung mencerna masakan secara sedikit demi sedikit dan dalam volume kecil. Kondisi ini memungkinkan sel-sel syaraf untuk memahami situasi kenyang.

RNAse, enzim yang dihasilkan tangan terutama oleh tiga jari tersebut (jempol, telunjuk, jari tengah) mempunyai kemampuan mengikat basil sehingga menghambat kegiatan basil dalam tubuh. Fakta ilmiah ini dengan terang memberi pengertian kepada kita bahwa makan dengan memakai tiga jari bukanlah cara makan yang salah, “jorok”, dan sejenisnya, tetapi justru akan memperkuat perlindungan atau kekebalan terhadap penyakit lantaran adanya enzim RNAse yang menghambat kegiatan basil dalam tubuh. Pada dasarnya, tujuan utama enzim RNAse ini digunakan dalam analisis genetik, dengan tujuan mendegradasi RNA, sehingga yang tinggal dari sebuah sel hidup yaitu DNA-nya. Saya yakin keterangan yang lebih sempurna bisa dijelaskan oleh rekan-rekan dari kedokteran. Enzim ini selalu terkandung dalam jari-jari dan telapak tangan manusia, sehingga “Dengan perkiraan sudah dilakukan upaya menghigieniskan tangan sebelumnya” proses penyuapan masakan ke dalam kanal pencernaan akan mengikutkan enzim yang bisa mengikat sel basil sehingga aktivitasnya tidak maksimal. Begitu masakan masuk ke kanal pencernaan, maka enzim ini akan ikut mengikat pergerakan basil hingga ke kanal pembuangan. RNA, terutama mRNA merupakan bahan genetik yang mengkode suatu protein. Enzim proteinase K sanggup digunakan untuk menghancurkan protein. Kotoranakibat lisis sel dipisahkan dengan cara sentrifugasi.

Kemudian molekul nuleotida (DNA danRNA) yang telah dipisahkan dibersihkan dari protein yang masih ada dengan memakai phenol. Dalam proses ini sebagian kecil RNA juga sanggup dibersihkan. Sedangkan choloform digunakan untuk membersihkan sisa-sisa protein dan polisakarida dari larutan. EnzimRNAase digunakan untuk menghancurkan RNA sehingga DNA sanggup diisolasi secara utuh. fungsi RNAse, Selain membersihkan RNA seluler yang tidak lagi diperlukan, RNases memainkan tugas kunci dalam pematangan semua molekul RNA, RNA messenger baik yang membawa bahan genetik untuk menciptakan protein, dan non-coding RNA yang berfungsi dalam proses seluler bervariasi. Selain itu, aktif RNA sistem degradasi yaitu pertahanan pertama terhadap virus RNA, dan menyediakan mesin yang mendasari untuk lebih taktik canggih kekebalan seluler menyerupai RNAi .

Banyak orang beralasan makan memakai sendok sebagai alasan lebih bersih dibandingkan makan dengan tangan. Padahal belum tentu benar. Menurut penelitian, sendok dan tangan memungkinkan terjadinya kontaminasi dengan bakteri. Sendok bisa lebih bersih dari tangan bila sendok memang dikondisikan pada suatu daerah yang higienis. Paling tidak, kelembapan udara di ruangan selama sendok itu didiamkan tidaklah tinggi alasannya yaitu uap air yaitu medium basil berpindah tempat. Namun apakah sendok sendok di rumah kita menerima penjagaan ketat menyerupai itu ? Bagaimana dengan tangan ? Tangan sering tercemar dengan basil akhir aktifitas badan kita. Sehingga bila kondisi tangan sebelum dicuci, terang persentasi basil dalam tangan akan lebih besar dibandingkan pada sendok yang gres saja dicuci. Maka kita perlu mencuci tangan kita. Ini tidak membunuh basil namun menghapus bakteri. Kondisinya sama menyerupai kita menghapus minyak pada tangan kita dengan sabun. Pada kondisi yang sama sama telah dicuci baik sendok maupun tangan,tangan mempunyai kebersihan yang lebih terjamin.

Karena tangan mengandung enzim RNAase yang disekresikan oleh tangan kita. Enzim ini berfungsi untuk kekebalan badan kita dan perlindungan terhadap bakteri. Enzim ini selali disekresikan.Ketika tangan kau kotor, enzim ini sedang mengikat basil sehingga aktifitas basil itu tidak sanggup maksimal. Namun bila sangat kotor maka persentase basil akan jauh lebih besar sehingga basil akan menaklukan dampak dari RNAase.Saat tangan kau dicuci, basil terkikis sehingga persentase enzim menjadi lebih banyak. Saat kau makan,enzim ini terus mengikat basil dan masuk ke dalam badan kamu.Enzim tersebut membunuh basil selama proses pencernaan. Bagaimana dengan sendok? ketika sendok dicuci, tidak semua basil terkikis. Termasuk masih menempelnya basil yang membahayakan badan alasannya yaitu basil tidak sepenuhnya merugikan. Ketika kau makan dengan sendok, basil yang membahayakan tersebut akan masuk ke dalam badan tanpa adanya perlawanan dari enzim RNAase.

Alkisah, seorang raja melayu sempat diprotes oleh tamu yang lain dalam acara jamuan makan malam kerajaan. Ia begitu eksentrik lantaran ketika para raja lain makan dengan elegan memakai sendok dan perangkat lain, ia dengan santai membasuh bersih tangannya sendiri kemudian makan memakai telapak tangan dan jari-jarinya itu. Saat ditanya serius, ia menjawab dengan 3 alasan mengapa ia lebih mempercayai tangannya daripada sendok. Ia pun berkata: “Pertama; Saya yakin tangan saya lebih bersih daripada sendok dan garpu lantaran saya sendirilah yang membasuhnya, bukan orang lain. Sendok- garpu yang dibasuh orang lain belum tentu bersih. Kedua; saya yakin tangan saya lebih bersih lantaran hanya saya seorang yang menggunakannya, tidak pernah dipinjam orang lain. Sedangkan sendok itu sudah digunakan oleh orang yang berbeda-beda. Ketiga; saya percaya tangan saya lebih bersih lantaran tak pernah jatuh dari tempatnya sesudah dicuci.”

courtesy :  http://www.thibbun.com/thibbun- nabawi/pola-makan-rasulullah.html