Konsep Pendidikan Pra Natal Pada Era Kehamilan

0
8

Apakah janain dalam kandungan bisa mendapatkan pendidikan?

Berdasarkan penulusuran dari Kitab suci Al-Qur’an dan kumpulan Hadits Rasulullah maka ditemukan beberapa ayat Al-Qur’an dan Hadis yang membahas perihal pendidikan dalam kandungan, antara lain: surat Al-A`raf: 172, yang berbunyi:
وَإِذۡ أَخَذَ رَبُّكَ مِنۢ بَنِيٓ ءَادَمَ مِن ظُهُورِهِمۡ ذُرِّيَّتَهُمۡ وَأَشۡهَدَهُمۡ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمۡ أَلَسۡتُ بِرَبِّكُمۡۖ قَالُواْ بَلَىٰ شَهِدۡنَآۚ أَن تَقُولُواْ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ إِنَّا كُنَّا عَنۡ هَٰذَا غَٰفِلِينَ ١٧٢
Artinya: Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan bawah umur Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap nyawa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?”. (Kami lakukan yang demikian itu) semoga di hari selesai zaman kau tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) ialah orang-orang yang lengah terhadap ini (KeEsaan Tuhan)”.(QS. Al-A`raf: 172).
Inilah dalil Al-Qur`an yang menyampaikan bahwa anak pranatal sudah siap dididik. Karena, ia sendiri sudah hidup berkat nyawa yang memberi kehidupan kepadanya. Nyawa (ruh?) itulah yang sebetulnya responsif, dengan mengikutsertakan janin yang ditempatinya, terhadap segala rangsangan dari lingkungannya lebih-lebih terhadap rangsangan-rangsangan yang disusun secara sistematik peadagogis yang dengan sengaja ditujukan kepadanya. 
Setelah insan diciptakan oleh Allah, maka tentunya Allah membuat insan itu untuk mengabdi kepada-Nya. Untuk itu Ia memerintahkan supaya insan itu beribadat kepada-Nya.
Agar seorang anak menjadi taat beribadah dan menjalankan segala perintah Allah, maka pendidikan agama dalam keluarga bagi anak prenatal menjadi sangat urgen. Hal ini amat penting diperhatikan, alasannya ialah pendidikan agama bagi anak prenatal akan mendasari pendidikan agama anak itu sehabis lahir.
Perkembangan insan semenjak dalam kandungan sebetulnya dalam Al-Qur`an sangatlah diperhatikan. Mulai perkembangan semenjak janin (embrio) dalam perut ibunya, perkembangan sehabis kelahiran (pasca natal), dan perkembangan indra anak.
Dalam Al-Qur`an surat Al-Mu`minun: 12-14, dijelaskan sebagai berikut:
وَلَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ مِن سُلَٰلَةٖ مِّن طِينٖ ١٢ ثُمَّ جَعَلۡنَٰهُ نُطۡفَةٗ فِي قَرَارٖ مَّكِينٖ ١٣ ثُمَّ خَلَقۡنَا ٱلنُّطۡفَةَ عَلَقَةٗ فَخَلَقۡنَا ٱلۡعَلَقَةَ مُضۡغَةٗ فَخَلَقۡنَا  ٱلۡمُضۡغَةَ عِظَٰمٗا فَكَسَوۡنَا ٱلۡعِظَٰمَ لَحۡمٗا ثُمَّ أَنشَأۡنَٰهُ خَلۡقًا ءَاخَرَۚ فَتَبَارَكَ ٱللَّهُ أَحۡسَنُ ٱلۡخَٰلِقِينَ ١٤
Artinya:  “Dan sebetulnya kami telah membuat insan dari saripati (berasal) dari tanah. Sesungguhnya Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam kawasan yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu kami jadikan segumpal darah, kemudian segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu kami jadikan tulang belulang, kemudian tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan ia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Suci Allah, Pencipta yang Paling Baik”. (QS. Al-Mukminun : 40). (Depag RI, 1992 : 527).

