Klasifikasi Industri Dan Klarifikasi Penjabaran Industri

0
6
Klasifikasi Industri dan klarifikasi Klasifikasi Industri : Hai sobat segala Fakta, kali ini kita berguru wacana Klasifikasi Industri. Apakah kau tahu wacana industry? Jika dilihat dari besarnya, tentu dari pabrik satu dengan lainnya terdapat perbedaan. Ada pabrik yang kecil dan ada yang besr. Hal ini sangat berkaitan dengan acara industrinya, sehingga dari keanekaragamana tersebut maka industry sanggup diklasifikasikan menurut karakternya masing-masing.
Klasifikasi Industri dan klarifikasi Klasifikasi Industri  Klasifikasi Industri dan klarifikasi Klasifikasi Industri
Klasifikasi Industri dan klarifikasi Klasifikasi Industri
Berikut Penjelasan akan Klasifikasi Industri
Istilah industri sering diidentifikasikan dengan semua acara ekonomi insan yang mengolah barang mentah atau materi baku menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. Dari definisi tersebut, istilah industri sering disebut sebagai acara manufaktur (manufacturing). Padahal, pengertian industri sangatlah luas, yaitu menyangkut semua acara insan dalam bidang ekonomi yang sifatnya produktif dan komersial.
Karena merupakan acara ekonomi yang luas maka jumlah dan macam industry berbeda-beda untuk tiap Negara atau daerah. Pada umumnya, makin  maju tingkat perkembangan perindustrian di suatu Negara atau daerah, maka banyak jumlah dan macam industri, dan makin kompleks pula sifat acara dan perjuangan tersebut. Cara penggolongan atau pengkalsifikasian industry pun berbeda-beda. Tetapi pada dasarnya, pengklasifikasian industry didsarkan pada criteria yaitu menurut materi baku, tenaga kerja,  pangsa pasar, modal atau jenis teknologi yang digunakan. Selain faktor-faktor tersebut, perkembangan dan pertumbuhan ekonomi suatu Negara juga turut memilih keanekaragaman industri Negara tersebut, semakin besar dan komplekd kebutuhan masyarakat yang harus dipenuhi,, maka semakin beranekaragam jenis industrinya.
Adapaun pembagian terstruktur mengenai industri menurut criteria masing-masing, ialah sebagai berikut :
1. Klasifikasi industri menurut materi baku
Tiap – tiap industry membutuhkan materi baku yang berbeda, tergantung pada apa yang akan dihasilkan dari proses industri tersebut. Berdasarkan materi baku yang digunakan, industry sanggup dibedakan menjadi
a. Industri Ekstraktif, yaitu industri yang materi bakunya diperoleh pribadi dari alam. Misalnya, industri pertanian, industri hasil perikanan, dan industri hasil kehutanan.
b. Industri nonekstratif, yaitu industri yang mengolah lebih lanjut hasil-hasil industri lain. Misalnya, industri kayu lapis, industri pemintalan, dan industri kain.
c. Industri failitatif atau disebut juga industri tertier. Kegiatan industrinya ialah dengan menjal jasa layanan untuk keperluan orang lain. Misalnya perbankan, perdagangan, angkutandan pariwisata.
2. Klasifikasi Industri menurut tenaga kerja
Berdasarkan jumlah tenaga kerja yang disunakan, industri sanggup dibedakan menjadi :
a. Industri rumah tangga, yaitu industri yang memakai tenaga kerja kurang dari empat orang. Ciri industi ini mempunyai modal yang sangat terbata, tenaga kerja berasal dari anggota keluarga, dan pemilik atau pengelola industri biasanya kepala rumah tangga it sendiri atau anggota keluarganya. Misalnya, Industri anyaman, industri kerajinan, industri tempe/tahu  dan industri kuliner ringan.
b. Industri kecil, yaitu industri yang tenaga kerjanya berjumlah sekitar 5 – 9 orang. Ciri industri kecil ialah mempunyai modal yang relative kecil, tenaga kerjanya berasal dari lingkungan sekitar atau masih ada korelasi saudara. Misalnya industri genteng, Industri batubata, dan Industri Pengolahan rotan.
c. Industri sedang, yaitu industri yang memakai tenaga kerja sekitar 20-99 orang. Ciri industri sedang ialah mempunyai modal yang cukup besar, tenaga kerja mempunyai keterampilan tertentu, dan pimpinan perusahaan mempunyai kemampuan manajerial tertentu. Misalnya, Industri konveksi, industri bordir, dan industri keramik.
d. industri besar,, yaitu industri dengan jumlah tenaga kerja lebih dari 100 orang. Ciri industri besar ialah mempunyai modal yang besar yang dihimpun secara kolektif dalam bentuk pemilikan saham, tenga kerja harus mempunyai keterampilan khusus, dan pimpinan perusahaan dipilih melalui uji kemampuan dan kelayakan (fit dan profet tes). Misalnya, industri tekstil, industri mobil, industri besi baja dan industri pesawat terbang.
