Inspirasi Dari Seorang Tukul Arwana

0
22

Sahabat BLOGGER JEMO LINTANK Pasti tahu kan siapa itu Tukul Arwana ? ada kisah seru loh dari Tukul Arwana yang bisa menjadi inspirasi buat kita ! mau tahu ? yuk eksklusif baca :

 ada kisah seru loh dari Tukul Arwana yang bisa menjadi  Inspirasi dari seorang Tukul arwana
Inspirasi dari seorang Tukul arwana

Inspirasi dari seorang Tukul arwana – Melalui aktivitas Bukan Empat Mata yang disiarkan stasiun Trans7 hampir tiap hari telah menciptakan Tukul Arwana menjadi sangat terkenal beberapa tahun terakhir ini. Tukul kini boleh jadi telah menjadi semacam ikon atau simbol orang desa yang bisa ‘menaklukkan’ kota. Pengakuannya sebagai orang kelahiran desa, dengan tingkah laris yang dibentuk agak kampungan seolah-olah menjadi simbolisasi pencapaian sukses yang benar-benar dimulai dari bawah.

Perjuangannya untuk meraih sukses menyerupai kini tidak terjadi dalam semalam. Ia harus melalui banyak sekali proses kehidupan yang tidak gampang sehingga ia pernah berkata, “Saya sudah kenyang diremehkan, dicaci, dan dicibir. Saya jalan dari satu kampung ke kampung yang lain, dari satu panggung ke panggung yang lain. Dan inilah yang kini saya terima.” Ia juga mempunyai segudang pengalaman profesi dari mantan sopir omprengan, kru shooting video, sopir pribadi, hingga menjadi penyiar radio dan pelawak. Kunci pencapaian sukses yang utama pada dirinya yakni menikmati kelemahan dalam diri, dan mengubahnya menjadi berkah. “Makanya saya nikmati saja diolok-olok, dijelek-jelekkan, wong malah itu yang menghidupi saya sekarang.”

Tukul Arwana juga pernah menyebut sejumlah nama selain istrinya, yang turut memberi andil pada suksesnya. Beberapa di antaranya yaitu Joko Dewo dan Tony Rastafara yang pertama kali mengajaknya melawak ke Jakarta. Ia juga menyebut Radio Humor SK dan kelompok lawak Srimulat sebagai prosesnya memperkaya bahan lawakan. “Saya bisa mencapai ini semua berkat santunan banyak orang juga,” ujar laki-laki yang kini sering mengundang beberapa orang yang dianggap berjasa pada karirnya, untuk ikut tampil di aktivitas Bukan Empat Mata.

Dengan lawakan yang khas, tepuk tangan ala monyet, bahasa inggris yang kacau, kepolosan dan penampilan konyol yang menjadi ciri khasnya telah mengantarkan Tukul Arwana mencapai puncak karirnya. Dia pernah berkata bahwa, “Saya ini menyerupai pisau yang buruk tapi diasah terus sehingga bisa jadi tajam.

Pencapaian Tukul dari nol yakni sebuah citra bahwa setiap kita bagaimanapun juga tetap membutuhkan dukungan orang lain untuk mencapai sukses. Mungkin hal inilah yang menciptakan Tukul tak lupa diri sehingga perhatiannya kepada sesama rekan komedian yang belum sukses juga sangat besar. Saat ini ia juga ingin merealisasikan sebuah aktivitas aktivitas untuk mengakomodasi teman-teman komedian yang belum berhasil. “Banyak komedian yang potensial, namun belum terangkat. Saya yang sedang di puncak ingin mereka juga bisa berhasil.” Selain itu, ia menyediakan satu rumah khusus untuk dijadikan tumpangan rekannya selama di Jakarta. Rumah yang dinamai Posko Ojo Lali itu juga dijadikan ajang tukar pikiran dan meramu ide kreatif lawakan.

Tukul Riyanto, atau lebih dikenal dengan nama Tukul Arwana (lahir di Perbalan, Purwosari, Semarang, 16 Oktober 1963; umur 47 tahun) yakni seorang komedian dan pembawa aktivitas Indonesia. Tukul dikenal dengan aktivitas Bukan Empat Mata yang dibawakannya. Selain menjadi pelaku hiburan, Tukul juga merintis perjuangan yang bergerak di bidang hiburan, yang berjulukan “Ojo Lali Entertainment”. suka makan mie ayam mbok darmi.

