Kisah Mistis Dan Pantangan Pada Malam Satu Suro

0
11
Satu suro diperingati malam hari ba’da maghrib pada hari sebelum tanggal satu yang bertepatan dengan 1 Muharram dalam kalender Hijriah. Malam pergantian tahun gres Jawa ini juga populer dengan kemistisannya. Konon, di malam ini akan banyak mahluk dari alam ghaib yang berkeliaran ketimbang malam-malam lainnya. 

da maghrib pada hari sebelum tanggal satu yang bertepatan dengan  Kisah mistis dan pantangan pada malam satu suro

Tahun gres Jawa yakni 1 Suro dalam kalender Jawa di bulan Sura atau Suro bertepatan dengan 1 Muharram dalam kalender Hijriah. Tahun gres Jawa ini yakni sistem penanggalan yang diciptakan Sultan Agung Hanyakrakusuma, Raja Mataram Islam di era 16 M.

Penanggalan ini mempunyai keistimewaan alasannya memadukan sistem penanggalan Islam, sistem Penanggalan Hindu, dan sedikit penanggalan Julian yang merupakan bab budaya Barat.

Malam 1 Suro memang populer dengan kemistisannya. Pada malam menyerupai ini, konon dikabarkan makhluk astral banyak berkeliaran ketimbang malam-malam lainnya.

Percaya atau tidak, dua hal itu yang akan selalu menjadi jawabannya. Tapi, tahukah kamu, kesan mistis pada malam 1 Suro bekerjsama sudah dibangun semenjak dulu. Pada waktu itu, 1 Suro yang menjadi tanggal tahun gres pada kalender Jawa, dimanfaatkan oleh masyarakat di kerajaan di Pulau Jawa untuk membersihkan pusaka. Ritual membersihan pusaka ini disebut jamasan.

Tak hanya membersihkan pusaka, masyarakat di sekitar kerajaan juga melaksanakan ritual Mubeng Benteng untuk meramaikan malam pergantian tahun. Ritual itu hingga kini masih dapat kau temui di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, Keraton Kasultanan Ngayogyakarta, dan Pura Mangkunegaran. Ketiga kerajaan itu diketahui merupakan penerus Dinasti Kerajaan Mataram Islam.


da maghrib pada hari sebelum tanggal satu yang bertepatan dengan  Kisah mistis dan pantangan pada malam satu suro
Sebenarnya tidak hanya mistis, bulan Suro juga dipercaya orang Jawa sebagai bulan yang kurang baik alias bulan kesialan. Kesan itu diembuskan dengan tujuan semoga masyarakat tidak menciptakan pesta yang nantinya akan menyaingi ritual-ritual kraton menyerupai jamasan dan Mubeng Benteng.


Oleh alasannya itu, di lingkungan Jawa orang dilarang menikahkan anaknya di bulan Suro. Mitos itu bahkan masih dipercaya hingga sekarang. Kini, itu semua tergantung kamu, ingin memperingati malam 1 Suro yang bertepatan dengan malam 1 Muharram ini dengan kegiatan menyerupai apa. Yang niscaya mitos akan selalu ada bagi yang mempercayainya.



LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here