Dalam ayat tersebut di atas, Al-Qur`an secara rinci mengemukakan aneka macam fase perkembangan janin dalam rahim, semenjak permulaan kehamilan ketika salah satu sel sperma yang membuahi ovum sang ibu yang telah matang. Dan pembuahan itu terbentuklah apa yang disebut dengan benih, atau apa yang oleh Al-Qur`an disebut “nutfah” (air mani). Kemudian ovum yang  telah dibuahi menjadi banyak dengan cara pembelahan. Jumlah sel-selnya pun semakin bertambah. Namun pada dua ahad pertama, perubahan yang terjadi belum begitu terasa. Pada ketika itulah terbentuk apa yang oleh Al-Qur`an disebut sebagai “alaqah” (segumpal darah) (Notowidagdo, 1991 : 32). Sedangkan dalam (QS. Az-Zumar/39 : 6) disebutkan juga sebagai berikut : “…Dia menyebabkan kau dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan …” (QS. Az-Zumar/39 : 6).


Menurut para hebat tafsir klasik, tiga kegelapan yang dikemukakan Al-Qur`an di atas, ialah kegelapan perut, kegelapan rahim, kegelapan plasenta. Sedangkan berdasarkan tafsir-tafsir modern, maksud tegas kegelapan tersebut ialah : ovarium, tuba fallopi, dan rahim.
Dari uraian fase perkembangan yang dikemukakan Al-Qur’an di atas, menyampaikan betapa Islam memperhatikan mengenai urgensi pendidikan prenatal. Sebab, sebagian besar proses pertumbuhan janin tersebut sangat bergantung pada kondisi internal sang ibu, yaitu kondisi fisik dan psikhisnya. Ibu dan janin/bakal anak itu merupakan satu unitas organics yang tunggal. Semua kebutuhan dari ibu dan bakal anak, dicukupi melalui proses fisiologis yang sama. Substansi fisi dari ibu mengalir pula ke dalam jasad janinnya.
Unitas itu tidak hanya mencakup proses-proses kehidupan yang nyata saja, akan tetapi juga menyangkut segi-segi destruktif. Tegasnya, kesejahteraan ibu, baik yang jasmaniah maupun yang rokhaniah, akan melimpahkan kesejahteraan bagi janinnya. Dan gangguan-gangguan pada diri ibu, baik yang bersifat fisik maupun psikhis (misalnya suatu penyakit yang parah atau gangguan emosional yang serius), akan mengganggu pula kondisi janinnya.
Beberapa hasil penelitian yang dilakukan  menyampaikan bahwa kontribusi pendidikan pra lahir menyampaikan hasil yang signifikan. Penelitian F.Rene Van de Carr dkk, yang dilaksanakan di Bangkok menemukan hasil bahwa: pendidikan pra natal mempercepat mahir bicara, menirukan suara, menyebutkan kata pertama, tersenyum secara spontan, bisa menoleh kearah orang tuanya, lebih tanggap terhadap musik, dan menyebarkan teladan sosial lebih baik dikala ia dewasa. Disamping itu penelitian tersebut juga menghasilkan temuan bahwa:
  1. Tampaknya ada suatu masa kritis dalam perkembangan bayi yang dimulai pada sekitar usia lima bulan sebelum dilahirkan dan berlanjut hingga dua tahun ketika stimulasi otak dan latihan-latihan intelektual sanggup meningkatkan kemampuan bayi.
  2. Stimulasi pra lahir sanggup membantu menyebarkan orientasi dan keefektifan bayi dalam mengatasi dunia luar sehabis ia dilahirkan.
  3. Bayi-bayi yang mendapatkan stimulasi pralahir sanggup lebih bisa mengontrol gerakan-gerakan mereka. Selain itu mereka juga lebih siap menjelajahi dan mempelajari lingkungan sehabis lahir.
