Karakteristik Profesionalisme Dan Susila Kerja Seorang Profesionalisme

0
10


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Pendidikan merupakan kunci dan modal utama dalam menyongsong generasi masa depan lantaran pendidikan selalu diorientasikana untuk menyebarkan pengetahuan dan sumber daya penerima didik biar sanggup berperan menjadi insan yang aktif dalam menyebarkan potensi yang ada dalam diri penerima didik biar mempunyai kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kecerdasan, berakhlak mulia, berkepribadian baik, dan keterampilan (skill) yang menarik sesuai tuntunan zaman yang sanggup mempunyai kegunaan bagi dirinya, masyarakat dan negara.
Berbicara ihwal pendidikan tak jauh dengan kiprah serta guru dalam mendidiknya. Guru merupakan sumber daya insan sekaligus tenaga pendidik yang mempunyai kiprah penting dalam mewujudkan penyelenggaraan pendidikan sehingga sanggup membuat penerima didik yang mempunyai kecerdasan yang tinggi dan berakhlak mulia.
Guru merupakan kunci keberhasilan dalam sebuah forum pendidikan, guru merupakan suatu komponen penting di sebuah forum pendidikan (sekolah) sekaligus faktor penentu kesuksesan dalam acara mencar ilmu mengajar. Oleh alasannya itu, bila berbicara ihwal sistem pembelajaran, kurikulum, sumber mencar ilmu dan media pembelajaran selalu berujung pada kualitas guru. Tenaga pendidik yang professional menuntut biar guru mempunyai keterampilan dalam mendidik anak dan latihan yang cukup usang dalam forum pendidikan, mempunyai disiplin ilmu dan janji yang tinggi pada penerima didik, menguasai secara mendalam mata pelajaran yang akan diajarkannya, serta bertanggung jawab dalam memantau hasil mencar ilmu siswa.
Profesionalisme bukan sekedar menguasai teknologi dan administrasi tetapi lebih merupakan sikap, pengembangan profesionalisme lebih dari seorang teknisi, bukan hanya mempunyai keterampilan yang tinggi tetapi mempunyai suatu tingkah laris yang sesuai dengan yang dipersyaratkan.
 
