Hubungan Nilai, Norma Dan Hukuman Dalam Adab Profesi

0
10


 A.    Pendahuluan
Pendidikan sanggup dipandang sebagai suatu proses pemberdayaan dan pembudayaan individu supaya bisa memenuhi kebutuhan perkembangan dan memenuhi tuntutan soaial, kultural, serta religius dalam lingkungan kehidupannya. Tak hanya proses dalam sebuah pembelajaran yang terpentig, tetapi semua induk yang meliputi dalam proses pendidikan itu sendiri.
Salah satu upaya yang sanggup dilakukan untuk memfalisitasi proses perkembangan individu yaitu dengan adanya sumber daya insan (SDM) dan juga proses menuju dunia pendidikan. Peran guru yang merupakan unsir yang berhadapan langung dengan siswa dalam proses pembelajaran secara yata.
Bukan hanya itu guru juga harus mengetahui dan mengimplementasikan terkait dengan nilai, norma dan hukuman ketika proses pembelajaran berlangsung. Karena dalam hal ini relasi mengenai nilai, norma dan hukuman yang tidak dalpat dipisahkan dalam membentuk abjad siswa.
B.     Pembahasan
1.    Konsep Dasar Nilai, Norma dan Sanksi
a.      NILAI
Nilai dalam bahasa Inggris; “value” biasa diartikan sebagai harga, penghargaan, atau taksiran. Nilai yaitu harga yang menempel pada sesuatu ata penghargaan terhadap sesuatu. Bambang Daroeso (1986) menjelaskan bahwa nilai merupakan suatu kualitas atau penghargaan terhadap sesuatu, yang sanggup menjadi dasar penentu tingkah laris seseorang. Dalam banyak sekali pandangan juga ilai sanggup dikelompokkan banyak sekali macam nilai yang berdasarkan Noto Negoro (2004) yaitu sebagai berikut;
1)     Nilai maerial
Nilai ini meliputi bebrbagai konsep perihal segala sesuatu yang berga agi jasmani manusia.
2)      Nilai Vital
Nilai ini meliputi ketntuan-ketentuan banyak sekali konsep yang berkaitan dengan kebutuhan kerohanian ibarat nilai kebenaran yang bersumber pada rasio atau logika pikiran, nilai keindahan yang berasal dari perasaan seseorang, nilai moral yang bersumber pada suatu kehendak, dan nilai agama yang bersumber dari kitab suci.
Fungsi dari nilai-nilai yang perlu dikembangkan olelh guru sebagai berikut :
1)  Nilai sanggup dijadikan sebagai standar yang berfungsi untuk membimbing individu dalam mengambil posisi tertentu.
2)    Sistem nilai yang dikembangkan perlu direncanakan, khususnya dalam memecahkan konflik dan pengambilan keputusan
3)    Fungsi motivasional dalam arti fungsi pribadi dari nilai ini merupakan upayah untuk mengarahkan tingkah laris individu dalam situasi sehari-hari
Nilai ini kuat terhadap bagaimana seseorang bertingkah laku, memeberi arah pada tingkah laris dan memberi pedoman untuk menentukan tingakh laris yang diinginkan. Oleh sebab itu tingkah laris sangat mencerminkan nilai-nilai yang dianut. Fungsi nila merupakan motivasi dari tingkah laku. Seberapa besar motivasi seseorang untuk mencapai apa yang diinginkannya. Salah satu fungsi dari nilai tersebut dalam memecahan konflik dan megamil keputusan, pada diri seesorang tergantung pada kekuatan dan dominasinya terhadap suatu aktivitas. Fungsi lain dari nilai ini yaitu membimbing individu dalam mengambil pososo tertentu dalam suatu topik sosial tertentu dan mengevaluasinya.
b.      NORMA
Norma yaitu petunjuk tingkah laris yang harus dilakukan dan dihentikan dilakukan dalam hidup sehari-hari, berdasarkan suatu alasan (motivasi) tertentu dengan disertai sanksi. Norm dalam bahasa inggris memepunyai arti “norm” yang artinya aturan. Kata ini sering dikena dengan istilah norma-norma atau kaidah, yang dipahami sebagai suatu nilai yang e=mengatur dan memperlihatkan pedoman atau patokan tertentu bagi seseorang atau masyarakat untuk bersikap, bertindak dan berperilaku sesuai dengan peraturan-peraturan yang telah disepakati bersama.
