Hambatan Dan Solusi Dalam Komunikasi Pembelajaran. Bab 2

0
8
(Lanjutan) Hambatan dan Solusi dalam Komunikasi Pembelajaran. 
9. Teknik Bertanya yang Buruk.
Guru yang tidak mempunyai kemampuan untuk bertanya, tidak akan sanggup menggali pemahaman penerima didik dengan baik, tidak sanggup mengetahui apa yang dirasakan oleh penerima didik. Oleh alasannya yaitu itu, penting sekali untuk menyebarkan teknik bertanya kepada penerima didik. Tipe pertanyaan yang diajukan perlu diubahsuaikan dengan modalitas berguru yang dimiliki oleh penerima didik.

10. Teknik Menjawab yang Buruk.
Guru yang baik yaitu guru yang bisa menjawab seluruh pertanyaan yang diajukan oleh penerima didik. Guru yang jelek yaitu guru yang membiarkan dan tidak memperdulikan setiap pertanyaan yang diajukan oleh penerima didik, serta guru yang menjawab pertanyaan yang diajukan oleh penerima didik dengan balasan yang tidak tepat. Selain itu, guru yang tidak memperlihatkan kesempatan bagi penerima didik untuk mengajukan dan menuntaskan pertanyaannya dengan baik. 

11. Tidak Jujur.
Karakter dasar guru mesti ditampilkan selama dan di luar pembelajaran berlangsung. Guru harus jujur, jangan berbohong. Akuilah jikalau guru memahami hal tertentu alasannya yaitu itu merupakan salah satu keterbatasan.

12. Tertutup.
Guru dihentikan mempunyai sifat tertutup atau introvert, alasannya yaitu dalam proses pembelajaran diharapkan keterlibatan yang mendalam antara guru dengan penerima didik. Guru harus mempunyai keterampilan kerjasama, keterbukaan, kehangatan, dan keterlibatan.

13. Destruktif.
Sifat destruktif merupakan salah satu faktor penghambat berlangsungnya komunikasi yang efektif antara guru dengan beserta didik. Guru harus mempunyai kemampuan untuk mencegah sifat destruktif sedini mungkin, jikalau perilaku destruktif tersebut muncul dari penerima didik.

14. Kurang Dewasa.
Guru perlu menyadari sikapnya dalam proses pembelajaran sesuai dengan jenjang pendidikan penerima didik. Jika guru mengajar di TK, maka ia perlu untuk memahami dan berkomunikasi dengan gaya bahasa yang memudahkan penerima didik seusia anak Taman Kanak-kanak memahami, begitupun juga untuk jenjang pendidikan lainnya.

15. Kurang Respek.
Guru terkadang kurang menghormati penerima didik. Untuk itu, guru perlu berguru memahami penerima didik dengan baik. Bahwa penerima didik yaitu insan yang perlu diakui potensi dan kemampuannya.

16. Kurang Menguasai Materi.
Guru wajib menguasai bahan pembelajaran yang akan diberikannya kepada penerima didik, yang didukung oleh teori- teori yang relevan dan pendalaman bahan menurut pengamatan dan pengalaman yang dimiliki oleh guru.

17. Kurang Persiapan.
Salah satu kewajiban guru yaitu menciptakan perencanaan pembelajaran. Bagaimana mungkin pembelajaran sanggup optimal dilakukan jikalau guru tidak mempunyai persiapan yang memadai dengan baik. Oleh alasannya yaitu itu, pastikan bahwa guru telah merencanakan pembelajaran dengan baik, sehingga ia siap untuk melakukan proses mengajar dengan optimal.

18. Kebiasaan sebagai Pembicara dan Pendengar.
Guru yang baik yaitu guru yang selalu terus menerus mengupayakan perbaikan terhadap dirinya maupun kemampuan yang dimilikinya secara terus menerus. Oleh alasannya yaitu itu, maka guru perlu berguru menjadi pembicara yang baik dan pendengar yang baik bagi penerima didik.

Judul Buku : Manajemen Kelas
Penulis : Euis Karwati dan Donni Juni Priansa 

Halaman : 120 – 122