Kasihan! Ditanya Apapun Bocah Ini Menjawab “Angka-Angka” Dan Divonis “Gangguan Jiwa” Ternyata Penyebabnya Alasannya Ialah “Ambisi” Dari Orangtuanya!

0
30
Kisah yang sungguh bikin hati miris ini tiba dari satu account Facebook berjulukan Andi Teposs. Tertanggal 18 Juli tempo hari, Andi bercerita wacana nasib malang yang perlu dihadapi oleh seseorang gadis kecil berumur 6 th.. Dalam kisah itu tak dijelaskan siapa nama komplit si anak. Namun mudah-mudahan kisah ini sanggup jadi pelajaran yang bernilai untuk para orang-tua.

 Kisah yang sungguh bikin hati miris ini tiba dari satu account Facebook berjulukan Andi Te Kasihan! Ditanya Apapun Bocah Ini Menjawab “Angka-angka” dan Divonis “Gangguan Jiwa” Ternyata Penyebabnya Karena “Ambisi” dari Orangtuanya!
Berikut yaitu kisah yang dituturkan oleh Andi di Facebook :

 Kisah yang sungguh bikin hati miris ini tiba dari satu account Facebook berjulukan Andi Te Kasihan! Ditanya Apapun Bocah Ini Menjawab “Angka-angka” dan Divonis “Gangguan Jiwa” Ternyata Penyebabnya Karena “Ambisi” dari Orangtuanya!
“Pelajaran bernilai untuk yang miliki cucu atau anak…
Hari ini aku bertandang ke satu rumah sakit, membezuk anak rekan aku yang tengah sakit. Rekan aku ini seseorang perempuan karier lulusan S2 dari satu kampus terkenal. Anaknya yaitu seorang anak perempuan yang cantik, umurnya gres 6 tahunan. Tidak lupa aku membawakan satu boneka sebagai oleh-oleh… Saat aku tiba ia segera mengenali aku sebagai rekan mamanya..
“Bu Siti ya?”
“Iya,” jawab saya, agak terharu karena ia mengenali saya.
“Ayoo.. Bu Siti.. 42 : 6, berapakah?”
“Bila do’a masuk kamar mandi?”
Lalu ia menirukan gaya mengajar bu gurunya di kelas.
Ada senam berbarengan, lantas ia menirukan gerakan senam versus ia kemudian menyanyikan lagu 5 x 5 =25, kemudian ia melafalkan doa sebelum makan.
“Bu Siti.. mari.. buat kalimat.. aku pergi ke sekolah kemudian pulangnya ke mall, dapat?”
Lucu?? Pandai?? Cerdas??
Mungkin saja itu juga yang ada dipikiran rekan- rekan waktu ikuti celoteh anak perempuan rekan aku ituTetapi sepanjang aku ada disitu sang bunda terus menerus mengusap air matanya. Ya.. aku ikut prihatin dengan penyakit yang tengah terkena oleh anaknya. Penyakit apakah itu? Yang tentu bukanlah sembarang penyakit ibarat anak anak umum, bukanlah demam, bukanlah batuk, serta bukanlah pilek. Janganlah terperanjat rekan rekan… karena aku bertandang bukanlah dirumah sakit umum, aku tengah ada di Tempat tinggal Sakit Jiwa… Ya… satu Tempat tinggal Sakit Jiwa di lokasi Jakarta Timur. Apa yg bahwasanya terjadi??
Minggu-minggu paling final ini sang anak begitu sukai menangis. Bila di tanya apa sajakah… jawabnya kerap ngelantur, ” 7 ” ” 24 : 6 = 4 “, ” how are you “, serta tanggapan lain ibarat aksara hijaiyah. Lalu ia menirukan style gurunya mengajar.
Menurut psikolog, anak ini sangat di forsir.. ia ikuti les matematika serta k**** yang tujuan tugasnya 1 buku mesti usai 10 menit. Lalu les Bhs Inggris, selalu PR sekolah, les mengaji dan lain-lain sampai menyebabkan anak sangat jemu. Si anak cuma ingin menceritakan sama psikolognya, namun jikalau di tanya oleh orang lain jawabannya angka-angka, Bhs Inggris atau pelajaran mengaji. Kaprikornus ia menirukan style gurunya, apabila bertemu orang yang memakai pakaian guru ia segera tertekan.
Yang lebih mengharukan lagi, waktu lihat sang bunda menangis, si anak hanya katakan, ” Bunda janganlah nangis.. aku kan pinter.. namun aku gak ingin tidur sama bunda yaa.. aku maunya sama dokter ganteng atau bagus saja.. ” Dia memanglah tinggal di kamar VIP… jadi memang ada dokter yg temani keseharian. Serta nyatanya ada 5 anak kecil yang masuk daerah tinggal sakit jiwa itu.. namun ia yg paling kecil… bekasnya usia 12 tahunan.. karena broken home.. Cuma ia sendiri yang alami duduk perkara akhir sangat banyak desakan belajar..
Sungguh kasihan…
Pelajaran bernilai untuk para orangtua semoga tetaplah memerhatikan pecahan perubahan anak, umur Taman Kanak-kanak yaitu umur bermain, belajarpun mesti lewat permainan serta janganlah korbankan belum dewasa kita karena AMBISI kita sebagai orang-tua.
Biarlah mereka bermain serta berikanlah kenangan ketika kecil yang terindah buat mereka….
CATATAN
Ayah Bunda… renungkan… menyekolahkan anak bukanlah sebab menginginkan dipuji orang, ” O anaknya sekolah di sekolah favorite “, namun senantiasa ejekan pertanyaan pada anak aku ” seneng tidak sekolah di situ, nyaman tidak rekan-rekan serta gurunya? “, karena yang sekolah anak kita… bukanlah kita. “
Itulah kisah yang dituturkan oleh Andi wacana seseorang anak perempuan yang alami duduk perkara jiwa akhir sangat dituntut untuk belajar. Mudah-mudahan kisah ini sanggup jadi pelajaran untuk kita semua. 
(*/tribunsolo) 


Sumber http://silahkanshare.blogspot.com