Inilah Metode Persalinan Yang Sempurna Untuk Perempuan Hamil Yang Pernah Sesar Sebelumnya

0
30
Ada istilah yang berkembang bahwa sekali sesar maka harus sesar lagi sehingga banyak para dokter kandungan yang melaksanakan operasi sesar pada perempuan hamil yang sudah pernah sesar. Bahkan di Amerika Serikat sekalipun angka sesar meningkat sangat tinggi, disebutkan bahwa hanya sekitar 3% saja perempuan bekas sesar yang melahirkan secara normal di Amerika Serikat.

 Ada istilah yang berkembang bahwa sekali sesar maka harus sesar lagi sehingga banyak para Inilah Metode Persalinan yang Tepat Untuk Wanita Hamil Yang Pernah Sesar Sebelumnya
Sebetulnya perjuangan melahirkan normal pada perempuan hamil yang pernah sesar bukanlah hal yang tabu atau hal yang salah. Tapi … kenyataannya jumlah perempuan yang melaksanakan persalinan normal dengan riwayat bekas sesar (katakanlah dengan istilah TOLAC atau VBAC) sangat sedikit, di Amerika Serikat sendiri jumlah kurang dari 10% saja yang melahirkan secara normal, artinya yang berhasil melahirkan secara normal hanya sedikit saja.
TOLAC ialah TRIAL OF LABOR AFTER CESSAREAN BIRTH = persalinan percobaan pada perempuan hamil yang pernah lahiran sesar.
Pada persalinan TOLAC, terdapat resiko robekan rahim sebesar 0,5 – 1% saja. Lalu apakah operasi sesar itu lebih aman? Cukup sulit untuk menjawabnya, lantaran operasi sesar pada perempuan bekas sesar bukanlah sesuatu yang tanpa resiko. Jelas resiko operasi lebih besar tetapi pada upaya TOLAC terdapat resiko yang menempel yaitu robekan rahim impulsif sebelum melahirkan atau dikala melaksanakan persalinan.
Keputusan untuk melaksanakan TOLAC harus betul-betul disertai dengan banyak pertimbangan, tidak sanggup hanya melihat dari sisi medis saja, tetapi faktor lingkungan, sarana prasarana dan kesiapan sumber daya insan juga sangat menjadi pertimbangan sebelum memutuskan untuk melaksanakan TOLAC.
Beberapa pertimbangan medis yang biasanya digunakan untuk menentukan apakah perempuan hamil boleh melaksanakan TOLAC antara lain riwayat persalinan sebelumnya, kenapa kok dioperasi, punya penyakit apa, dan sebagianya sehingga secara medis sanggup disimpulkan boleh untuk melaksanakan TOLAC. Boleh! ingat ya BOLEH! bukan BISA! Kalo BOLEH artinya boleh untuk melaksanakan TOLAC tetapi tetap mencurigai kegagalan upaya TOLAC (belum tentu berhasil melahirkan normal), kalo BISA berarti kita jadi dukun yang sanggup meramal berhasil tidaknya perempuan hamil melahirkan dengan cara TOLAC. Karena setiap persalinan itu intinya ialah PERCOBAAN sehingga terdapat potensi untuk terjadinya DISTOSIA atau macet persalinan.
Wanita Hamil Bekas Sesar Kontrol Kehamilannya Di Mana? Terus Kalau Melahirkan TOLAC Bisa Gak Di PUSKESMAS?
Biasanya dokter kandungan akan berusaha menghindari terjadinya induksi persalinan lantaran induksi persalinan pada perempuan hamil bekas sesar meningkatkan resiko robekan rahim. Tapi pertimbangan medis dokter kandungan tetap menjadi contoh untuk dilakukan atau tidaknya induksi persalinan (rangsangan persalinan). Wanita hamil yang akan melaksanakan TOLAC mesti melahirkan di RUMAH SAKIT, bukan di PUSKESMAS atau BIDAN atau KLINIK. Bahkan kontrol selama hamil pun WAJIB di RUMAH SAKIT, TIDAK BOLEH di bidan / puskesmas / klinik lantaran akan dilakukan penilaian secara menyeluruh tiap kontrol sebagai materi pertimbangan apakah layak untuk mencoba TOLAC atau tidak. BEKAS SESAR ialah golongan KEHAMILAN RESIKO SANGAT TINGGI. Yang boleh kontrol hamil di bidan / klinik / puskesmas ialah kehamilan resiko rendah yaitu kehamilan tanpa sesuatu duduk kasus apapun lantaran pada KEHAMILAN RESIKO TINGGI / SANGAT TINGGI diharapkan layanan investigasi kehamilan yang terbaik yaitu pada dokter kandungan / rumah sakit.
