Keterampilan Guru Dalam Bertanya Pada Acara Pembelajaran Pembelajaran

0
10

BAB I
PNDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG

Pendidikan merupakan suatu proses untuk memperoleh pengetahuan dan memperbaiki masa depan. Dalam kamus bahasa Indonesia pendidikan yang berasal dari kata “didik”, Lalu kata ini menerima awalan kata “me” sehingga menjadi “mendidik” artinya memelihara dan memberi latihan. Dalam memelihara dan memberi latihan diharapkan adanya ajaran, tuntunan, dan pimpinan mengenai etika dan kecerdasan pikiran. Dalam pendidikan dibutuhkannya tenaga pendidik sebagai saluran untuk menyalurkan dan membantu penerima didik dalam proses pembelajaran. Seorang pendidik dituntut untuk benar-benar professional bukan hanya sekedar mengajar dan menguasai kelas saja, namun jauh dari itu pendidik harus mempunyai ilmu pengetahuan dan skill yang banyak sehingga sanggup memberikan ilmu yang diajarkan kepada penerima didik.
Pada kenyataannya masih banyak pendidik yang hanya sekedarnya saja dan tidak mempunyai keterampilan dalam mengajar sehingga hasilnya tidak maksimal. Oleh alasannya yaitu itu seorang pendidik harus mempunyai keterampilan khusus dalam mengajar. Ada aneka macam keterampilan mengajar, salah satunya yaitu keterampilan bertanya yang akan di bahas dalam makalah ini.

BAB II
PEMBAHASAN

 A.    PENGERTIAN BERTANYA
Keterampilan bertanya, bagi seorang guru merupakan keterampilan yang sangat penting untuk dikuasai. Sebab melalui keterampilan ini guru sanggup membuat suasana pembelajaran lebih bermakna. Pembelajaran akan menjadi sangat membosankan, jikalau selama berjam-jam guru menjelaskan materi pelajaran tanpa diselingi dengan pertanyaan, baik hanya sekedar pertanyaan pancingan, atau pertanyaan untuk mengajak siswa berpikir.[1]
Menurut kamus bahasa Indonesia “bertanya” berasal dari kata “tanya” yang berarti undangan keterangan. Sedangkan kata “terampil” mempunyai arti cakap dalam penyelesaian kiprah ataupun bisa dan cekatan. Dengan demikian keterampilan bertanya secara sederhana sanggup diartikan dengan kecakapan atau kemampuan seseorang dalam meminta keterangan atau klarifikasi dari orang lain atau pihak yang menjadi lawan bicara.
Menurut pendapat Brown pengertian bertanya adalah…any statement which tests or creates knowledge in the learner (setiap pertanyaan yang mengkaji atau membuat ilmu pada diri siswa-siswi merupakan pengertian dari bertanya) (Brown, 1975, 103). Dalam proses belajar-mengajar, tujuan pertanyaan yang diajukan oleh guru yaitu biar siswa-siswi belajar, artinya memperoleh pengetahuan (informasi) dan meningkatkan kemampuan berpikir.[2]
Ada hal penting dalam keterampilan bertanya yaitu :
1.      Pausing
Setelah guru mengajukan pertanyaan, murid diminta damai sebentar
2.      Prompting
3.      Probing
Apabila belum puas, minta murid yang lain lagi. yang risikonya diperoleh tanggapan yang sempurna.[3]

B.     JENIS – JENIS PERTANYAAN

1. Jenis pertanyaan berdasarkan maksudnya
Ø  Pertanyaan permintaan, pertanyaan yang mengandung unsur suruhan dengan impian siswa sanggup mematuhi perintah yang diucapkan, oleh alasannya yaitu itu pertanyaan ini tidak mengharapkan tanggapan dari siswa, akan tetapi yang diharapkan yaitu tindakan siswa
Ø  Pertanyaan retoris, pertanyaan yang tidak menghendaki tanggapan dari siswa, akan tetapi kita sendiri yang menjawabnya.
Ø  Pertanyaan mengarahkan atau menuntun, pertanyaan yang ditujukan untuk menuntun proses berpikir siswa, dengan impian siswa sanggup memperbaiki atau menemukan tanggapan yang lebih tepat dari tanggapan sebelumnya.
Ø  Pertanyaan menggali, pertanyaan yang diarahkan untuk mendorong siswa biar sanggup menambah kualitas dan kuantitas jawaban.
2.Jenis pertanyaan berdasarkan tingkat kesulitan tanggapan yang diharapkan bisa terdiri dari pertanyaan tingkat rendah dan pertanyaan tingkat tinggi
Ø  Pertanyaan tingkat rendah
Pertanyaan tingkat rendah yaitu pertanyaan yang menyangkut fakta, pengetahuan sederhana dan penerapan pengertian.
Ø  Pertanyaan tingkat tinggi
Pertanyaan tingkat tinggi yaitu pertanyaan yang menuntut pemikiran abstrak. jenis pertanyaan yang tidak akan sanggup dijawab bilamana murid sama sekali belum mengerti materi pelajaran.