  4. Para orang renta yang telah berpartisifasi dalam  jadwal pendidikan pra lahir menggambarkan anaknya
Hasil penelitian tersebut menyampaikan bahwa anak dapat  dididik/ diberi stimulus ketika masih dalam kandungan. Anak bisa mendapatkan pendidikan semenjak dari dalam kandungan juga didasarkan pada perkembangan bayi di dalam kandungan. Riyanti Aprilliawati menjelaskan fase-fase perkembangan bayi dalam kandungan sebagai berikut:
  • Minggu ke 1 dimana merupakan ahad terakhir sebelum kehamilan, pendarahan terakhir sebelum kehamilan. Pendarahan terjadi dan hormon-hormon tubuh pun tengah mempersiapkan sel telur untuk dilepaskan.
  • Minggu ke 2, uterus (dinding rahim) menebal dan mempersiapkan tahap ovulasi.
  • Minggu ke 3, masa ovulasi (pelepasan telur). Kehamilan mulai terjadi dikala sperma dari pria bertemu dengan sel telur di tuba falopi. Pembuahan memerlukan 4 hari. Setelah telur dibuahi maka dinamakan zygot.
  • Minggu ke 4, yaitu dikala zygot menemukan kawasan di dalam rahim.
  • Minggu ke 5, bayi sudah mempunyai detak jantung sendiri, plasenta dan tali sentra sudah bekerja sepenuhnya. Vasikel-vasikel otak primer mulai terbentuk dan system mulai berkembang.
  • Minggu ke 6, Embrio terlihat menyerupai berudu. Bayi sudah sanggup dikenali kepala, ekor, tangan dan anggota tubuh yang masih dalam tunas. Pada ahad ini merupakan pembentukan awal dari hati, pankerias, paru-paru kelenjar tiroid dan jantung.
  • Minggu ke 7, jantung sudah terbentuk lengkap, saraf dan otot bekerja bersamaan untuk pertama kalinya. Bayipun mempunyai reflek dan bergerak spontan. Pada selesai ahad ke 7 ini otak akan terbentuk lengkap.
  • Minggu ke 8, embrio sudah berukuran panjang sekitar 25 -30 mm, lengan dan kaki sudah terbagi menjadi komponen paha, kaki, tangan, lengan, bahu. Telinga luar sudah terbentuk. Jaringan saraf di otak sudah berafiliasi dengan lobi penciuman di otak.
  • Minggu ke 9, pada ahad ini perut dan rongga dada sudah terpisah dan otot mata dan bibir atas terbentuk 
  • Minggu ke 10, tulang sudah menggantikan kartilago, Diagpragma memisahkan jantung dan paru-paru dari perut. Otot leher terbentuk.  Otak berkembang cepat dalam bulan terakhir ini sehingga proporsi kepala lebih besar dari tubuh.
  • Minggu ke 11, organ sek luar sudah terbentuk, juga folikel-folikel rambut dan gigi terbentuk
  • Minggu ke 12, Semua organ vital bayi sudah terbentuk. Dengan signal dari otak, otot akan merespon dan bayi sudah terbentuk.
  • Minggu ke 13, trakea, paru-paru, perut, hati, pancreas, dan usus berkembang ke fungsi terakhir. Pita bunyi mulai terbentuk, tunas gigi muncul. 
  • Minggu ke 14, organ sek sudah sanggup dibedakan, bayi sudah siap memberi respon terhadap dunia luar rahim ibunya. Bayi mungkin akan bergerak bila kita mengusap perut ibunya.
  • Minggu ke 15, bayi mulai sanggup mendengar anda, mendengarkan denyut jantung anda. Bayi sudah mempunyai rambut di kepala, juga bulu mata dan alis.
  • Minggu ke 16, Otot bayi sudah berkembang dan menjadi kuat. Pada ahad ini kalau sinar terang diletakkan di perut ibunya bayi akan menggerakkan tangan dan matanya. 
  • Minggu ke 17, Bayi akan bergerak-gerak, kulit bayi berkembang dan transparan.Terlihat merah alasannya ialah pembuluh darah masih terlihat jelas.
