Keterampilan Guru Dalam Mengunakan Media Pembelajaran

0
13


PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang
Dalam pendidikan untuk mencapai efisiensi dan efektifitas dalam pembelajaran diharapkan suatu alat bantu untuk mempermudah tercapainya tujuan. Alat bantu dalam pembelajaran dikenal dengan istilah media pembelajaran. Sebagai seorang calon guru, hendaknya mengetahui apa itu media pembelajaran.
Hal ini yang menjadi latar belakang kami untuk membuat makalah keterampilan guru dalam memakai media pembelajaran.

PEMBAHASAN
A.   Pengertian Media Pembelajaran
Dalam pendidikan dan pengajaran untuk mencapai tujuan semoga terdapat efisiensi dan efektifitas dalam berguru mengajar digunakan suatu alat bantu yang dikenal dengan istilah “media belajar”. Dari segi etimologi kata “media” berasal dari kata “medium” yang secara harfiah berarti “perantara atau pengantar”. Media ialah mediator atau pengantar pesan dari pengirim ke akseptor pesan.[1]
Sedang dalam kepustakaan asing, ada sementara andal yang memakai istilah “audiovisual aids”. Untuk pengertian yang sama banyak pula andal yang memakai istilah “teaching material” atau instruksional material[2], artinya identik dengan pengertian keperagaan yang berasal dari kata “raga”, yaitu suatu benda yang sanggup diraba, dilihat, didengar, dan yang sanggup diamati melalui indera kita.[3]
Ada beberapa konsep atau definisi media pendidikan atau media pembelajaran. Rossi dan Briedle (1966:3) mengemukakan bahwa media pembelajaran ialah seluruh alat dan materi yang sanggup digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan menyerupai radio, televisi, buku, koran, majalah dan sebagainya. Menurut Rossi alat-alat semacam radio dan televisi jikalau digunakan dan diprogram untuk pendidikan maka merupakan media pembelajaran.
Jadi dalam pengertian ini media bukan hanya alat mediator menyerupai TV, radio, slide, materi cetak, tetapi meliputi orang atau insan sebagai sumber berguru atau juga berupa aktivitas semacam diskusi, seminar, karya wisata, simulasi, dan sebagainya yang dikondisikan untuk menambah pengetahuan dan wawasan, mengubah perilaku siswa, atau untuk menambah keterampilan.[4]
Dari beberapa pendapat mereka, dapat diambil kesimpulan bahwa media pendidikan atau pengajaran ialah segala sesuatu yang sanggup digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengiriman dan sipenerima guna merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan siswa sehinga sanggup mendorong terjadinya proses belajar.
Sebagai pembawa (penyalur) pesan, media pengajaran tidak hanya digunakan oleh guru, tetapi yang lebih penting sanggup pula digunakan oleh siswa.[5]
B.   Keterampilan Guru Dalam Menggunakan Media Pembelajaran
Program yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan tidak terlepas dari kiprah seorang guru alasannya ialah guru merupakan salah satu unsur penting yang sangat berperan dalam proses pembelajaran. Guru pada proses pembelajaran berperan sebagai motivator dan fasilitator, oleh karenanya seorang guru memerlukan beberapa keterampilan dalam melaksanakan tugasnya.
Berbekal keterampilan tersebut diharapkan proses pembelajaran berlangsung secara efektif dan efisien. Media pembelajaran sanggup meningkatkan proses berguru siswa dalam pembelajaran yang pada gilirannya sanggup meningkatkan hasil berguru yang dicapainya.
Pembelajaran merupakan suatu proses yang kompleks dan melibatkan banyak sekali aspek yang saling berkaitan. Oleh alasannya ialah itu, untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif diharapkan bagi guru mempunyai banyak sekali keterampilan yaitu keterampilan mengajar. Keterampilan mengajar atau pembelajaran merupakan kompetensi pedagogik yang cukup kompleks alasannya ialah merupakan integrasi dari banyak sekali kompetensi guru secara utuh dan menyeluruh.
Beberapa keterampilan dasar mengajar dalam memakai media pembelajaran yang harus dikuasai oleh guru ialah sebagai berikut:
1)   Keterampilan membuka pelajaran, yaitu aktivitas guru untuk membuat suasana yang menjadikan siswa siap mental sekaligus menjadikan perhatian siswa terpusat pada hal-hal yang akan dipelajari.
2)   Keterampilan menutup pelajaran, yaitu aktivitas guru untuk mengakhiri proses berguru mengajar.
3)   Keterampilan menjelaskan, yaitu perjuangan penyajian materi pembelajaran yang diorganisasikan secara sistematis.
4)   Keterampilan mengelola kelas, yaitu aktivitas guru untuk membuat siklus berguru yang kondusif.
5)   Keterampilan bertanya, yaitu perjuangan guru untuk mengoptimalkan kemampuan menjelaskan melalui derma pertanyaan kepada siswa.
6)   Keterampilan memperlihatkan penguatan, yaitu suatu respon aktual yang diberikan guru kepada siswa yang melaksanakan perbuatan baik atau kurang baik.
7)   Keterampilan memberi variasi, yaitu perjuangan guru untukmenghilangkan kebosanan siswa dalam mendapatkan pelajaran melalui variasi gaya mengajar, penggunaan media, contoh interaksi aktivitas siswa, dan komunikasi non lisan (suara, mimik, kontak mata, dan semangat)[6].
Keberhasilan tercapainya tujuan pendidikan sangat tergantung pada sumber daya yang ada di sekolah tersebut yaitu kepala sekolah, guru, siswa, pegawai tata perjuangan dan tenaga kependidikan lainnya serta media pembelajaran.
  
