Makna Dasar Penelitian Secara Umum

0
9
Penelitian secara akademik merupakan acara ilmiah, sebagai realisasi dari tri dharma perguruan tinggi. Pada kenyataannya realisasi tri dharma perguruan tinggi cenderung didominasi oleh acara pendidikanmelalui tatap muka, dikala seorang dosen berhadapan dengan mahasiswanya, dibatasi dinding ruang kampus. Bahkan lebih ironis lagi dikala seorang dosen merasa dirinya sebagai “superman” dalam bidang ilmu yang ditekuni, sehingga tidak banyak memberi kesempatan kepada para mahasiswa untuk melaksanakan acara dedikasi dan penelitian. Mahasiswa tetap dianggap sebagai obyek ilmu , dan dosen super terus memaksakan “kebenaran” berdasarkan dirinya, mendikte para mahasiswanya untuk mendapatkan tanpa “kritis” semua informasi yang diberikan. Padahal dalam dunia perguruan tinggi,seorang dosen idealnya hanyalah “pembuka kunci ilmu”, semoga pintu ilmu pengetahuan terbuka lebar untuk dimasuki, ditelusuri, didalami, dikembangkan dan didiskusikan oleh para mahasiswa, melalui penelitian dan pengabdian. Dosenyang baik akan menawarkan kesempatan kepada para mahasiswanya untuk berkeliaran menelusuri dunia ilmu, melaksanakan penelitian dan pengabdian, sesudah pintunya terbuka lewat “kunci ilmu” yang diberikan dalam tatap muka.

Makna Penelitian
Selama ini acara penelitian dan dedikasi masyarakat di beberapa perguruan tinggi, masih ternatas pada “seremoni” kuliah kerja nyata, untuk memenuhi tuntutan kebutuhan aademik formal, mengejar nilai kiprah final dan legalitas penyelesaian stadi. Belum banyak perguruan tinggi yang memberi kesempatan kepada para dosen dan mahasiswanya, untuk melaksanakan penelitian dan dedikasi sebagai suatu “need” (kebutuhan) esenisal , selaras dengan pesan tersirat dari tri dharma perguruan tinggi. Keterbatasan kesempatan, keterbatasan waktu, keterbatasan biaya dan kemampuan diri lantaran tidak terbiasa menjadi salah satu penyakit yang bisa menghambat penelitian. Penelitian mengandung makna penting bagi pengembangan ilmu pengetahuan, seringkali terabaikan oleh kendala-kendala teknis dan kebijakan birokrasi perguruan tinggi. Apalagi kalau acara penelitian selalu diidentikkan dengan acara proyek, maka urgensi penelitian menjadi sirna.

Baca Juga : Filsafat Penelitian Dalam Bingkai Agama

Penelitian gotong royong murapakan acara bermakna, untuk menggali dan mengkaji sumber informasi semoga mendapatkan kebenaran hakiki dari suatu tanda-tanda atau kejadian yang terjadi. Cek dan ricek dalam bahasa masyarakat, yakni salah satu wujud penelitian sederhana yang sangat penting dan diperlukan, dikala kita mendengar dan menerima suatu informasi yang kita sendiri ragu akan kebenarannya. Untuk pertanda apakah informasi tersebut benar atau dusta, maka kita harus melaksanakan penelitian semoga ditemukan kenyataan yang benar sesuai dengan fakta di lapangan. Kegiatan penelitian yang identic dengan cek dan ricek ini dilakukan, untuk menghindari fitnah yang bisa menumbulkan kesalahfahaman dan merusak integritas social dalam kehidupan masyarakat. Itu sebabnya Al-Qur’an mengajarkan kita untuk melaksanakan penelitian (tabayyun), kalau kita mendapatkan informasi dari siapapun, apalagi kalau kita tahu bahwa informan diragukan kredibilitasnya (fasiq).

Firman Allah swt :

يا أيها الذين آمنوا إن جاءكم فاسق بنبأ فتبينوا

Hai orang yang beriman, kalau tiba kepadamu seorang fasiq membawa informasi (kabar atau informasi) maka telitilah……

Ayat ini mengandung perintah kepada kita yang tergolong orang beriman semoga melaksanakan penelitian, cek dan ricek, seleksi dan koreksi kritis sebagai langkah filterisasi. Penelitian dalam hal ini bermakna sebagai manidestasi tindakan berhati – hati dan waspada terhadap informasi yang kita terima. Terlebih dalam konteks masa kini, dikala sumber informasi semakin simpang siur melalui aneka macam media, pesan iklan dan tontonan lewat layar televise atau informasi surat kabar yang sangat bervariasi. Derasnya arus informasi yang tak terkendali di dalamnya mengandung infiltrasi politik, social dan budaya dari aneka macam negeri sekaligus tantangan bagi kalangan ilmuwan dan cendekiawan muslim, termasuk didalamnya para sarjana social islam, dakwah komunikasi dan pendidikan. Juru dakwah dan pendidik bertanggung jawab untuk mengkomunikasikan anutan islam yang benar, sesuai hasil kajian penelitiannya semoga sanggup membendung arus informasi yang keliru dan bisa menjadikan kerusakan social dan adab di tengah masyarak yang terus berkembang. Rasa tanggung jawab akademik dimanifestasikan dalam penelitian dan pengabdian.

