Komponen – Komponen Peta Dan Kelompok Peta

0
7
Komponen – komponen Peta dan kelompok peta – hai sahabat , kali ini kita akan mencar ilmu perihal komponen-komponen peta. Yuk dibahas. 
 kali ini kita akan mencar ilmu perihal komponen Komponen – komponen Peta dan kelompok peta
Komponen –komponen  Peta dan kelompok peta
Kapan peta mulai ada dan dipakai manusia? Peta mulai ada dan dipakai manusia, semenjak insan melaksanakan penjelajahan dan penelitian. Walaupun masih dalam bentuk yang sangat sederhana yaitu dalam bentuk denah mengenai lokasi suatu tempat. Pada awal periode ke 2 (87M-150M), Claudius Ptolomaeus dibukukan dan diberi nama “Atlas Ptolomaeus”.
Istila peta diambil dari bahasa inggris yaitu map. Kata itu berasal dari bahasa Yunani Mappa yang berarti taplak atau kain epilog meja. Menurut ICA (international Cartographic Association), peta yaitu suatu citra atau representasi unsur-unsur kenampakan abnormal yang dipilih dari permukaan bumi, yang ada kaitannya dengan permukaan bumi atau benda-benda angkasa. Dengan demikian, peta yaitu gambar, akan tetapi tidak semua gambar yaitu peta.
Penggunan skala pada peta merupakan perbandingan antara bidang gambar dengan permukaan bumi sebenarnya. Permukaan bumi mustahil digambar sesuai ukuran aslinya, sehingga harus diperkecil dengan perbandingan tertentu. Karena peta sebagai citra permukaan bumi pada sebuah bidang datar, sedangkan bumi merupakan benda berbentuk bola maka untuk menciptakan peta, baik sebagian maupun seluruh permukaan bumi harus memakai teknik proyeksi tertentu. Ilmu yang mempelajari perihal pengetahuan dan teknik pembuatan peta disebut Kartografi, sedangkan orang yang mahir menciptakan peta disebut kartografer.
Pada awalnya, pembuatan peta hanya untuk menggambarkan permukaan bumi yang bersifat umum. Setelah itu, peta berkembang sehingga menggambarkan hal-hal khusus yang diubahsuaikan dengan kebutuhan pembuat dan pengguna peta. Dengan demikian, peta yang biasa kau temukan sangat banyak jenisnya. Banyaknya jenis peta tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, contohnya tujuan pembuatan peta, jenis simbol dan skala yang digunakan, atau kecendrungan penonjolan bentuk fenomena yang akan digambarkan. Dari sekian banyak jenis peta, intinya sanggup dibagi ke dalam dua kelompok besar yaitu berdasarkan isi peta dan skala peta.
Menurut isi peta, dibedakan atas peta umu dan peta khusus :
1. Peta umum, yaitu peta yang menggambarkan seluruh penampakan yang ada di permukaan bumi,, baik bersifat alamiah (misalnya sungai, danau,gunung, hutan dan laut) maupun budaya atau buatan insan (Misalnya : batas wilaya, jalan raya, kota, pelabuhan udara, perkebunan dan lain-lain). Contoh peta umum antara lain : peta dunia, peta korografi, peta rupa bumi dan peta topografi.
2. Peta khusus disebut pula peta tematik, yaitu peta yang menggambarkan atau menyajikan isu penampakan tertentu (spesifik) di permukaan bumi. Pada peta ini, penggunaan simbol merupakan ciri yang ditonjolkan sesuai tema yang dinyatakan pada judul peta. Beberapa pola peta tematik antara lain : Peta iklim, peta geologi, peta penggunaan lahan, peta persebaran penduduk, dll.
Menurut skala yang dibuat, peta sanggup dikelompokkan sebagai berikut :
1. Peta kadaster, yaitu peta yang memilki skala antara 1 : 100 hingga dengan 1 : 5.000. Contoh peta hak milik tanah.
2. Peta skala besar, yaitu peta yang mempunyai skala antara 1 : 5000 hingga dengan 1 : 250.000. Contoh peta Topografi.
3. Peta skala sedang, yaitu peta yang meiliki skala antara 1 : 250.000 saampa dengan 1 : 500.000 Contoh : Peta kabupaten per provinsi.
4. Peta skala kecil, yaitu peta yang mempunyai skala antara 1 : 500.000 hingga dengan 1 : 1.000.000. Contoh : Peta Provinsi di Indonesia.
5. Peta Geografi, yaitu peta yang mempunyai skala lebih kecil dari 1 : 1.000.000. Contoh : Peta Indonesia dan Peta dunia.
Peta yang baik harus dilengkapi dengan komponen-komponennya, supaya peta muda dibaca, ditafsirkan dan tidak membingungkan bagi pengguna peta. Adapun komponen-komponen yang harus dipenuhi dalam suatu peta yaitu sbb :
1. Judul peta

