Indikator Disposisi Berpikir Kreatif Matematis

0
8
Indikator Disposisi Berpikir Kreatif Matematis — Pengertian disposisi berpikir kreatif matematis tidak ada yang mendefinisikan secara jelas, namun berdasarkan definisi disposisi berpikir dan disposisi  matematis, disposisi  berpikir  kreatif  matematis pada makalah ini adalah kecenderungan seseorang bersikap dan berpikir kreatif. Ada beberapa hasil teori yang merumuskan karakteristik dari disposisi berpikir kreatif, antara lain disusun oleh: Munandar, dan Evans. Skala disposisi  berpikir kreatif disusun  berdasarkan  aspek-aspek perilaku kreativitas yang dikemukakan  oleh Munandar  (1999). Menurut Munandar, aspek kreativitas terdiri dari :
1) Keterampilan berpikir lancar (Fluency), indikatornya:
a)  mengajukan banyak pertanyaan.
b) menjawab dengan sejumlah tanggapan jikalau ada pertanyaan.
c)  lancar mengungkapkan gagasan-gagasannya.
d)  bekerja lebih cepat dan melaksanakan lebih banyak daripada belum dewasa lainnya.
e)  dapat dengan cepat melihat kesalahan atau kekurangan pada suatu objek atau situasi. 
2) Keterampilan berpikir luwes (Fleksibel), indikatornya:
a)  memberikan aneka ragam penggunaan yang tidak lazim terhadap suatu objek.
b) menawarkan macam-macam penafsiran  (interpretasi)  terhadap  suatu gambar, cerita, atau masalah.
c)  menerapkan suatu konsep atau asas dengan cara yang berbeda-beda.
d) menawarkan pertimbangan terhadap situasi yang berbeda dari yang diberikan orang lain.
e)  dalam membahas  atau mendiskusikan  suatu  situasi  selalu memiliki posisi yang berbeda atau bertentangan dari lebih banyak didominasi kelompok.
f)   jika diberikan suatu duduk kasus biasanya memikirkan macam-macam cara yang berbeda-beda untuk menyelesaikannya.
g) menggolongkan hal-hal berdasarkan pembagian (kategori yang berbeda-beda).
h) bisa mengubah arah pemikiran.
3) Keterampilan berpikir orisinal, indikatornya:
a)  memikirkan masalah-masalah  atau hal-hal yang  tidak  terpikirkan oleh orang lain.
b) mempertanyakan  cara-cara  yang  lama  dan  berusaha  memikirkan  cara-cara baru.
c)  memilih a-simetri dalam menciptakan gambar atau desain.
d) menentukan cara berpikir yang lain dari yang lain.
e)  mencari pendekatan yang gres dari stereotip.
f)  setelah  membaca  atau  mendengar  gagasan-gagasan,  bekerja  untuk menemukan penyelesaian yang baru.
g)  lebih bahagia mensintesa dari pada menganalisis sesuatu.
4) Keterampilan memperinci (Mengelaborasi), indikatornya:
a)  mencari arti yang lebih mendalam terhadap tanggapan atau pemecahan duduk kasus dengan melaksanakan langkah-langkah  yang terperinci.
b) menyebarkan atau memperkaya gagasan orang lain.
c)  mencoba atau  menguji detil-detil untuk melihat arah yang akan ditempuh.
d) memiliki rasa keindahan yang besar lengan berkuasa sehingga tidak puas dengan penampilan yang kosong atau sederhana.
e)  menambahkan  garis-garis,  warna-warna,  dan  detil-detil  (bagian-bagian) terhadap gambarnya sendiri atau gambar orang lain.
5) Keterampilan menilai (Mengevaluasi), indikatornya:
a) memberi pertimbangan atas dasar sudut pandangnya sendiri.
b) menentukan pendapat sendiri mengenai suatu hal.
c) menganalisis  masalah  atau  penyelesaian  kritis  dengan  selalu  menanyakan “mengapa?”.
d) memiliki alasan yang sanggup dipertanggungjawabkan untuk mencapai suatu keputusan.
