Jika Esok Tak Lagi Datang…

0
10

Bila kutahu ini akan menjadi terakhir kalinya kulihat dirimu terlelap tidur, Aku akan menyelimutimu dengan lebih rapat dan berdoa kepada Tuhan biar menjaga jiwamu.
Bila kutahu ini akan menjadi terakhir kalinya kulihat dirimu melangkah keluar pintu, Aku akan memelukmu bersahabat dan menciummu dan memanggilmu kembali untuk melakukannya sekali lagi.
Bila kutahu ini akan menjadi terakhir kalinya kudengar suaramu memuji, Aku akan merekam setiap kata dan tindakan dan memutarnya lagi sepanjang sisa hariku.
Bila kutahu ini akan menjadi terakhir kalinya, saya akan meluangkan waktu ekstra satu atau dua menit, Untuk berhenti dan menyampaikan “Aku mencintaimu” dan bukannya menganggap kamu sudah tahu.
Makara untuk berjaga-jaga seandainya esok tak pernah tiba dan hanya hari inilah yang kupunya, Aku ingin menyampaikan betapa saya sangat mencintaimu dan kuharap kita takkan pernah lupa.
Esok tak dijanjikan kepada siapa pun, baik renta maupun muda. Dan hari ini mungkin kesempatan terakhirmu untuk memeluk bersahabat orang tersayangmu.
Jadi, bila kamu sedang menantikan esok, mengapa tidak melakukannya sekarang?
Karena bila esok tak pernah datang, kamu niscaya akan meratapi hari.
Saat kamu tidak meluangkan waktu untuk memperlihatkan sebuah senyuman, pelukan atau ciuman. Dan ketika kamu terlalu sibuk untuk memberi seorang yang ternyata merupakan seruan terakhir mereka.
Jadi, dekap bersahabat orang-orang tersayangmu hari ini dan bisikkan di indera pendengaran mereka, bahwa kamu sangat mengasihi mereka dan kamu akan selalu menyayangi mereka.
Luangkan waktu untuk menyampaikan “Aku menyesal”, “Maafkan aku”, Terima kasih”, atau “aku tidak apa-apa”
Dan bila esok tak pernah datang, kamu takkan meratapi hari ini.