3. Klasifikasi industri menurut produksi yang dihasilkan
Berdasarkan produksi yang dihasilkan, industri sanggup dibedakan menjadi :
a. Industri premier, yaitu industri yang menghasilkan barang atau benda yang tidak perlu pengolahan lebih lanjut. Barang atau benda yang dihasilkan tersebut dapt dinikmati atau digunakan secara langsung. Misalnya, industri anyaman, industri konveksi, industri kuliner dan minuman.
b. Industri sekunder, yaitu industri yang menghasilkan barang atau benda yang membutuhkan pengolahan lebih lanjut sebelm dinikmati atau digunakan. Misalnya, Industri pemintalan barang, industri ban, industri baja dan industri tekstil.
c. Industri tertier, yaitu industri yang kesannya tidak berupa barang atau benda yang sanggup dinikmati atau digunakan baik secara pribadi maupun tidak langsung, melainkan berupa jasa layanan yang sanggup mempermudah atau membantu kebutuhan masyarakat. Misalnya : Industri angkutan, industri perbankan, industri perdagangan, dan industri pariwisata.
4. Klasifikasi industri menurut materi mentah
Berdasarkan materi mentah yang digunakan, industri sanggup dibedakan menjadi :
a. Industri  pertanian, yaitu industri yang mengolah bhan mentah yang diperoleh dari hasil acara pertanian. Misalnya, Industri minyak goreng, industri gula, industri kopi, industri the, dan industri makanan.
b. Industri pertambangan,  yaitu industri yang mengolah materi mentah yang berasal dari hasil pertambangan.  Misalnya,  industri yang mengolah materi mentah yang berasal dari hasil pertambangan. Misalnya : industri semen, industri baja, industri BBM (Bahan bakar minyak bumi), dan industri serat sintetis.
c. Industri jasa, yaitu industri yang mengolah jasa layanan yang sanggup mempermudah dan meringankan beban masyarakat tetapi menguntungkan, contohnya : Industri perbankan, industri perdagangan, industri pariwisata, industri transportasi, Industri seni dan hiburan.
5. Klasifikasi industri menurut lokasi unit usaha
Keberadaan suatu industri sangat memilih target atau tujuan acara industri. Berdasarkan pada lokasi unit usahanya, industri sanggup dibedakan menjadi :
a. Industri berorientasi pada pasar (market oriented industry), yaitu industri yang didirikan mendekati kawasan persebaran konsumen.
b. Industri berorientasi pada tenaga kerja (employment oriented industry), yaitu industri yang didirikan mendekati kawasan pemusatan penduduk, terutama kawasan yang mempunyai banyak angkatan kerja tetapi kurang pendidikannya.
c. Industri berorientasi pada pengolahan (Supply oriented industry), yaitunindustri yang didirikan bersahabat atau ditempat pengolahan.  Yaitu, industri yang didirikan bersahabat atau ditempat pengolahan. Misalnya industri semen di palimanan Cirebon (Dekat dengan kerikil gamping), industri pupuk di Palembang (Dekat dengan sumber pospat dan amoniak),  dan industri BBM di Balongan Indramayu (Dengan dengan kilang minyak)
d. Industri yang tidak terikat oleh persyaratan yang lain (Footlose industry), yaitu industri yang didirikan tidak terikat oleh syarat-syarat di atas, industri ini sanggup didirikan dimana saja,, alasannya materi baku, tenaga kerja dan pasaranya sangat luas serta sanggup ditemukan di mana saja. Misalnya, industri elektronik, industri elektronik, industri otomotif, dan industri transfortasi.
6. pembagian terstruktur mengenai industri menurut proses produksi
Berdasarkan proses produksi, industri sanggup dibedakan menjadi :
a. Industri hulu, yaitu industri yang hanya mengolah materi mentah menjadi barang setengah jadi, industri ini sifatnya hanya menyediakan materi baku untuk acara industri yang lain. Misalnya : Industri kayu lapis, industri alumunium, industri pemintalan, dan industri baja.
b. industri hilir, yaitu industri yang mengolah barang setengah jadi menjadi barang jadi sehingga barang yang dihasilkan sanggup pribadi digunakan atau dinikmati oleh konsumen. Misalnya, industri pesawat terbang, industri konveksi, industri otomotif, dan Industri meubeler.