PENUTUP
A.   Kesimpulan
1.    Media pendidikan atau pengajaran ialah segala sesuatu yang sanggup digunakan untuk menyalurkan pesan  dari pengiriman dan sipenerima guna merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar. Sebagai pembawa (penyalur) pesan, media pengajaran tidak hanya digunakan oleh guru, tetapi yang lebih penting sanggup pula digunakan oleh siswa.
2.    Beberapa keterampilan dasar mengajar dalam memakai media pembelajaran yang harus dikuasai oleh guru ialah sebagai berikut:
1)   Keterampilan membuka pelajaran, yaitu aktivitas guru untuk membuat suasana yang menjadikan siswa siap mental sekaligus menjadikan perhatian siswa terpusat pada hal-hal yang akan dipelajari.
2)   Keterampilan menutup pelajaran, yaitu aktivitas guru untuk mengakhiri proses berguru mengajar.
3)   Keterampilan menjelaskan, yaitu perjuangan penyajian materi pembelajaran yang diorganisasikan secara sistematis.
4)   Keterampilan mengelola kelas, yaitu aktivitas guru untuk membuat siklus berguru yang kondusif.
5)   Keterampilan bertanya, yaitu perjuangan guru untuk mengoptimalkan kemampuan menjelaskan melalui derma pertanyaan kepada siswa.
6)   Keterampilan memperlihatkan penguatan, yaitu suatu respon aktual yang diberikan guru kepada siswa yang melaksanakan perbuatan baik atau kurang baik.
7)   Keterampilan memberi variasi, yaitu perjuangan guru untukmenghilangkan kebosanan siswa dalam mendapatkan pelajaran melalui variasi gaya mengajar, penggunaan media, contoh interaksi aktivitas siswa, dan komunikasi non lisan (suara, mimik, kontak mata, dan semangat).
B.   Saran
Sebagai seorang calon guru, kita harus mengetahui dan memahami media pembelajaran untuk mempermudah dalam proses berguru mengajar dalam mencapai tujuan pendidikan.
DAFTAR PUSTAKA

Mufarokah, Anissatul, Strategi Belajar Mengajar, (Yogyakarta : Teras, 2007)

Hamalik, Oemar, Media Pendidikan, (Bandung : Alumni, 1986)

Sadiman, Arief S.Media Pendidikan: Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatannya, (Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, 2002)

Sanjaya, Wina, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, (Jakarta : Kencana Prenada Media, 2009)

Sujana, Nana dan Rivai, AhmadMedia Pengajaran, (Bandung : Sinar Baru, 1991)

 


[1] Mufarokah, Anissatul, Strategi Belajar Mengajar, (Yogyakarta : Teras, 2007), h 5

[2] Hamalik, Oemar, Media Pendidikan, (Bandung : Alumni, 1986), h 11

[3] Sadiman, Arief, Media Pendidikan: Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatannya, (Jakarta : PT. Raja
   Grafindo Persada, 2002), h 15

[4] Sanjaya, Wina, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, (Jakarta : Kencana Prenada
   Media, 2009) h 20

[5] Sujana, Nana dan Rivai, AhmadMedia Pengajaran, (Bandung : Sinar Baru, 1991), h 7

[6] Slamet, Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya, (Jakarta: Rineka Cipta, 2003), h. 30
Judul : Keterampilan guru dalam mengunakan media pembelajaran
Penulis : Imam Subeki