Dua macam norma yaitu perintah dan larangan. Perintah merupakan keharusan bagi seseorang untuk berbuat sesuai dengan norma, sedangakan larangan merupakan keharusan bagi seseorang untuk tidak berbuat sesuatu, sebab berakibat dipandang tidak baik atau melanggar norma.
Norma berfungsi untukmemberikan pedoman bagaimana insan haus hidup dan bertindak secara baik dan tepat, sekaligus menjadi dasar bagi penilaian mengenai baik buruknya sikap dan tindakan kita. Secara umum norma di bedakan menjadi 2 macam, yaitu norma khusus dan norma umum. Norma khusus yaitu aturan yang erlaku dalam bidang kegiatan atau kehidupan khusus, contohnya olahraga, aturan pendidikan, aturan disekolah, dan sebagainya. Sedangkan norma umum lebih bersifat umum dan hingga tingkat tertentu boleh dikatakan universal. Norma umum dibedakah menjadi 3, yaitu norma sopan sntun, norma aturan dan jnorma moral.
Keterkaitan dengan sistem persekolahan, norma merupakan landasan kuat untuk diterapkan baik dilingkungan siswa, guru, maupun masyarakat sekitar. Sekolah yaitu kawasan yang sempurna untuk menerakan norma dan kaedah, sebab di sekolah norma menjadi tolak ukur dalam keberhasilan pembelajaran, disamping sebagai indikator kelulusan siswa disekolah
c.       SANKSI
Istilah hukuman dikenal dengan ancaman/akibat yang diterima apabila norma tidak dilakukan. Dalam arti ini hukuman yaitu ancaman/akibat yang diterima apabila nilai, norma dan moral tidak dilakukan dengan baik.
2     HUBUNGAN NILAI, NORMA DAN SANKSI
Secara terminologi nilai, norma dan hukuman mempunyai relasi yagn erat, terutama dalam wacana pendidikan moral, pembentukan sikap-sikap, pembangunan tabiat bangsa dan sebagainya. Salam sistem pendidikan, nilai, norma dan hukuman merupakan bagaian yang tak terpisahkan dari sistem pembelajaran. Pada jenjang pandidikan dasar dan pendidikan menengah, mata pelajarna Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dipandang sebagai media pendidikan moral.
Norma, nilai dan moral di sekolah menjadi tanggung jawab semua guru, bukan saja guru pendidikan agama mamupun guru PKn akan tetapi semua guru bidang study bersinergi dalam sistem pembelajran. Selain dari itu penilaian keberhasilann dalam proses pembelajaran, guru memperhatikan nilai-nilai afektif unutk menunjang sikap siswa dalam proses pembelajaran.
Hubungan antara nilai, norma dan hukuman saling terkait. Norma berisikan ilai-nilai yang dikongkritkan menjadi suatu ketentuan yang disepakati. Apabila nilai-nilai yang disepakati dalam bentuk norma tersebut dilanggar akan diberi sanksi. Oleh sebab itu antara nilai, nrma, dan hukuman mempunyai keterkaitan yang sangat erat, saksi yang berlaku apabila melanggar norma, sedangkan norma tersebut berisi nilai-nilai kebaikan yang dijadikan standaart oleh masyarakat tertentu.

Daftar Pustaka
Badan PSDMPPMP. 2012. Pedoman Pelaksanaan Penilaian Kinerja Guru. (Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan).
Bahar, Herwina. 2016. Etika dan Profesi Pendidikan. (Jakarta: Katalog dalam Terbitan)
Musfah, Jejen. 2011. Peningkatan Kompetensi Guru: Melalui Pelatihan dan Sumber Belajar Teori dan Praktik. (Jakarta: Kencana). 
Tim Penyusun. 2010. Pedoman Pelaksanaan Penilaian Kinerja Guru. (Jakarta: Kementrian Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik Dan Tenaga Kependidikan). 
Judul : Hubungan Nilai, Norma Dan Sanksi Dalam Etika Profesi
Penulis : Arie Ludfianti Yulia Firdausi