7. pembagian terstruktur mengenai industri menurut barang yang dihasilkan
Berdasarkan barang yang dihasilkan, industri sanggup dibedakan menjadi :
a. industri berat, yaitu indutri yang menghasilkan mesin-mesin atau alat produksi lainnya. Misalnya : Industri mesin, dan industri percetakan.
b. Industri ringan, yaitu industri yang menghasilkan barang siap pakai untuk dikonsumsi.  Misalnya, industri obat-obatan, industri makanan, dan industri minuman.
8. Klasifikasi industri menurut modal yang digunakan
Berdasarkan modal yang digunakan, industri sanggup dibedakan menjadi :
a. Industri dengan penanaman modal dalam negeri (PMDN), Yaitu industri yang memperoleh santunan modal dari pemerintah atau pengusaha nasional (Dalam negeri). Misalnya, industri kerajinan, industri pariwisata,dan industri kuliner dan minuman.
b. Industri dengan penanaman modal absurd (PMA), yaitu industri yang modalnya berasal dari penanaman modal asing. Misalnya, industri komunikasi, industri perminyakan, dan industri pertambangan.
c. industri dengan modal patungan (join venture), yaitu industri yang modalnya berasal dari hasil kolaborasi antara PMDN dan PMA. Misalnya, industri otomotif, industri transportasi, dan industri kertas.
9. Klasifikasi industri menurut Subjek pengelola
Berdasarkan subjek pengelolaanya, industri sanggup dibedakan menjadi :
a. industri rakyat, yaitu industri yang dikelola dan merjpakan milik rakyat, contohnya : industri meubeler, industri kuliner ringan, dan industri kerajinan.
b. Industri Negara, yaitu industri yang dikelola dan merupakan milik Negara yang dikenal dengan istilah BUMN, contohnya industri kertas, industri pupuk, industri baja, industri pertambangan, industri perminyakan dan industri transportasi.
10. Klasifikasi industri menurut cara pengorganisasian
Cara pengorganisasian Suatu industri dipengaruhi oleh banyak sekali faktor, menyerupai : modal, tenaga kerja, produk yang dihasilkan dan pemasarannya. Berdasarkan cara pengorganisasiannya, industri sanggup dibedakan menjadi :
a. Industri kecil, yaitu industri yang mempunyai ciri-ciri : modal relatifk kecil, teknologi sederhana, pekerjanya kurang dari 10 orang biasanya berasal dari kalangan keluarga, produknya masih sederhana, dan lokasi pemasarannya masih terbatas (Berskala local). Misalnya industri kerajinan, dan industri kuliner ringan.
b. industri menengah, yaitu industri yang mempunyai ciri-ciri: Modal relative besar, teknologi cukup maju tetapi masih terbatas, pekerja antara 10-200 orang, tenaga kerja tidak tetap, dan lokasi pemasarannya relative lebih luas (berskala regional), contohnya : Industri bordir, industri sepatu dan industri mainan anak-anak.
c.Industri besar, yaitu industri yang mempunyai ciri-ciri : modal sangat besar,  teknologi canggih dan modern, organisasi teratur, tenga kerja dalam jumlah banyak dan terampil. Pemasaranyna berskala nasional atau internasional. Misalnya : Industi barang-barang elektronik, industri otomotif, industri transportasi, dan industri persenjataan.
11. Klasifikasi industri menurut Surat keputusan menteri perindustrian
Adapun pengklasifikasiannya ialah sebagai berikut :
a. Industri kimia dasar (IKD)
b. Industri mesin logam dasar dan elektronik (IMELDE)
c. Aneka industri (AI)
d. Industri kecil (IK)

e. Industri pariwisata
Tag : Klasifikasi Industri dan klarifikasi Klasifikasi Industri Klasifikasi Industri dan klarifikasi Klasifikasi Industri, Klasifikasi Industri dan klarifikasi Klasifikasi Industri, Klasifikasi Industri dan klarifikasi Klasifikasi Industri, Klasifikasi Industri dan klarifikasi Klasifikasi Industri, Klasifikasi Industri dan klarifikasi Klasifikasi Industri, Klasifikasi Industri dan klarifikasi Klasifikasi Industri, Klasifikasi Industri dan klarifikasi Klasifikasi Industri, Klasifikasi Industri dan klarifikasi Klasifikasi Industri, Klasifikasi Industri dan klarifikasi Klasifikasi Industri