Sejak lahir, ia diberi nama Riyanto, bukan Tukul Riyanto menyerupai yang dikenal sekarang. Karena ia sering sakit, namanya ditambah kata “Tukul” menjadi Tukul Riyanto. Anehnya, sehabis namanya diubah demikian, ia menjadi jarang sakit. Ia pun kesannya erat dipanggil Tukul. Di usia 5 bulan, Tukul yang sering sakit diasuh oleh tetangganya, Suwandi. Orang renta Tukul, Abdul Wahid dan Sutimah (alm.) yang mempunyai empat orang anak rela menyerahkan Tukul, alasannya Suwandi sangat ingin menyebabkan Tukul sebagai anak angkat.


Dengan talenta alaminya, Tukul muda sudah mulai melawak semenjak kelas VI SD. Berbagai macam perlombaan lawak, mulai dari tingkat Kotamadya Semarang, Jawa Tengah, DKI, dan Jabotabek, serta tingkat nasional ia coba. Usahanya ini tidak sia-sia. Ia berhasil menjuarai banyak sekali perlombaan melawak. Setelah lulus SD, putra ketiga dari pasangan Abdul Wahid dan almarhumah Sutimah itu melanjutkan sekolahnya ke Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah Indraprasta. Namun, pada ketika Tukul duduk di kursi kelas III, orang renta angkatnya, Suwandi mengalami kesulitan ekonomi. Bahkan, rumah yang selama itu ditempatinya harus dijual. Puncaknya, ketika menuntut ilmu di Sekolah Menengan Atas Ibu Kartini, Jalan Sultan Agung, Semarang, Tukul mulai kesulitan untuk membayar biaya sekolah. Tukul pun mulai mencari pekerjaan untuk membiayai sekolahnya.


Selepas SMA, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, selain melawak ia juga pernah bekerja sebagai sopir angkutan (jurusan Johar-Panggung di Semarang). Setelah dua tahun, Tukul berganti pekerjaan menjadi sopir truk gas elpiji di kawasan Tanah Mas, Semarang Utara selama dua tahun lalu. ‘


Ada beberapa sikap positif yang bisa kita tiru dari pribadi seorang Tukul Arwana ini dan bisa menjadi ide buat kita.
Jangan lupa baca juga Inspirasi Indonesia dari 3 laki-laki dalam Negeri


1. Menghargai Orang Lain 

Seseorang yang sudah sukses cenderung berperilaku sombong, kurang menghargai orang lain, dan maunya dihormati. Tukul Arwana tidaklah demikian. Ia mempunyai prinsip positive thinking, tidak pernah merendahkan orang lain atau pun mengecilkan orang lain. Sebaliknya ia lebih suka membesarkan (hati) orang lain dan menghormati orang lain. Menurut Tukul, kesombongan itu akan menjadi bumerang bagi diri sendiri dan akan merugikan diri sendiri.

2. Bekerja Keras 

Rahasia sukses Tukul yang lain yakni ia mau bekerja keras dalam menjalankan setiap pekerjaannya. Ia juga sangat menjunjung tinggi kejujuran. Seperti diungkapkan oleh Alex, Tukul yakni salah seorang perantau yang rajin dan sangat menjunjung tinggi kerja keras dan kejujuran. Terbukti, selama tiga tahun menjadi sopir pribadinya, Alex tidak sedikit pun pernah dikecewakan. , Tukul juga sangat disiplin dan menghargai waktu. Ia selalu berusaha sempurna waktu dalam menjalankan setiap pekerjaannya. Hal ini telah diakui oleh para kawan kerjanya. Tujuannya tidak lain semoga kawan kerja Tukul selalu puas dan mau memakai jasanya lagi.

3. Belajar Dan Terus Belajar 

Tukul Arwana merasa bahwa dirinya bukanlah berasal dari kalangan serba cukup dan bukan dari keluarga yang mempunyai banyak fasilitas maka ia merasa harus terus belajar. Semangat mencar ilmu Tukul sangat tinggi. Hal ini bisa dilihat tatkala ia bekerja sebagai sopir pribadi Alex Sukamto. Mantan majikannya ini sempat heran dengan kemauan mencar ilmu Tukul yang sangat tinggi. Seperti pernah diceritakan Alex bahwa setiap gajian, Tukul selalu menyisakan uang untuk beli buku. Alex tidak menyangka bahwa seorang sopir menyerupai Tukul ternyata mempunyai hobi membaca buku.