C.    DASAR PERTANYAAN YANG BAIK

Suatu pertanyaan yang baik mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
1.      Kalimatnya singkat dan jelas
2.      Tujuannya jelas, tidak terlalu umum dan luas
3.      Setiap pertanyaan hanya untuk satu masalah
4.      Mendorong anak untuk berfikir
5.      Jawaban yang diharapkan bukan sekedar iya atau tidak
6.      Bahasa dalam pertanyaan dikenal baik oleh siswa[4]
7.      Tuntunlah tanggapan siswa sehingga mereka sanggup menemukan sendiri tanggapan yang benar.[5]

D.    TUJUAN KETRAMPILAN BERTANYA

Guru sanggup menyidik penguasaan siswa, mendorong pengetahuan dalam situasi lain, mengarahkan dan menarik perhatian siswa, mengubah pendirian, kepercayaan atau prasangka yang keliru.[6]
Di dalam proses pembelajaran guru mengajukan pertanyaan dengan tujuan sebagai berikut :
Ø  Merangsang kemampuan berpikir
Ø  Membantu siswa dalam belajar
Ø  Mengarahkan siswa pada interaksi mencar ilmu yang mandiri
Ø  Membantu siswa dalam mencapai tujuan pelajaran yang dirumuskan
Ø  Memusatkan kekuatan ingatan dalam suatu masalah, sehingga sanggup mengikuti sepenuhnya pembahasan dan pendalaman masalahnya, kemudian sehabis itu bepindah kepada materi lain (bahan baru)
Ø  Memantapkan pengertian-pengertian dan masalah-masalah yang telah diajarkan kepada mereka
Ø  Mengukur (mengevaluasi) benar tidaknya materi pelajaran yang sanggup mengerti / ditangkap oleh murid-murid selama pelajaran berlangsung dan mengukur kadar terang tidaknya (pengertian mereka)
Ø  Akan terang bagi guru, banyaknya pelajaran yang sudah dimengerti oleh murid-muridnya.[7]

BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN

Keterampilan bertanya merupakan kemampuan guru dalam bentuk pertanyaan sebagai stimulus untuk menumbuhkan keaktifan dan respon dari siswa.
Jenis-jenis pertanyaan,1.Jenis pertanyaan berdasarkan maksudnya :Pertanyaan permintaan, Pertanyaan retoris, Pertanyaan mengarahkan atau menuntun, Pertanyaan menggali.2.Jenis pertanyaan berdasarkan tingkat kesulitan tanggapan yang diharapkan bisa terdiri dari pertanyaan tingkat rendah dan pertanyaan tingkat tinggi
Didalam proses pembelajaran guru mengajukan pertanyaan dengan tujuan sebagai berikut :Merangsang kemampuan berpikir, Membantu siswa dalam belajar, Mengarahkan siswa pada interaksi mencar ilmu yang mandiri dst.

B.     SARAN

Bagi pembaca, dari pembahasan yang telah dijelaskan, penulis menyarankan kepada pembaca yang berprofesi sebagai guru dan calon guru biar sanggup menguasai keterampilan bertanya ini alasannya yaitu keterampilan ini merupakan satu komponen penting didalam memotivasi minat mencar ilmu pendidik, sehingga dalam proses pembelajaran menjadi lebih maksimal.


[1] Syaiful Bahri, Pembelajaran Dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi, (Jakarta : PT Rineka cipta,2000) hlm 157

[2] Eni Purwati dkk, Microteaching,(Surabaya : Aprinta, 2009) hlm 6-15

[3] Bukhari Alma, dkk, Guru Professional (Bandung : Alfabeta, 2009) hlm 24

[4] Sardiman a.m, interaksi dan motivasi mencar ilmu mengajar, (Jakarta:PT.RajaGrafindo Persada, 1986)hh214-215

[5] User Usman, Menjadi Guru Professional, (Bandung : PT Remaja Rosda Karya, 2005) hlm 75

[6] Sardiman a.m, interaksi dan motivasi mencar ilmu mengajar, (Jakarta:PT.RajaGrafindo Persada, 1986)hlm.214

[7]  Abu Bakar Muhammad, Pedoman Pendidikan dan Pengajaran, (Surabaya : Usaha Nasional, 1981) hlm 92
Judul : Keterampilan Guru Dalam Bertanya Pada Kegiatan Pembelajaran Pembelajaran
Penulis : Nur Ika Fatmawati