Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah

0
12

A.    Pendahuluan

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 13 tahun 20107 ihwal Standart Kepala Sekolah/Madrasah[1], menegaskan bahwa seorang kepala sekolah hendaknya mempunyai kemampuan/ kompetensi minimal, yaitu : kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi dan sosial. Disamping itu seorang kepala sekolah harus juga mempunyai kemapuan/kompetensi guru, alasannya yaitu seorang kepala sekolah yaitu guru yang diberi kiprah suplemen sebagai Kepala Sekolah. Kompetensi guru tersebut diantaranya yaitu : kompetensi kepribadian , paedagogik, sosial dan profesional.
Untuk mencapai kemampuan yang diharapkan menyerupai yang tertera diatas, seorang kepala sekolah hendaknya senantiasa selalu menambah wawasannya dalam bidang kekepala sekolahan, terutama kemampuan dalam mengelola atau memenej sekolah supaya tercipta sekolah yang mempunyai kualitas dan mutu terbaik.
Untuk itu dalam makalah ini akan dipaparkan  apa saja kompetensi manajerial seorang kepala sekolah supaya nantinya seorang kepala sekolah sanggup membawa sekolahnya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sesuai dengan visi dan misinya.
B.    Definisi Kompetensi Manajerial
Kompetensi secara sederhana yaitu kemampuan atau kecakapan (Syah,2000:229). Secara terminologis kompetensi yaitu kemampuan dalam melaksanakan kiprah menurut kompetensi pekerjaan dan akhirnya sanggup diamati. Kompetensi merupakan perpaduan dari penguasaan pengetahuan, ketrampilan, nilai dan perilaku yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak pada sebuah tugas/pekerjaan.Kompetensi juga merupakan suatu karakteristik yang fundamental dari seorang individu yaitu penyebab yang terkait dengan contoh kriteria yang efektif. Berdasarkan definisi tersebut sanggup diartikan bahwa kompetensi merupakan karaktetristik seseorang yang menjadikan keefektifan dan kinerja seseorang tersebut dalam pencapaian hasil organisasi. Kompetensi ini meliputi pengetahuan,motivasi, keahlian, inisiatif dan kontrol diri.
Sementara manajerial yaitu hal-hal yang berafiliasi dengan manajer Manajer yaitu seseorang yang mempunyai tanggung jawab dalam suatu organisasi atas keberhasilan organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditentukan. Di dalam sebuah forum pendidikan, baik formal maupun non formal sama-sama mempunyai pengelola aktivitas yang bertindak sebagai eksekutif dan manajer. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata pengelola didefinisikan yaitu orang yang mengelola, sedangkan mengelola yaitu mengendalikan, menyelenggarakan, menjalankan, dan mengurus. Manajemen pada hakekatnya merupakan suatu proses merencanakan, mengorganisasikan, memimpin dan mengendalikan perjuangan anggota-anggota organisasi serta pendayagunaan seluruh sumber daya organisasi dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Baca Juga : Keterampilan Guru Dalam Membimbing Diskusi
            Dan kepala sekolah yaitu seorang guru yang diberi kiprah suplemen untuk memimpin suatu sekolah[2] dimana diselenggarakan proses berguru mengajar, atau daerah dimana terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang mendapatkan pelajaran. 
            Sehingga dari ketiga istilah ini sanggup disimpulkan bahwa yang dimaksud keterampilan manajerial kepala sekolah yaitu kemahiran atau kecakapan yang dimiliki oleh kepala sekolah dalam melaksanakan tugasnya sebagai seorang manajer.
            Sebagai pimpinan satuan pendidikan, kepala sekolah dituntut mempunyai kompetensi manajerial sebagai berikut:
1. Mampu menyusun perencanaan sekolah untuk aneka macam tingkatan perencanaan:
  • Mampu menyusun planning tahunan pengembangan sekolah berlandaskan kepada keseluruhan planning operasional yang telah disusun, melalui pendekatan, strategi, dan proses penyusunan perencanaan tahunan yang memegang teguh prinsip-prinsip penyusunan planning tahunan yang baik.
  • Mampu menyusun planning anggaran belanja sekolah (RAPBS) berlandaskan kepada keseluruhan planning tahunan yang telah disusun, melalui pendekatan, strategi, dan proses penyusunan RAPBS yang memegang teguh prinsip-prinsip penyusunan RAPBS yang baik.
  • Mampu menyusun perencanaan aktivitas kegiatan berlandaskan kepada keseluruhan planning tahunan dan RAPBS yang telah disusun, melalui pendekatan, strategi, dan proses penyusunan perencanaan aktivitas kegiatan yang memegang teguh prinsip-prinsip penyusunan perencanaan aktivitas yang baik.
2. Mampu membuatkan organisasi sekolah sesuai dengan kebutuhan:
  • Menguasai teori dan seluruh kebijakan pendidikan nasional dalam pengorganisasian kelembagaan sekolah sebagai landasan dalam mengorganisasikan kelembagaan maupun aktivitas insidental sekolah.
  • Mampu membuatkan struktur organisasi formal kelembagaan sekolah yang efektif dan efisien sesuai dengan kebutuhan melalui pendekatan, strategi, dan proses pengorganisasian yang baik.
  • Mampu membuatkan aneka ragam organisasi informal sekolah yang efektif dalam mendukung implementasi pengorganisasian formal sekolah dan sekaligus pemenuhan kebutuhan, minat, dan talenta perseorangan pendidikan dan tenaga kependidikan
Baca Juga  : Prosedur Pelaksanaan Penilaian Kinerja Guru
3. Mampu memimpin guru dan staf dalam rangka pendayagunaan sumber daya insan secara optimal:
  • Mampu mengkomunikasikan visi, misi, tujuan, sasaran, dan aktivitas strategis sekolah kepada keseluruhan guru dan staf.
  • Mampu mengkoordinasikan guru dan staf dalam merelalisasikan keseluruhan planning untuk mengapai visi, mengemban misi, mengapai tujuan dan sasaran sekolah
  • Mampu membangun kerjasama tim (team work) antar-guru, antar- staf, dan antara guru dengan staf dalam memajukan sekolah
4. Mampu mengelola guru dan staf dalam rangka pendayagunaan sumber daya insan secara optimal:
  • Mampu merencanakan kebutuhan guru dan staf menurut planning pengembangan sekolah