 BAB II
PEMBAHASAN
A.    Definisi Profesionalisme
Profesi ialah suatu pekerjaan atau jabatan yang memerlukan keahlian, tanggung jawab serta dedikasi terhadap suatu pekerjaan. Sedangkan Profesionalisme mengandung pengertian kualitas ataupun mutu yang dimiliki oleh seseorang. Profesionalisme menunjuk kepada janji para anggota suatu profesi biar meningkatkan kemampuan profesionalnya dan terus menerus menyebarkan strategi-strateginya yang dipakai dalam pekerjaannya yang sesuia dengan profesinya, salah satunya ialah guru.[1] Guru ialah tenaga kependidikan yang berasal dari anggota masyarakat yang rela mengabdikan dirinya untuk menunjang proses penyelenggaraan pendidikan. Dalam bahasa Sansekerta kata guru diartikan orang yang digugu dan ditiru baik perkataannya maupun tingkah lakunya.
Menurut Ngalim Purwanto (1995) menjelaskan bahwa guru ialah orang yang pernah menawarkan suatu ilmu atau kepandaian tertentu kepada seorang atau sekelompok orang, sedangkan guru sebagai pendidik ialah seseorang yang berjasa terhadap masyarakat dan negara.[2] Guru merupakan seseorang yang mempunyai tanggung jawab yang besar dalam mengemban amanah dan tanggung jawab yang diberikan orang renta kepadanya melalui pengetahuan dan keahlian yang dimiliki oleh seorang guru tersebut serta sanggup mengimplisitkan di dalamnya.
Guru merupakan suatu pekerjaan atau profesi yang membutuhkan keahlian khusus sebagai guru, yang tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Dalam aliran agama islam guru ialah orang yang bertanggung jawab terhadap perkembangan penerima didik dengan mengupayakan seluruh keahliannya, ibarat halnya menawarkan pembelajaran yang berwujud pada perubahan perilaku, sikap, dan penambahan ilmu pengetahuan mereka. Guru mempunyai kiprah membuat anak didiknya menjadi insan yang berakhlak mulia sehingga mereka bisa berpeerilaku terpuji. Membentuk jiwa-jiwa mereka melalui ilmu pengetahuan yang diajarkan, biar menjadi pribadi yang kaya secara intelektual dan kejiwaan.
Agar menjadi guru yang profesioanal diharapkan syarat-syarat khusus dan memenuhi criteria-kriteria yang telah ditentukan serta harus benar-benar menguasai ilmu  pengetahuan ihwal kependidikan dan pengajaran yang dikembangkan melalui masa kependidikan tertentu atau pendidikan prajabatan.
Dari beberapa definisi diatas sanggup disimpulkan bahwa seorang guru profesinal ialah guru yang mempunyai banyak ilmu pengetahuan, pengalaman mengajar, mendidik, membimbing, mengarahkan, melatih, penerima didik dan merancang, mengelola, pembelajaran dengan baik.
B.     Syarat-Syarat Menjadi Guru Profesional
Syarat menjadi guru yang profesionalisme diantaranya ialah :
·      Bertaqwa kepada Allah SWT
·      Mempunyai jasmani dan rohani yang sehat
·      Mempunyai pengetahuan dan wawasan yang luas
·      Berwibawa
·      Ikhlas
·      Mampu merencanakan dan melksanakan penilaian pendidikan
·      Menguasai ilmu yang ditekuninya
C.     Karakteristik Profesionalisme
Sifat atau Karakteristik seorang guru profesionalisme diantaranya ialah :
1.        Kemampuan intelektual yang diperoleh melalui pendidikan.
2.        Memiliki pengetahuan yang khusus dalam bidangnya.
3.        Memiliki pengetahuan yang simpel yang sanggup dipakai pribadi oleh penerima didik,
4.        Komunikatif
5.        Memiliki kapasitas dalam mengorganisasikan kerja secara mandiri
6.        Mendahulukan kepentingan orang lain daripada kepentingan pribadi.
7.        Memiliki isyarat etik, artinya guru harus mempunyai norma-norma yang mengikat guru dalam bekerja.
8.        Memiliki hukuman dan tanggung jawab komunitas
9.        Mempunyai sistem upah, uapah disini ialah gaji.
10.    Budaya Profesinal.[3]
D.    Watak Kerja Seorang Profesionalisme
Ada beberapa tabiat kerja seorang profesionalisme, diantaranya ialah :
1.        Seorang profesional akan bekerja dengan niat yang bersungguh-sungguh untuk mewujudkan impian awal yang ingin dicapai dengan tidak mengharapkan imbalan.
2.        Seorang profesional akan bekerja yang berlandaskan atas kemahiran teknis dengan kulitas tinggi yang ingin dicapai melalui pembelajaran dan training yang cukup lama.
3.        Seorang dikatakan profesional sanggup diukur dari kualitas teknis dan kualitas moral-menundukkan diri pada isyarat etik profesi yang ditentukan.

BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Guru professional merupakan tenaga pendidik yang terlatih dengan baik yang mempunyai pengalaman dan wawasan luas di bidangnya, yang tercermin dalam melakukan tugas-tugasnya baik dalam segi materi maupun metode pembelajaran yang sanggup membuat suasana efektif, efisien dan materi sanggup tersampaikan dengan baik sesuai tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
B.     Saran
Makalah ini belumlah  sempurna tanpa kritik dan saran yang membangun dari pembaca. Oleh lantaran itu, harapan dari penulis ialah kritikkan yang sanggup membantu penulis untuk memperbaiki penulisan makalah ini biar lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA
 Alma,Buchari, dkk, Guru Profesional, Bandung, Alfabeta, 2014
Husein, Latifah, Profesi Keguruan.Yogyakarta, Pustaka Baru Press, 2017
Purwanto, Ngalim, Ilmu Pendidikan Teoritis Dan Praktis, Bandung, PT. Rosda Karya, 1995


[1] Prof.Dr. H. Buchari Alma, M.Pd.dkk, Guru Profesional, Bandung, Alfabeta, 2014, hal: 129

[2] Ngalim Purwanto, Ilmu Pendidikan Teoritis Dan Praktis, Bandung, PT. Rosda Karya, 1995, hal: 138

[3] Latifah Husein, Profesi Keguruan.Yogyakarta, Pustaka Baru Press, 2017, hal :31
Judul :Karakteristik Profesionalisme dan Watak Kerja Seorang Profesionalisme
Penulis : Sri Wahyuni