Konsep Dan Pengertian Puasa Dalam Tinjauan Syariat Islam

0
12
Konsep dan Pengertian Puasa Dalam Tinjauan Syariat. — Puasa berdasarkan bahasa yaitu menahan diri yang artinya menahan diri dari segala hal yang sanggup membatalkan puasa sehari penuh. Puasa dibagi menjadi 4 yaitu pertama puasa wajib. Puasa wajib yaitu puasa yang kalau dilakukan akan menerima pahala tetapi kalau ditinggalkan akan menerima dosa misalnya yaitu puasa ramadhan, puasa nazar dll. Kedua yaitu puasa sunnah. Puasa sunnah yaitu puasa yang kalau dilaksanakan menerima pahala kalau ditinggalkan tidak menerima dosa misalnya puasa Arafah , puasa senin kamis, puasa daud dll. Ketiga yaitu puasa makruh. Puasa makruh yaitu puasa yang lebih baik ditinggalkan. Keempat yaitu puasa haram. Puasa haram yaitu puasa yang kalau dilaksanakan menerima dosa, kalau ditinggalkan menerima pahala misalnya puasa di hari raya idul fitri dan idul adha, puasa dihari tasyrik dll.

Ada beberapa fungsi puasa diantaranya yaitu pertama, mencar ilmu melatih kesabaran. Saat puasa niscaya ada banyak hal yang menciptakan kita berbuat tidak baik maka dari itu fungsi puasa menahan kita semoga melatih kesabaran. Kedua, melatih mengendalikan hawa nafsu. Manusia seringkali tidak bisa menahan hawa nafsu, maka dengan berpuasa kita sanggup mengendalikan hawa nafsu. Fungsi sosial ketika melaksanakan ibadah puasa yaitu perilaku simpati dan solidaritas insan terhadap sesama, terutama fakir miskin. Ini sanggup kita jumpai ketika banyaknya orang yang membagikan ta’jil di jalan meskipun mereka tidak mengenal siapa dijalan tetapi mereka tetap mengembangkan kepada orang yang membutuhkan. Kemudian mengembangkan kepada fakir miskin ketika sebagian umat muslim memperlihatkan rezekinya ataupun zakatnya kepada saudara kita yang kurang mampu.


Salah satu rukun puasa yaitu pertama niat, niat harus dikerjakan pada malam hari sebelum terbit fajar shodiq kalau puasa itu puasa fardlu dan kalau puasa itu puasa sunnah boleh pagi hari atau siang hari sebelum tergelincirnya matahari. Disini yang dimaksud dengan niat harus dikerjakan pada malam hari sebelum terbit fajar shodiq kalau puasa itu puasa fardlu dan kalau puasa itu puasa sunnah boleh pagi hari atau siang hari sebelum tergelincirnya matahari yaitu kalau kita melaksanakan puasa wajib ibarat puasa ramadhan maka niat kita dilakukan ketika sebelum matahari terbit atau ketika final sahur, kalau kita melaksanakan puasa sunnah maka niat kita sanggup dilaksanakan ketika kita gres terbangun dari tidur dan belum mengkonsumsi apapun kemudian ingin melaksanakan puasa itu tidak papa selama kita tidak melaksanakan hal yang sanggup membatalkan puasa.

Oleh : Rifdatul Mardhiyah