Hak Dan Kewajiban Bagi Seorang Guru Profesional

0
10


BAB I
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Guru mempunyai banyak tugas, baik yang terkait oleh dinas maupun di luar dinas, dalam entuk pengabdian. Apabila kita mengelompokkan terdapat tiga jenis kiprah guru, yaitu kiprah dalam bidang profesi, kiprah kemanusiaan, dan kiprah dalam bidang kemasyarakatan.
Tugas guru sebagai profesi meliputi mendidik, mengajar, dan melatih. Mendidik berarti merumuskan dan mengemangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Melatih berarti berbagi keterampilan-keterampilan siswa. Tugas guru dalam bidang kemanusiaan di sekolah harus sanggup mengakibatkan dirinya sebagai orang bau tanah kedua. Ia harus bisa menarik simpati sehingga ia akan menjadi idola para siswa nya. Pelajaran apapun yang diberikan, hendaknya sanggup menjadi motivasi berguru bagi siswanya. Masyarakat menempatkan guru pada tempat yang lebih terhormat di lingkungannya alasannya yakni dari seorang guru, didepan menawarkan teladan, di tengah membangun, dan di belakang menawarkan dorongan.. artinya guru berkewajiban mencerdaskan bangsa menuju pembentukan insan Indonesia seutuhnya yang berdasarkan pada pancasila.

BAB II
PEMBAHASAN
HAK DAN KEWAJIBAN SEORANG GURU
Kewajiban merupakan segala sesuatu yang harus di laksanakan, sedangkan hak merupakan dampak dari sesuatu yang telah di laksanakan. Sebagai sebuah profesi, guru mempunyai hak dan kewajiban yang di atur dalam undangt-undang. Berikut akan di uraikan kewajiban dan hak guru berdasarkan undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 wacana guru dan dosen dan perarturan pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 wacana guru.
1. KEWAJIBAN GURU
Kewajiban guru yakni melayani pendidikan khususnya di sekolah, melalui aktivitas mengajar, mendidik dan melatih, untuk mencerdaskan kehidupan bangsa , menyiapkan generasi bangsa kita biar bisa hidup di dunia yang sedang menunggui mereka.
Menurut UUGD No. 14 Tahun 2005, kewajiban guru sebagai berikut :
a. Memiliki kualifikasi akademik yang berlaku (S-1 atau D-IV)
b. Memiliki kompetensi pedagogik, yang meliputi :

  • Pemahaman wawasan atau landasan kependidikan 
  • Pemahaman tehadap siswa
  • Pengembangan kurikulum atau silabus
  • Perencangan pembelajaran
  • Pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis
  • Pemanfaatan teknologi pembelajaran
  • Evaluasi hasil belajar
  • Pengembangan siswa untuk mengaktualisasikan banyak sekali potensi yang di milikinya

c. Memiliki kompetensi kepribaian, yang meliputi :

  • Beriman dan bertaqwa
  • Berakhlaq mulia
  • Arif dan bijaksana
  • Demokratis, mantap, berwibawa, adil, jujur dan sportif
  • Menjadi referensi bagi siswa dan masyarakat
  • Secara objektif mengevaluasi kinerja sendiri
  • Mengembangkan diri secara sanggup berdiri diatas kaki sendiri dan berkelanjutan

d. Memiliki kompetensi sosial, yang meliputi :

  • Berkomunikasi lisan, tulis, dan atau isyaratsecara santun
  • Menggunakan teknologi komunikasi dan isu secara fungsional
  • Bergaul secara efektif dengan siswa, sesama pendidik, tenaga kependidikan, pimpinan satuan pendidikan, orang bau tanah atau wali siswa
  • Bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar dengan mengindahkan norma serta sistem nilai yang berlaku
  • Menerapkan prinsip persaudaraan sejati dan semangat kebersamaan

e. Memiliki kompetensi fungsional, yang meliputi :