Judul peta memuat isi peta. Dari judul peta kau sanggup segera mengetahui daera mana yang tergambar dalam peta. Contoh : Peta penyebaran penduduk pula jawa. Peta tata Guna tanah Propinsi bali, peta Indonesia dan lainnya. Judul peta merupakan komponen yang sangat penting. Sebab, biasanya sebelum membaca isi peta, para pengguna niscaya terlebih dahulu membaca judul peta. Judul peta hendaknya memuat atau mencerminkan isu sesuai isi peta. Selain itu, judul peta jangan hingga menyebabkan penafsiran ganda pada peta. Judul peta,  biasanya diletakkan dibagian tengah atas peta atau sanggup juga diletakkan di cuilan lain dari peta, asalkan tidak menganggu ketampakan dari keseluruhan peta.
2. Skala peta
Sekala yaitu perbandingan antara jarak dua titik sembarang dip eta dengan jarak sebenarnya, dan satuan ukuran yang sama. Skala sangat akrab kaitannya yang disajikan. Skala peta dicara dengan memakai rumus :  Skala peta  = Jarak objek dip eta : Jarak Objek di muka bumi.
Bila ingin menyajikan data rinci maka dipakai skala besar, contohnya 1 : 5.000. Sebaliknya, apabila ingin ditunjukkan hubungan ketampakan secara keseluruhan maka dipakai skala kecil, contohnya 1 :  1.000.000
Contoh : Untuk peta yang mempunyai skala 1 : 1.000.000, berarti jarak 1 cm dip eta sama dengan 100.000 cm jarak gotong royong di permukaan bumi.
Penulisan skala pada peta sanggup berupa skala angka menyerupai di atas, atau dalam bentuk skala garis (skala grafis). Garis atau batang pengukur tersebut dibagi-bagi menjadi beberapa cuilan dengan ukuran yang sama.
Skala garis sanggup dibaca satuan jarak 1 cm dip eta berbanding lurus dengan satuan jarak 5 km di lapangan. Apabila skala garis tersebut dikonversi atau diubah menjadi skala angka maka sanggup ditulis menjadi 1 : 500.000. Atau kau sanggup membuatnya dalam bentuk skala kalimat (Skala verbal) lantaran skala dinyatakan dalam bentuk kalimat. Skala ini biasanya terdapat pada peta-peta pembuatan inggris,dan umumnya kurang digunakan. Misalnya kita menemukan kalimat “One Inch equals approximately 4.5 miles” (Satu inci kurang lebih sama dengan 4,5 mil). Permyataan tersebut sanggup diartikan bahwa satuan jarak 1 inci (2,5 cm) dip eta berbanding lurus dengna satuan jarak 4,5 mil jarak gotong royong di lapangan.
3. Legenda atau keterangan
Legenda pada peta membuktikan arti dari simbol-simbol yang terdapat pada peta. Legenda itu harus dipahami oleh pengguna peta, supaya tujuan pembuatannya mencapai sasaran. Legenda biasanya diletakkan di pojok kiri bawah peta. Selain itu, legenda peta juga sanggup diletakkan pada cuilan lain peta sepanjang tidak menganggu kenampakan peta secara keseluruhan.
4. Tanda arah atau tanda orientasi
Tanda arah atau tanda orientasi penting artinya pada suatu peta. Gunanya unntuk menunjukkan arah utara, selatan, timur dan barat. Tanda orientasi perlu dicantumkan pada peta untuk menghindari kekeliruan. Tanda arah pada peta biasanya terbentuk tanda panah yang menunjuk kea rah utara. Petunjuk ini diletakkan di cuilan mana saja dari peta, asal tidak menganggu penampakan peta.
5. Simbol
Gambara yang ada pada peta merupakan isu geografis yang berafiliasi dengan bentuk wilayah beserta kenampakan fenomena alam atau budaya (buatan manusia). Misalnya, sungai, gunung, danau, rawa-rawa , laut, batas wilaya, perkambungan, kota, jalan raya, penduduk , dll.
Fenomena ala dan budaya mustahil digambarkan pada peta sama persis dengan keadaan gotong royong di permukaan bumi. Untuk memberi tanda fenomena yang terdapat pada suatu wilayah, dipergunakan lambang tertentu yang mempunyai makna dan gampang dipahami oleh banyak orang (pengguna peta).. Lambang tersebut dinamakan simbol peta.
Penggunaan simbol-simbol pada peta bersifat konvensional, artinya : sesuai dengan kelaziman umum atau sanggup dimengerti secara umum. Pemakaian simbol berlaku berdasarkan skala peta. Pada peta  termatik yang bertujuan untuk menampilkan fenomena tertentu maka pemakaian simbol akan menonjolkan cuilan tertentu tersebut. Misalnya pada peta jala maka simbol jalan digambar lebih hitam atau lebih tebal daripada biasanya.

Simbol yang sanggup ditemukan pada sebuah peta, secara garis besar sanggup kita golongkan menjadi empat jenis, yaknis : Simbol warna, simbol titik, simbol garis dan simbol wilayah.Adapun wujud simbol dalam kaitannya dengan unsur yang digambarkan sanggup dibedakan atas wujud pictorial, geometric, dan huruf.

Tag :Komponen –komponen  Peta dan kelompok peta,Komponen –komponen  Peta dan kelompok peta,Komponen –komponen  Peta dan kelompok peta,Komponen –komponen  Peta dan kelompok peta,Komponen –komponen  Peta dan kelompok peta