  • Mampu melaksanakan rekrutmen dan seleksi guru dan staf sesuai tingkat kewenangan yang dimiliki oleh sekolah
  • Mampu mengelola kegiatan pembinaan dan pengembangan profesional guru dan staf
5. Mampu mengelola sarana dan prasarana sekolah dalam rangka pendayagunaan secara optimal:
  • Mampu merencanakan kebutuhan kemudahan (bangunan, peralatan, perabot, lahan, infrastruktur) sekolah sesuai dengan planning pengembangan sekolah
  • Mampu mengelola pengadaan kemudahan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
  • Mampu mengelola pemeliharaan kemudahan baik perawatan preventif maupun perawatan terhadap kerusakan kemudahan sekolah
6. Mampu mengelola relasi sekolah – masyarakat dalam rangka pencarian derma ide, sumber belajar, dan pembiayaan sekolah:
  • Mampu merencanakan kerjasama dengan forum pemerintah, swasta dan masyarakat
  • Mampu melaksanakan pendekatan-pendekatan dalam rangka mendapatkan dukukungan dari forum pemerintah, swasta dan masyarakat
  • Mampu memelihara relasi kerjasama dengan forum pemerintah, swasta dan masyarakat
7. Mampu mengelola kesiswaan, terutama dalam rangka penerimaan siswa baru, penempatan siswa, dan pengembangan kapasitas siswa:
  • Mampu mengelola penerimaan siswa gres terutama dalam hal perencanaan dan pelaksanaan penerimaan siswa gres sesuai dengan kebutuhan sekolah.
  • Mampu menyiapkan layanan yang sanggup membuatkan potensi siswa sesuai dengan kebutuhan, minat, bakat, kreativitas dan kemampuan
  • Mampu memutuskan dan melaksanakan tata tertib sekolah dalam memelihara kedisiplinan siswa
8. Mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan berguru mengajar sesuai dengan arah dan tujuan pendidikan nasional:
  • Menguasai seluk beluk kurikulum dan proses pengembangan kurikulum nasional sehingga mempunyai perilaku kasatmata terhadap kebaradaan kurikulum nasional yang selalu mengalami pembaharuan, serta terampil dalam menjabarkannya menjadi kurikulum tingkat satuan pendidikan
  • Mampu membuatkan planning dan aktivitas pembelajaran sesuai dengan kompetensi lulusan yang diharapkan
  • Mampu menyusun aktivitas pendidikan per tahun dan per semester
  • Mampu mengelola penyusunan jadwa pelajaran per semester
9. Mampu mengelola keuangan sekolah sesuai dengan prinsip pengelolaan yang akuntabel, transparan, dan efisien:
  • Mampu merencanakan kebutuhan keuangan sekolah sesuai dengan planning pengembangan sekolah, baik untuk jangka pendek maupun untuk jangka panjang.
  • Mampu mengupayakan sumber-sumber keuangan terutama yang bersumber dari luar sekolah dan dari unit perjuangan sekolah.
  • Mampu mengkoordinasikan kegiatan pelaporan keuangan sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku
10. Mampu mengelola ketatausahaan sekolah dalam mendukung kegiatan-kegiatan sekolah:
  • Mampu mengelola manajemen surat masuk dan surat keluar sesuai dengan pedoman persuratan yang berlaku
  • Mampu mengelola manajemen sekolah yang meliputi manajemen akademik, kesiswaan, sarana/prasarana, keuangan, dan relasi sekolah-masyarakat
  • Mampu mengelola manajemen kearsipan sekolah baik arsip dinamis maupun arsip lainnya
11. Mengelola unit layanan khusus sekolah dalam mendukung kegiatan pembelajaran dan kegiatan kesiswaan di sekolah:
  • Mampu mengelola perjuangan kesehatan sekolah dan layanan sejenis untuk membantu siswa dalam pelayanan kesehatan yang diperlukan
  • Mampu mengelola koperasi sekolah baik sebagai unit perjuangan maupun sebagai sumber berguru siswa
  • Mampu mengelola perpustakaan sekolah dalam menyiapkan sumber berguru yang diharapkan oleh siswa
12. Mampu menerapkan prinsip-prinsip kewirausahaan dalam membuat penemuan yang mempunyai kegunaan bagi pengembangan sekolah:
  • Mampu bertindak kreatif dan inovatif dalam melaksanakan pekerjaan melalui cara berpikir dan cara bertindak
  • Mampu memberdayakan potensi sekolah secara optimal ke dalam aneka macam kegiatan-kegiatan produktif yang menguntungkan sekolah
  • Mampu menumbuhkan jiwa kewirausahaan (kreatif, inovatif, dan produktif) di kalangan warga sekolah
13. Mampu membuat budaya dan iklim kerja yang aman bagi pembelajaran siswa:
  • Mampu menata lingkungan fisik sekolah sehingga membuat suasana nyaman, higienis dan indah
  • Mampu membentuk suasana dan iklim kerja yang sehat melalui penciptaan relasi kerja yang serasi di kalangan warga sekolah
  • Mampu menumbuhkan budaya kerja yang efisien, kreatif, inovatif, dan berorientasi pelayanan prima
14. Mampu mengelola sistem informasi sekolah dalam mendukung penyusunan aktivitas dan pengambilan keputusan:
  • Mampu membuatkan mekanisme dan mekanisme layanan sistem informasi
  • Mampu menyusun format data base sekolah sesuai kebutuhan
  • Mampu mengkoordinasikan penyusunan data base sekolah baik sesuai kebutuhan pendataan sekolah
  • Mampu menerjemahkan data base untuk merencanakan aktivitas pengembangan sekolah
15. Terampil dalam memanfaatkan kemajuan teknologi informasi bagi peningkatan pembelajaran dan manajemen sekolah:
  • Mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam manajemen sekolah
  • Mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komukasi dalam pembelajaran, baik sebagai sumber berguru maupun sebagai alat pembelajaran
16. Terampil mengelola kegiatan produksi/jasa dalam mendukung sumber pembiayaan sekolah dan sebagai sumber berguru sisiwa:
  • Mampu merencanakan dan membina kegiatan produksi/jasa sesuai dengan potensi sekolah
  • Mampu melaksanakan pengawasan kegiatan produksi/jasa dan menyusun laporan
  • Mampu membuatkan kegiatan produksi/jasa dan pemasarannya
17. Mampu melaksana-kan pengawasan terhadap pelaksana-an kegiatan sekolah sesuai standar pengawasan yang berlaku:
  • Memahami peraturan-peraturan pemerintah yang berkaitan dengan standar pengawasan sekolah
  • Melakukan pengawasan preventif dan korektif terhadap pelaksanaan kegiatan sekolah
 