  • Mampu menguasai bahan pelajaran secara luas dan mendalam sesuai dengan standar isi jadwal satuan pendidikan, mata pelajaran, dan kelompok mata pelajaran yang akan di ampu
  • Mampu menguasai konsep dan metode disiplin keilmuan, teknologi dan seni yang relavan, yang secara konseptual menaungi jadwal satuan pendidikan

f. Memiliki akta pendidik
g. sehat jasmani dan rohani, serta mempunyai kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional
h. Melaporkan pelanggaran terhadap peraturan satuan pendidikan yang di lakukan oleh siswa kepada pimpinan satuan pendidikan
i. Menaati peraturan yang di menetapkan oleh satuan pendidikan, penyelenggaraan pendidikan, pemerintah daerah, dan pemerintahan
j. Melaksanakan pembelajaran yang meliputi keiatan pook :

  • Merencanakan pembelajaran
  • Melaksanakan pembelajaran
  • Menilai hasil pembelajaran
  • Membimbing dan melatih siswa
  • Melaksanakan kiprah pemanis yang menempel pada pelakasanaan aktivitas pokok
  • Melaksanakan kiprah pemanis yang menempel pada pelaksanaan aktivitas pokok[1]

 2. HAK GURU
Dalam melaksanakan keprfesionalan, guru berhak :
a. Memperoleh penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum dan jaminan kesejahteraan sosial
b. Mendapatkan penghargaan sesuai dengan kiprah dan perstasi kerja
c. Memperoleh sumbangan dalam melaksanakan kiprah dan hak atas kekayaan intelektual
d. Memperoleh esempatan untuk meningkatkan kompetensi
e. Memperoleh dan memanfaatkan sarana dan prasarana pembelajaran untuk menunjang kelancaran kiprah keprofesioanalan
f. Memiliki kebebasan dalam menawarkan penilaian dan ikut memilih kelulusan, penghargaan, kode etik guru dan [eraturan perndang-undangan
g. Memperoleh rasa kondusif dan jaminan keselamatan dalam melaksanakan tugas
h. Memiliki kebebasan untuk berserikat dalam organisasi profesi
i. Memiliki kesempatan untuk berperan dalam penetntuan kebijakan pendidikan
j. Memperoleh kesempatan untuk berbagi dan meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi
k. Memperoleh training dan pengembangan profesi dalam bidang nya[2]
 
BAB III
PENTUP
SIMPULAN
Kewajiban guru yakni melayani pendidikan khususnya di sekolah, melalui aktivitas mengajar, mendidik, dan melatih untuk menceerdaskan kehidupan bangsa, menyiapkan generasi bangsa biar kita bisa hidup di dunia yang sudah menunggu mereka. Agar tujuan itu sanggup di capai maka di syaratkan : jumlah guru nya memadai dengan jumlah sekolah yang hars di layani, jens guru yang di sediakan sesuai dengan kompetensi guru yang di butuhkan dan proporsional dengan jumlah kompetensi guru tersebut.
Sedangkan, hak guru yakni hak untuk memperoleh gaji, hak untuk perkembangan karir, hak untuk memperoleh sumbangan hukum, baik dalam melaksanakan kiprah maupun dalam memperoleh hak-hak mereka.
 DAFTAR PUSTAKA
Novan Ardy Wiyani, M.Pd.I, Etika Profesi keguruan (Yogyakarta : Penerbit Gava Media, 2015)
 Dr. Ali mudlofir, M.Ag, Pendidik profesional (jakarta : PT raja Grafindo, 2012).
Jamil Suprihatiningrum, M.Pd. Si, Guru Profesional (Yogyakarta : Ar-Ruzz Media, 2013)
Prof. Dr. H. Hamzah B. Uno, M.Pd, Profesi Kependidikan (Jakarta : PT Bumi Aksara, 2010)
Asrorun Ni’am sholeh, Membangun Profesionalitas Guru (Jakarta : eLSAS Jakarta, 2006)
Prof. Pupuh Fathurrohman, Dr. Aa Suryana, MM, Guru Profesional (Bandung : PT Refika Aditama, 2012)


[1] Novan Ardy Wiyani, M.Pd.I, Etika Profesi keguruan (Yogyakarta : Penerbit Gava Media, 2015), hlm. 33-34

[2] Dr. Ali mudlofir, M.Ag, Pendidik profesional (jakarta : PT raja Grafindo, 2012). hlm. 112-113