Kisah Sukses Pengusaha Elok Membesarkan Vanila Hijab

0
14


Kisah Sukses Pengusaha Cantik Membesarkan Vanila Hijab – Saat ini hijab sudah tidak lagi menjadi sebuah epilog kepala saja, namun sekarang hijab sudah menjadi sebuah trend. Trend hijab mengalami perkembangan yang pesat sehingga model hijab semakin beragam. Semakin banyak nya orang yang berhijab tentu ini menjadi sebuah peluang bisnis yang menjanjikan untuk di geluti. 

Pengusaha muda yang sukses dalam bisnis hijab ini ialah abang beradik yaitu Intan dan adiknya Atina. Awalnya abang beradik ini hanya iseng saja berjualan hijab hanya untuk mengisi waktu luang mereka. Pada awal memulai bisnis hijab ini mereka hanya memakai aplikasi BBm saja dan juga memakai SMS untuk pemasarannya. Yang pertama kali menjalankan bisnis jual beli hijab ini ialah atina. Dia menjalankan bisnis ini selama tiga bulan atina menjalankan bisnis online shop ini sendirian, tepatnya tahun 2012 ketika itu ia masih berusia 18 tahun.

Atina hanya mengambil barang di sentra grosir hanya jikalau ada konsumen yang tertarik. Setelah pembeli membayar barang tersebut, ia gres kemudian menyetorkan kepada pemasok. Kaprikornus bisnis yang dijalankan Atina bisa di bilang dimulai tanpa mengeluarkan modal sedikitpun kecuali biaya untuk koneksi internet. 

Dan ketika itu Intan, kakaknya masih kuliah di PPM Manajemen jurusan finance business mendapatkan kiprah menciptakan bisnis gres sebagai syarat kelulusan. Kemudian adiknya mengatakan untuk mengelola bisnis hijab online bersama – sama. Kemudian sekitar tiga bulan selanjutnya Intan yang ketika ini berusia 23 tahun ini lebih rajin memantau bisnis tersebut hingga karenanya ia benar – benar merasa mantap untuk menekuni bisnis online hijab tersebut dan menjadi wirausaha.


Bisnis online hijab yang di kelola dua abang beradik ini pada tahun pertama berjalan dengan lancar.Kemudia Intan dan Atina memutuskan untuk memproduksi sendiri produk hijabnya dalam jumlah besar. Saat itu mereka berdua hanya mengandalkan dua model hijab saja yaitu segiempat dan pashmina. Intan dan Atina kemudian mencari konveksi yang menyanggupi undangan mereka.

Setelah mereka mendapatkan konveksi yang mampu mendapatkan undangan kedua abang beradik ini, proses produksi pun berjalan. Namun sayang mereka berdua mengalami kendala. Jilbab yang di produksi di nyatakan gagal dan tidak layak untuk di jual alasannya ialah tidak sesuai oleh impian mereka berdua. Hasil dari produk hijabnya mempunyai panjang ukuran yang berbeda – beda sehingga tidak bisa di jual kembali. Saat itu kerugian yang mereka tanggung mencapai 70 juta rupiah. Tentu kerugian yang tidak sedikit, dan alasannya ialah hal ini abang beradik ini sempat frustasi dan tidak ingin melanjutkan bisnis kembali.

Namun alasannya ialah kiprah orang bau tanah yang selalu mengatakan dorongan dan semangat untuk tetap berdiri menciptakan abang beradik ini kembali memulai bisnis dan menghadapi suka dan murung di dalam dunia bisnis. Berkat ketekunan kedua abang beradik ini mengelolaa bisnis hijab, karenanya prduk hijabnya sukses di pasaran dengan nama Vanilla Hijab. Saat ini produk Vanilla Hijab cukup populer di media sosial, khususnya di instagram dengan jumlah pengikut lebih dari 300 ribu follower dan juga berhasil mempunyai dua konveksi sendiri.

Dalam waktu satubulan mereka bisa memproduksi sekitar empat jenis model hijab yang setiap modelnya di produksi hingga sebanyak 1.500 potong. Masing – masing jenis jilbab tersebut terdiri dari delapan hingga sepuluh warna yang masing – masing didominasi dengan warna – warna pastel. Warna pastel ialah salahsatu warna konsep kedua abang beradik ini. Jarang sekali mereka memproduksi jilbab dengan warna bold atau neon menyerupai warna kuning jelas atau pink neon. Namun terkadang ada juga beberapa warna gelap standar yang di produksi menyerupai warna biru, hitam, dan juga marun.


Bisnis nya yang sudah populer khusunya di kalangan para hijabers, menciptakan hijab yang di produksinya selalu habis terjual sehabis usia di produksi. Padahal kedua abang beradik ini sudah memproduksi hingga 3.500 potong hijab perbulannya, bahkan Intan dan Atina sempat merasa takut jikalau produk hijabnya tidak laris terjual. Namun siapa sangka jikalau barang yang sudah di produksi pribadi habis terjual dalam hitungan setengah jam saja. Sampai ketika ini Vanilla Hijab selalu mengalami over demand. Karena hal ini lah Vanilla Hijab selalu membatasi pembelian maksimal empat potong saja setiap customer, sehingga customer yang lain juga kebagian.

Keseriusan kedua abang beradik ini dalam menjalankan bisnis yang awalnya di mulai tanpa modal sama sekali hingga menjadi sesukses ini menciptakan Intan dan Atina selalu berinovasi dalam menyebarkan usahanya. Dan sekarang mereka berdua sedang menyebarkan aplikasi mobile yang mempermudah para konsumen untuk berbelanja. 

Itulah isu ihwal dua abang beradik yang sukses menjadi pengusaha muda. Semoga isu tersebut bisa menginspirasi kita semua. sekian artikel ihwal Kisah Sukses Pengusaha Cantik Membesarkan Vanila Hijab. Semoga bermanfaat.