     C.    Kesimpulan
Kepala sekolah yang mempunyai kemampuan manajerial akan sanggup membawa sekolah sesuai dengan tujuan pendidikan itu sendiri. Dengan adanya kemampuam manajerial, seorang  kepala sekolah akan bisa mengatasi segala permasalahan sekolah yang terjadi, dan itu akan berdampak pada peningkatan mutu sekolah.
Untuk mendapatkan seorang Kepala sekolah yang bermutu tidaklah mudah. Mengangkat seorang guru yang telah usang bekerja menjadi kepala sekolah, belum tentu mempunyai kemampuan menjadi seorang kepala sekolah yang ideal. Butuh proses, pengalaman , talenta memimpin dan kemampuan manajerial serta pengetahuan dan pelatihan. Dan yang tak kalah pentingnya juga yaitu pengangkatan kepala sekolah seyogyanya dilakukan oleh para andal dengan melaksanakan serangkaian uji kecakapan terlebih dahulu. Denagn cara itu diharapkan akan mendapatkan seorang kepala sekolah yang berkualitas.
 
DAFTAR PUSTAKA
Muhibbin Syah. Psiklogi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru,Bandung: Remaja Rosdakarya, hal.230
Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 13 tahun 2002                                                                                                                          
Sudarman. Inovasi Pendidikan, Bandung: pustaka Setia. 2002


[1] Peraturan Menteri Pendidikan Nomor 13 tahun 2007

[2] Sudarman.Inovasi Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia.2002.hal.45