Kenapa kok TOLAC WAJIB melahirkan di rumah sakit? lantaran untuk mencurigai terjadinya robekan rahim dan untuk mempercepat penanganan. Coba ibu bayangkan seandainya robekan rahim terjadi di puskesmas / klinik / bidan … berapa usang waktu yang diharapkan untuk merujuk pasien biar dokter kandungan sanggup segera melaksanakan operasi sesar darurat?
Mengapa Wanita Hamil Bekas Sesar Hampir Semuanya Di-Sesar Lagi?
Beberapa faktor berperan dalam keberhasilan atau kegagalan upaya TOLAC atau istilahnya perempuan hamil yang mau melaksanakan TOLAC makin menurun jumlah lantaran beberapa alasannya antara lain banyaknya kasus referensi terlambat atau referensi salah dari tenaga kesehatan diluar rumah sakit sehingga resiko komplikasi bahkan resiko persalinan meningkat sangat tinggi. Contohnya begini perempuan hamil bekas sesar, tidak pernah kontrol ke rumah sakit, tau-tau dirujuk dengan pembukaan 3 cm maka otomatis dokter kandungan akan melaksanakan sesar lantaran para dokter kandungan tidak tahu riwayat sesarnya yang dulu bagaimana, kondisi sebelum dirujuk bagaimana, diskusi mengenai persalinan TOLAC bagaimana, kondisi ibu dan bayi bagaimana, dan banyak lagi, bahkan tidak jarang terjadi komplikasi pada perempuan bekas sesar yang tidak pernah atau tidak rutin kontrol kehamilan ke dokter kandungan. Pengalaman langsung dokter kandungan yang pernah melihat bagaimana ngerinya robekan rahim juga menjadi pertimbangan sendiri. Tidak ada dokter kandungan Indonesia yang ingin pasiennya celaka. Setiap tindakan yang diambil mesti bertujuan untuk menolong pasiennya.
Dimana Saya Boleh Melakukan TOLAC?
Organisasi dokter kandungan Amerika Serikat menyatakan bahwa pasien yang boleh melaksanakan TOLAC harus ada dokter kandungan yang standby, dokter bius yang standby, sehingga jika terjadi robekan rahim sanggup segera dilakukan operasi sesar lantaran robekan rahim impulsif pada TOLAC tidak sanggup diprediksi.
Menurut saya, TOLAC sebaiknya dilakukan di rumah sakit pendidikan dimana dokter spesialisnya ada yang bertugas jaga di kamar bersalin, dikenal dengan istilah dokter PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis). Mereka sangat cekatan dan dididik untuk melaksanakan tunjangan pada perempuan hamil baik secara normal ataupun operasi, tentunya dengan pengawasan dan bimbingan dari para dokter seorang hebat senior yang ada di rumah sakit itu. Lah kalo di rumah sakit swasta? Sulit … resikonya terlalu tinggi lantaran yang mengawasi bidan, perawat, belum lagi dokter kandungannya masih menolong pasien melahirkan di rumah sakit lain. Artinya kondisi rumah sakit swasta tidak cukup ideal untuk melaksanakan TOLAC tetapi dokter kandungan akan mempertimbangkan boleh tidaknya ibu hamil melaksanakan TOLAC di rumah sakit swasta. Makanya diskusi dengan dokter kandungan perlu dilakukan.
KESIMPULANNYA ialah pasien mesti berdiskusi untuk mengambil keputusan yang terbaik apakah mau TOLAC atau operasi sesar lagi. Dan diskusi itu dihentikan dalam kondisi sudah mules mau melahirkan lantaran dokter mesti melaksanakan investigasi secara paripurna dan sedikit demi sedikit semenjak hamil kecil s/d hamil renta untuk menentukan apakah secara medis memungkinkan untuk TOLAC atau tidak.
Tetapi ingat ya kini jalanan macet dimana-mana, pertimbangannya tidak murni medis lagi, banyak faktor yang harus dipikirkan jika ibu hamil memutuskan untuk TOLAC. Juga harus diingat bahwa resiko operasi pada bekas sesar juga meningkat, dalam artian operasi sesar pada bekas sesar bukan hal yang paling aman. Ibu hamil mesti menentukan dan mempertimbangkan apa yang terbaik bagi dirinya dan bayinya dengan mempertimbangkan semua faktor. Maka dari itu periksakan kehamilan ibu secara teratur dan harus bertanya pada bidan atau dokter apakah kehamilan ibu termasuk resiko tinggi atau resiko rendah. Bila termasuk resiko tinggi maka WAJIB kontrol di rumah sakit.
sumber:www.cucuk-spog.com


Sumber http://silahkanshare.blogspot.com