e) merancang suatu rencana kerja dari gagasan-gagasan yang tercetus.
f)  pada  waktu  tertentu  tidak  menghasilkan  gagasan-gagasan  tetapi  menjadi peneliti atau penilai yang kritis.
g) menentukan pendapat dan bertahan terhadapnya.
6) Rasa ingin tahu, indikatornya:
a)  mempertanyakan segala sesuatu.
b)  senang  menjajaki  buku-buku,  peta-peta,  gambar-gambar,  dan  sebagainya untuk mencari gagasan-gagasan baru.
c)  tidak  membutuhkan  dorongan  untuk  menjajaki  atau  mencoba  yang  belum dikenal.
d) memakai semua panca inderanya untuk mengenal.
e)  tidak takut menjajaki bidang-bidang baru.
f)  ingin mengamati perubahan-perubahan dari hal-hal atau kejadian-kejadian.
g)  ingin bereksperimen dengan benda-benda mekanik.
7)  Imajinatif, indikatornya:
a)  memikirkan/membayangkan hal-hal yang belum pernah terjadi.
b) memikirkan bagaimana jikalau melaksanakan sesuatu yang belum pernah dilakukan orang lain.
c)  meramalkan apa yang akan dikatakan atau dilakukan orang lain.
d) memiliki firasat wacana sesuatu yang belum terjadi.
e)  melihat hal-hal dalam suatu gambar yang tidak dilihat orang lain.
f)  membuat  cerita  tentang  tempat-tempat  yang  belum  pernah  dikunjungi  atau kejadian-kejadian yang belum pernah dialami.
8) Merasa tertantang oleh kemajemukan, indikatornya:
a)  menggunakan gagasan atau masalah-masalah yang rumit.
b) melibatkan diri dalam tugas-tugas yang majemuk.
c)  tertantang oleh situasi yang tidak sanggup diramalkan keadaannya.
d) mencari penyelesaian tanpa pinjaman orang lain.
e)  tidak cenderung mencari cara tergampang.
f)  berusaha terus-menerus supaya berhasil.
g) mencari jawaban-jawaban yang lebih sulit daripada mendapatkan yang mudah.
h)  senang menjajaki jalan yang lebih rumit.
9) Sifat berani mengambil resiko, indikatornya:
a)  berani  mempertahankan  gagasan  atau  pendapatnya  walaupun  mendapat tantangan atau kritik.
b)  bersedia mengakui kesalahan-kesalahannya.
c)  berani mendapatkan kiprah yang sulit meskipun ada kemungkinan gagal.
d)  berani  mengajukan  pertanyaan  atau  mengemukakan  masalah  yang  tidak dikemukakan orang lain.
e)  tidak praktis dipengaruhi orang lain.
f)  melakukan hal-hal yang diyakini, meskipun tidak disetujui sebagian orang.
g)  berani mencoba hal-hal baru.
h)  berani mengakui kegagalan dan berusaha lagi.
10) Sifat menghargai, indikatornya:
a)  menghargai hak-hak sendiri dan hak-hak orang lain.
b) menghargai diri sendiri dan prestasi sendiri.
c)  menghargai makna orang lain.
d) menghargai keluarga, sekolah dan teman.
e)  menghargai  kebebasan  tetapi  tahu  bahwa  kebebasan  menuntut  tanggung jawab.
f)  tahu apa yang betul-betul penting dalam hidup.
g) menghargai kesempatan-kesempatan yang diberikan.
h)  senang dengan penghargaan terhadap dirinya.” 
Sedangkan  menurut  Evans  (1991)  aspek-aspek  perilaku  kreativitas  adalah: awareness and sensitivity to problems, memory, fluency, flexibility, originality, self-discipline  and  persistence,  adaptability,  intellectual  playfulness,  humor, nonconformity,  tolerance  for  ambiguity,  self  confidence,  skepticism,  dan intelligence.

Penulis : Elda Herlina
STAIN Batusangkar Sumatera Barat
herlin_stain@yahoo.co.id 
Judul Jurnal : MENINGKATKAN DISPOSISI BERPIKIR KREATIF MATEMATIS
MELALUI  PENDEKATAN APOS.

Infinity Jurnal Ilmiah Program Studi Matematika STKIP Siliwangi Bandung, Vol 2, No.2, September 2013