  • Minggu ke 18, Bayi sudah sanggup mendengar bunyi dari tubuh anda. Bayi akan bergerak atau melompat ketka mendengar bunyi keras. Otot bayi sudah sanggup berkontraksi dan relaks, bayi sudah menendang atau meninju.
  • Minggu ke 19, Bayi sudah berukuran 23 cm.
  • Minggu ke 20,Otot bayi semakin berpengaruh dan ia akan bergerak sekitar 200 kali sehari
  • Minggu ke 21,Bayi sudah sadar akan lingkungannya dan ia akan merasa lebih damai ketika mendengar bunyi dan  sentuhan anda di perut.
  • Minggu ke 23, Ukuran kepala sudah sesuai dengan tubuhnya. Pertumbuhan otaknya sangat cepat.
  • Minggu ke 24, Pendengaran bayi sudah terbentuk sempurna, bayi akan bergerak dengan bunyi music dari luar. Bayi mulai membentuk teladan kapan dikala tidur dan kapan dikala bangun.
  • Minggu ke 25, Bayi mulai berlatih bernapas dengan menghirup dan menghembuskan cairan amnion.
  • Minggu ke 26, Bayi sudah mempunyai lemak di bawah kulit yang akan membantu mengontrol suhu tubuhnya pada dikala lahir. Panjang bayi sekitar 28-32 cm.
  • Minggu ke 27, Mata bayi sudah terbuka dan bisa melihat sekelilingnya untuk pertama kali. 
  • Minggu ke 28, Pada bayi pria testis akan turun ke kantong skrotum.
  • Minggu ke 29, Posisi bayi dengan kepala ke bawah. Jaringan lemak terus terbentuk.
  • Minggu ke 30, Bayi mengisi hampir seluruh ruang rahim, otak berkembang sangat cepat.
  • Minggu ke 31,badan dengan dengkul dilipat, dagu di dadanya dan tangan dan kaki saling bersilang.
  • Minggu ke 32,  Bayi berada dalam posisi kepala di bawah hingga lahir  
  • Minggu ke 33, Seluruh rambut bayi telah tumbuh.
  • Minggu ke 34, Terjadi pertumbuhan yang pesat pada otak. Bayi memberi respon terhadap bunyi yang familiar
  • Minggu ke 35, Bayi terus menambah cadangan lemak kulitnya, kepalanya sudah mulai memasuki panggul
  • Minggu ke 36, Mulai dari ahad ini bayi sudah mempunyai ukuran dari kematangan yang siap untuk lahir.
Islam juga menggambarkan tahapan perkembangan bayi sebagaimana yang di sabdakan Rasulullah saw.
حَدَثَنَا اْلحَسَنُ بْنُ الرَّ بِيْعَ حَدَ ثَنَا الا حوص عن الاعمش عن زيد بن وهب قال عبد الله  حد ثنا رسول الله ص الله  عليه و سلم وهو الصادق المصدوق قال ان احدكم  يجم خلقه في بطن امه اربعين يوما ثم يكون علقة مثل ذلك ثم يكون مضغة  مثل ذلك ثم يبعث الله ملكا فيومر باربع كلمات ويقال له اكتب عمله ورزقه واجله وشقي او سعيد ثم ينفخ فيه الروح
Artinya: Sesungguhnya seseorang diantara kalian dikumpulkan penciptaannya di dalam  rahim ibunya selama empat puluh hari, kemudian menjadi ‘alaqah menyerupai itu kemudian menjadi mudghah menyerupai itu, kemudian Allah mengutus seorang Malaikat yang diperintahkan mencatat empat kalimat, Allah berfirman kepadanya: catatlah amalnya, rizkinya, ajalnya, sengsara atau bahagia, kemudian ditiupkan ruh kepadanya.
