Konsep Pendidikan Pranatal Berdasarkan Pandangan Islam

0
9
Pendidikan Pranatal Menurut Pandangan Islam. — Dalam pandangan kali ini, pendidikan prenatal hendaknya melewati banyak sekali fase, semoga sanggup menghasilkan keturunan yang didambakan oleh suatu pasangan (ayah dan ibu), antara lain :

Fase Pemilihan Jodoh
Fase ini yakni fase persiapan bagi seseorang yang sudah remaja untuk menghadapi kehidupan barunya yaitu berumah tangga dan berkeluarga. Hal yang terpenting dalam duduk masalah ini yakni taktik menentukan jodoh yang tepat. Tujuannya yakni semoga terciptanya keluarga yang senang dan berkesinambungan terutama berkenaan dengan duduk masalah terciptanya keluarga yang berpendidikan.
Pemilihan Calon Istri
sabdakan Rasulullah SAW:
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنِي سَعِيدُ بْنُ أَبِي سَعِيدٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا فَاظْفَرْ بِذَات الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ

Artinya “ Di ceritakan Musadad, diceritakan Yahya dari ‘abdulloh berkata bercerita kepadaku Sa’id Ibn Abi Sa’id dari Abi Hurairah ra sebenarnya Nabi saw bersabda perempuan dinikahi lantaran empat perkara. Pertama hartanya, kedua kedudukan statusnya, ketiga lantaran kecantikannya dan keempat lantaran agamanya. Maka hendaklah kau pilih yang bagus agamanya (keIslamannya).

Hadis di atas yakni hadist yang masyhur di kalangan masyarakat awam. Dalam Kutubus Tsittah sendri terdapat sekitar 8 kali disebutkan. Dengan rincian dalam kitab Shohih Bukhori terdapat 1 kali, dalam Shohih Muslim terdapat 2 kali, dalam Sunan Abu Dawud 1 kali, Sunan Turmudzi 1 kali, dalam Sunan Nasai 2 kali dan dalam Sunan Ibnu Majah terdapat 1 kali. Dari beberapa kitab yang menyebutkan Hadis ini ataupun dari masing-masing kitab terdapat perbedaan pada Sanad Hadist. Namun secara maknanya sama. Menimbang dari runtutan Sanad dari hadis-hadis tersebut dan perawinya maka bisa disimpulkan bahwa hadist tersebut yakni hadist shohih. Ini di dukung pula dengan tidak ada keterangan yang menyebutkan bahwa hadist tersebut hadist Dhoif. Hadis ini pun memenuhi syarat untuk katagori hadist shohih.
Hadits di atas menegaskan pentingnya seorang ibu mempunyai pemahaman dan keimanan  agama Islam yang kuat. Karena seorang anak mulai proses kehamilan, dalam kandungan, dilahirkan kedunia hingga dia remaja selalu berada dalam lingkungan keluarganya yaitu ayah ibunya. Karena itulah keluarga  sangat menentukan langsung anak dimasa yang akan datang. Bahkan Rasulullah menegaskan apa yang akan terjadi sehabis anak remaja apa dia menjadi Majusi, apakah dia menjadi Kristen atau menjadi Yahudi sangat tergantung orang tuanya. Rasulullah bersabda :
Imam Bukhari, Kitab Shahih Buhari, Bab al-jana’iz, potongan ma qila aulad al-musyrikin, juz.5, hlm. 182, No. 1296.
حَدَّثَنَا آدَمُ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ
قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَااهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ كَمَثَلِ الْبَهِيمَةِ تُنْتَجُ الْبَهِيمَةَ هَلْ تَرَى فِيهَا جَدْعَاءَ
Artinya: Tidaklah seorang anak itu dilahirkan kecuali dalam keadaan suci, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi atau Nasrani, atau Majusi.
Pemilihan calon Suami
“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak ( berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas ( pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.”  ( An-Nur (24); ayat; 32).
“Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh pria yang berzina atau pria musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mukmin.” ( An-Nur (24) ayat 2
Fase Perkawinan/ Pernikahan
Ada beberapa aspek yang dijelaskan oleh syariat Islam yang berafiliasi dengan tawaran komitmen nikah di antaranya:
  1. Perkawinan untuk ketentraman dan kasih sayang. Allah swt berfirman yang artinya: “Dan di antara gejala kekuasaanNya ialah, Dia membuat tenteram kepadanya, dan dijadikanNya di antara kau rasa kasih sayang. Sesungguhnya pada yang dmikian itu benar-benar terdapat gejala bagi kaum yang berfikir” (QS, Al-Rum : 21)
  2. Perkawinan untuk mendapat keturunan. Allah swt berfirman yang artinya: “Allah telah menyebabkan bagi kau istri-istri dari sejenis kau sendiri dan menyebabkan bagimu dari istri-istri kau itu belum dewasa dan cucu-cucu. (QS. An Nahl; 72)
  3. Perkawinan untuk memelihara pandangan dan menjaga kemaluan dari kemaksiatan. Rasulullah saw bersabda: “Wahai para pemuda, siapa saja di antara kalian sudah bisa kawin, maka kawinlah, sebaba perkawinan itu akan sanggup lebih memelihara pandangan dan lebih sanggup menjaga kemaluan. Dan siap saja yang belum bisa untuk kawin maka hendaklah dia berpuasa lantaran sesungguhnya berpuasa itu akan menahan nafsu”. (HR. Jama’ah)