Akibat informasi yang bias apalagi tidak terperinci “sanad dan matannya” telah banyak menjadikan kesalahfahaman di kalangan kelompok umat islam yangmelahirkan tindakan anarkis menyerbu, melempari dengan batu, menyerang, merusak, memperabukan daerah ibadah dan membantai sesama umat hanya lantaran beda faham. kita sendiri belumyakin apakah yang menyerbu itu benar benar umat islam yang beriman atau jangan jangan cuma preman. alasannya yakni bagi orang yang beriman ada norma bahwa sesama muslim itu bersaudara, menyayangi sesama muslim yakni ibadah, kalau terjadi selisih dan sengkta harus didamaikan alasannya yakni islam yakni agama perdamaian. ada larangan keras dari al-Qur’an semoga kita tidak menciptakan kerusakan, kekacauan, saling menghina dan menjatuhkan, apalagi saling menuduh dan berprasangka jelek dan menjadikan fitnah. jadi mustahil umat islam yang baik terprovokasi hanya lantaran salah mendapatkan informasi kemudian bertindakanarki.  disinilah penelitian sangat diharapkan semoga umat islam khususnya para sarjana muslim benar-benar waspada dan berhati-hati dalam mendapatkan informasi. trhadap informasi yang bersumber dari hadits nabi saja, kita diwajibkan untuk meneliti keabsahannya, apakah shohih, hasan, dho’if, marfu’ atau mungkin mardud. apalagi kalau informasi itu kita terima dari orang biasa bukan nabi.

penelitian, bagaimanapun sederhananya meberikan bantuan bermakna bagi kehidupan insan baik dalam kehidupan individu, keluarga maupun dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. minimal melalui penelitian kita mendapatkan informasi yang benar sesuai kenyataan. kita bisa membandingkan mana informasi yang dipercaya dan mana informasi yang hanya mengandung sensasi. kita juga bisa memfilter atau menyering mana pesan tontonan yang bisa diterima sesuai dengan norma dan nilai-nilai sosial, agama, dakwah dan pendidikan, mana pesan dan tntonan yangharus ditolak. lewat penelitian kita juga bisa menilai mana iklan yang menguntungkan bagi kepentingan diri dan keluarga, dan mana iklan yang merugikan bagi pendidikan anak dan dakwah islam.

Baca Juga : Sejarah Mitologi dan Pengertian mitologi dalam lingkup penelitian

sebagai komponen civitas akademika kita sangat berkepentingan dalam acara penelitian, bukan semata mata untuk menerima informasi yang benar,  tetapi juga untuk menyebarkan ilmu pengetahuan. ilmu Allah yang maha luas fan tak terbatas yakni menjadi kiprah kita untuk menggali, mengkaji dan meneliti lebih dalam demikepentingan dan nilai manfaat yang sangat dibutuhkan bagi masyarakat banyak. sebaik-baik manusia, kata Nabi adalahmanusia yang baik keuntungannya bagi masyarakat.

Dengan demikian sanggup dijelaskan, bahwa makna penelitian bagi kehidupan insan hakikatnya untuk menemukan kebenaran dan ilmu pengetahuan.
  1. Penelitian bermakna untuk menemukan kebenaran gres yang mungkin pernah ditemukan oleh para penelitit terdahulu. Hasil penelitian dalam hal ini bisa meyakinkan atau memperkuat kebenaran masa kemudian sehingga kebenaran hasil pemikiran, pengkajian dan penelitian para pendahulu bisa dipertahankan atau dikembangkan.
  2. Penelitian bermakna untuk mengoreksi, mengkritisi dan mengevaluasi kebenaran suatu gagasan yang pernah dirintis atau ditemukan oleh para pendahulu. Hasil penelitian akan bermanfaat untuk melaksanakan perbaikan penemuan dan revisi terhadap gagasan yang pernah berlaku.
  3. Penelitian juga bermakna untuk memecahkan suatu duduk masalah yang timbul dalam kehidupan masyarakat, berkaitan dengan duduk masalah social ekonomi, duduk masalah perkembangan dakwah islam, maslah kehidupan beragama, atau duduk masalah pendidikan. Hasil penelitian bisa dijadikan materi solusi untuk mencari jalan keluar dari kemelut yang terjadi
  4. Penelitian juga bermakna untuk menyebarkan ilmu pengetahuan baru, berdasarkan ilmu pengetahuan yang sudah ada, sesuai dengan perkembangan kebutuhan masyarakat. Banyaknya ilmu – ilmu gres ibarat yang kini kita pelajari, yakni bukti adanya hasil penelitian yang pernah diadakan oleh para ilmuwan dan peneliti.
  5. Secara spesifik akademik, penelitian bermakna bagipara sarjana (S1) untukmengakhiri masa studinya dengan persyaratan penulisan skripsi, atau bagi strata 2 (S2) untuk penulisan tesis dan Strata 3 (S3) untuk penulisan disertasi. Laporan hasil penelitian dalam konteks ini, untuk skripsi bisa dipakai sebagai citra (deskripsi) suatu bidang ilmu pengetahuan, sesuai dengan disiplin ilmunya. Untuk Strata 2 bisa dipakai sebagai materi pengembangan konsep ilmu pengetahuan yang telah diuji kebenarannya (tesis) berdasarkan hipotesis yang pernah ditetapkan. Untuk S3 bisa dipakai sebagai materi pengembangan teori ilmu pengetahuan gres berdasarkan teori yang sudah ada (disertasi). Bisa bersifat korektif teori lama, bersifat menolak, mempertahankan atau menyebarkan menjadi teori ilmu pengetahuan baru, sesuai perkembangan masa kini.