Hadits di atas banyak yang meriwayatkan diantaranya Muslim dalam kitab al-Qadar, kepingan kaifiyah khalq al-adami fi bathni ummi, nomor 264. Al Qur’an sebagai sumber dari norma-norma Islam juga banyak mengemukakan perihal proses terbentuknya manusia. Diantaranya terdapat dalam Surah al Hajj: ayat 5 yang artinya: Hai manusia, kalau kau dalam keraguan perihal kebangkitan (dari kubur), Maka (ketahuilah) Sesungguhnya kami Telah menyebabkan kau dari tanah, Kemudian dari setetes mani, Kemudian dari segumpal darah, Kemudian dari segumpal daging yang Sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, semoga kami jelaskan kepada kau dan kami menetapkan dalam rahim, apa yang kami kehendaki hingga waktu yang sudah ditentukan, Kemudian kami keluarkan kau sebagai bayi, Kemudian (dengan berangsur- angsur) kau sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kau ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kau yang dipanjangkan umurnya hingga pikun, supaya ia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya Telah diketahuinya. dan kau lihat bumi Ini kering, Kemudian apabila Telah kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan aneka macam macam tumbuh-tumbuhan yang indah.
Ayat al Qur’an dan Hadits diatas menegaskan rincian proses terjadinya manusia, yang dimulai dari air sperma yang bercampur dengan sel telur kemudian menjadi mudgah, kemudian menjadi ‘alaqah. Sedangkan klarifikasi lebih detil perihal proses terbentuknya insan dalam rahim telah tergambar dengan terang menyerupai di uraikan berdasarkan pendapat Riyanti Apriliawati.   
Terhadap pertanyaan dapatkah bayi dalam kandungan dididik maka Hadits di atas menjelaskan bahwa pada usia kehamilan 120 hari ( 4 bulan ) Allah meniupkan roh kedalam jasad bayi yang masih dalam kandungan ibunya. Bila dihubungkan dengan fase-fase perkembangan pisik bayi  menyerupai tersebut di atas maka janin bayi sudah mempunyai organ tubuh yang lengkap bahkan pada bulan ke 3 atau ahad ke 12. Pada ahad ke  15 bayi sudah bisa mendengar. Oleh alasannya ialah itu pada dikala itu bayi benar-benar sudah menjadi insan yang tepat sehingga dengan berfungsinya alat telinga maka bayi sudah bisa merespon sitimulus yang tiba dari luar, bayi akan bergerak dengan bunyi musik dari luar hingga pada ahad ke 24 kehamilan ( 6 bulan) bayi.
Berdasarkan uraian di atas maka dapatlah disimpulkan bahwa anak sanggup didik ketika masih dalam kandungan dan pendidikan itu sudah bisa dilaksanakan ketika bayi di kandungan berusia 15 minggu. Pendidikan yang dimaksud disini ialah pendidikan yang didalamnya terjadi interaksi anak sebagai insan yang tepat dengan orang yang berada disekitar anak yang masih dalam kandungan. Akan tetapi pendidikan tidak eksklusif dalam arti kondisi psikologis kedua orang renta sanggup mensugesti calon bayi yang akan dilahirkan oleh seorang ibu sanggup saja terjadi. Pentingnya penciptaan kondisi psikologis yang baik pada dikala ingin memulai melaksanakan hubungan suami isteri. Rasulullah menganjurkan semoga sebelum berafiliasi intim hendaklah membaca doa sebagaimana yang disabdakanNya:
           حدثنا موسى بن إسما عيل حدثن همام عن منصور عن سالمبن أبي الجعد عن كريب عن إبن عباس رضي الله عنهما عن النبي صلى الله عليه قال أما إن أحدكم إذا أتى أهله وقال بسم الله اللهم جنبنا الشيطان وجنب السيطان ما رزقتنا فرزقا ولدا لم يضره السيظان
Artinya: Bahwa sebetulnya kalau diantara kalian mendatangi keluarganya  dan berkata: Dengan nama Allah Ya Allah jauhkan dari kami syaitan dan jauhkan syaitan  dari apa yang engkau rezkikan  kepada kami, maka keduanya akan dianugerahi anak yang tidak dicelakakan oleh syaitan.(HR. Bukhori no. 6388, Muslim no. 1434)