Info Penting!! 6 Makanan Ini Berbahaya Bagi Otak Anak, Tapi Ternyata Sering Dimakan Anak-Anak, Para Orang Bau Tanah Harus Waspada Ini!

0
37
Nutrisi memang mempunyai peranan penting bagi perkembangan otak anak. Nutrisi ini banyak terdapat dalam kuliner yang dimakan oleh anak-anak. Namun, benarkah ada kuliner yang menciptakan anak bodoh? Beberapa kuliner ini memang cukup berbahaya, bahkan bisa mengganggu tumbuh kembang anak.

 Nutrisi memang mempunyai peranan penting bagi perkembangan otak anak Info Penting!! 6 Makanan Ini Berbahaya Bagi Otak Anak, Tapi Ternyata Sering Dimakan Anak-Anak, Para Orang bau tanah harus Waspada ini!
Sebaiknya hindari 6 kuliner yang menciptakan anak ndeso berikut ini.
1. Makanan anggun yang mengandung banyak gula
Bukan belakang layar lagi jikalau asupan gula yang hiperbola sanggup memengaruhi kesehatan anak.
Selain menjadikan obesitas, gula yang terdapat dalam permen atau kuliner pencuci lisan sanggup merusak otak anak.
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh UCLA ditemukan bahwa kelebihan fruktosa sanggup memengaruhi kemampuan insulin untuk memakai gula dalam memproses pikiran dan perasaan.
Maka, ketika anak terlalu banyak makan kuliner manis, insulin tidak bisa mengolah gula yang masuk, sehingga kinerja otak menjadi lambat dan sekaligus mengganggu mood-nya.
2. Fast food alias kuliner cepat saji
Makanan cepat saji alias junk food tidak mempunyai nilai gizi yang dibutuhkan tubuh.
Beberapa kuliner cepat saji mengandung pengawet dan garam berlebih yang sanggup berakibat fatal pada tubuh, contohnya obesitas, diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit ginjal, sampai serangan jantung.
Anak-anak sedang dalam masa pertumbuhan dan membutuhkan nutrisi yang cukup untuk mendukung perkembangannya.
Bila ia sering makan junk food, kebutuhan gizinya tak terpenuhi sehingga otaknya tidak berkembang. Kondisi ini akan semakin parah di masa yang akan datang.
3. Makanan instan
Makanan instan memang terlihat menggoda. Rasanya lezat dan cepat dibuat. Tak hanya mi instan, kuliner kaleng pun termasuk kuliner yang menciptakan anak bodoh. Makanan-makanan ini mengandung banyak pengawet biar sanggup disimpan untuk waktu lama. Sama menyerupai junk food, kuliner instan tidak mempunyai manfaat bagi tubuh.
Bahan kimia dalam kuliner instan yang menumpuk dalam badan akan meningkatkan tanda-tanda demensia (kemunduran fungsi otak) pada anak.
4. Daging olahan
Daging merupakan salah satu sumber protein yang dibutuhkan tubuh. Namun pastikan protein tersebut diperoleh dari daging asli, bukan olahan. Daging olahan menyerupai sosis dan nugget mengandung protein buatan, yang mencampurkan materi kimia dalam proses pembuatannya.
Jika anak sering mengonsumsi protein buatan ini, maka materi kimia akan menumpuk dalam tubuh.
Akibatnya, sistem saraf akan terganggu. Anak akan kesulitan mengingat sesuatu dan mengolah informasi.
5. Teh dan kopi
Memang jarang sekali orangtua yang menawarkan anaknya kopi. Namun, bila Parents berpikir biar anak mencoba kopi dan teh, hati-hati ya. Kopi dan teh mengandung kafein yang menjadikan anak insomnia. Dalam masa tumbuh kembangnya, anak membutuhkan cukup tidur.
Kafein juga sanggup menghambat otak anak menyerap zat besi yang dibutuhkan untuk mengirim oksigen ke otak sehingga perkembangan otaknya terganggu.
6. Soda dan minuman kemasan lainnya
Tak hanya merusak gigi dan menjadikan obesitas, soda dan minuman yang mengandung gula sanggup merusak otak anak.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University Southern of California menemukan kekerabatan antara soda dan kemampuan fungsi otak.
Soda yang dikonsumsi ketika masih bawah umur akan memengaruhi otak dalam mengingat dan memproses warta ketika dewasa.
Tak hanya minuman bersoda, Bunda juga perlu meragukan jus buah dalam kemasan. Pasalnya, buah yang dipakai bukan buah asli, hanya perisa dengan gula yang sangat banyak.
Faktor yang memengaruhi kecerdasan anak
Ada banyak hal yang menciptakan seorang anak cerdas.
Tak cukup hanya dengan melarang anak makan kuliner yang menciptakan bodoh, tapi Parents juga perlu memerhatikan dua faktor utama berikut ini.
1. Faktor keturunan
2. Faktor lingkungan daerah anak dibesarkan, termasuk kuliner yang ia makan, status ekonomi keluarga, budaya, dan keadaan di sekitarnya.
Namun, Orang bau tanah juga perlu memahami bahwa kecerdasan anak sanggup dibuat semenjak ia kecil.
80% bab otak insan akan terbentuk dan berkembang pada tiga tahun pertama hidupnya, sisanya akan berkembang seiring ia tumbuh besar.
Maka, bila Parents menginginkan anak yang cerdas, cegah hal-hal yang membatasi perkembangan otaknya terutama di usia emasnya tersebut.
Hindari:
1. lingkungan berpolusi
2. kurangnya stimulasi
3. tidak berinteraksi dengan orang lain
4. tidak memperhatikan kesehatan mental anak
Satu lagi yang paling penting untuk mendukung kecerdasan anak yaitu kasih sayang orangtua.
Dukungan dan cinta orangtua yang ikhlas dalam membesarkan anak akan berbagi kecerdasannya.


Sumber http://silahkanshare.blogspot.com