Lebih mengherankan lagi, buku-buku yang dibacanya yakni wacana psikologi, politik dan lain-lain., Tukul mengakui bahwa dirinya memang tidak pintar. Ia biasa-biasa saja, tetapi ia bahagia membaca bacaan apa saja. Ia juga bahagia mengobrol bertukar pikiran. Dari kegiatan membaca atau mengobrol inilah ia bisa mendapat ilmu dan kemudian dijadikannya bekal untuk masa depan., Di tengah kesibukannya yang cukup padat, ia selalu berusaha menyempatkan diri untuk membaca. Ia sadar bahwa bacaan akan membuatnya tidak terbelakang. Ilmu yang semakin bertambah diyakini akan semakin menambah kemampuan dirinya sehingga ia bisa menjadi seorang penghibur sejati.

4. Hidup Itu Harus Ber-proses 

Mas Tukul Arwana yakin betul bahwa hidup itu merupakan sebuah proses. Tidak ada ceritanya hidup eksklusif sukses, eksklusif kaya, atau eksklusif ngetop tanpa melalui sebuah proses. Mas Tukul sangat memegang prinsip bahwa yang terpenting dalam hidup yakni proses. Dan ia telah membuktikannya dengan menjalani sebuah proses yang cukup panjang, berliku dan tidak sedikit ia harus menghadapi tantangan yang begitu berat., Berjuang dengan butiran kristal keringat tentu berbeda dengan mereka yang meraih kesuksesan dengan cara instan. Mas Tukul sudah sangat kenyang diremehkan, dicaci dan dicibir. Namun, semuanya ia lalui, ia jalani tanpa menyimpan dendam. Ia jalan dari kampung ke kampung, dari panggung ke panggung yang lain dengan penuh keyakinan suatu ketika bisa meraih kesuksesan. Ternyata, sukses itu kesannya tiba juga.

5. Tidak Memilih-milih Pekerjaan 

Tawaran pentas tidak pernah dipilih-pilih. Di mana pun dan kapan pun proposal itu ada maka akan dijalaninya dengan penuh rasa tanggung jawab dan sikap profesional. Barangkali dari sikap inilah banyak proposal justru mengalir dan membawa rezeki., Sementara di kalangan artis, tindakan selektif dalam menentukan proposal job sudah biasa. Bila dipertimbangkan untung ruginya tidak seimbang maka proposal tersebut akan ditolak. Hal ini tidak pernah dialami Tukul.

6. Ikhlas Dan Serius Mengerjakan Segala Hal 

Tukul tidak pernah merasa gengsi atau rendah diri mengerjakan pekerjaan apa pun. Mulai menjadi sopir omprengan, sopir pribadi, kerja di tukang pembuatan pompa, menjadi model figuran, menjadi pembawa aktivitas dan lain-lain. Semuanya dikerjakan dengan tingkat keseriusan tinggi., Teguh, salah seorang yang biasa mengatur aktivitas kegiatan Tukul, pernah mengatakan, “Bisa dibilang Mas Tukul paling semangat kalau dengar ada kerjaan. Apa saja niscaya ia kerjakan.

7. Sukses yakni “Kristalisasi Keringat”

Sering melihat penampilan tukul di TV..? kalau begitu anda niscaya sering mendengar kalimat ini bukan? dan ia membuktikannya. . salut…

8. Percaya Diri 

Tidak perlu di ragukan lagi tingkat kepercayaan diri dari sosok Tukul ini. Percaya diri disertai ambisi dan sasaran menciptakan Tukul bisa mendapat tempat tersendiri di kalangan selebritas indonesia .

9. Menerima Kekurangan Dan Memaksimalkan Kelebihan 

Ini yang saya suka dari mas tukul ini.. ia tidak melihat kekurangannya sebagai kerikil sandungan, namun ia melihatnya sebagai pendongkrak untuk memaksimalkan kelebihan.

10. Kegagalan Adalah Sukses Yang Tertunda

Tukul sudah mengalami beberapa kali kegagalan dalam hidupnya. Namun hal itu tidak menciptakan nya jera ataupun putus asa. Semangat dan kreatifitasnya memang boleh diacungi dua jempol.. sukses selalu.

( dari banyak sekali sumber )

Itulah inspirasi dari seorang Tukul Arwana, nantikan kisah inspirasi lainnya hanya di BLOGGER JEMO LINTAN . SAMPAI JUMPA 🙂 Inspirasi lainnya bisa hebat lihat disini