Faktor-Faktor Yang Menghipnotis Motivasi

0
12
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Motivasi. – Seperti dijelaskan diatas, seseorang mencar ilmu atau bekerja alasannya yakni adanya motivasi tertentu baik motivasi dari dalam maupun luar. Motivasi itu ada kalanya mendorong insan secara individual, tetapi terkadang kelompok (team work) dalam mencar ilmu atau bekerja. Terdapat beberapa faktor yang sanggup mempengaruhi motivasi manusi dalam berbuat, yaitu : 
Pertama, tujuan yang terang akan membantu seseorang dalam mencar ilmu ataupun bekerja. Seseorang dalam mencar ilmu ataupun bekerja. Seseorang yang tidak tahu apa tujuan mencar ilmu tidak akan bersemangat dan rajin alasannya yakni ia tidak tahu apa yang dicari dan akan dicapainya. Karena itu, sebelum seseorang mencar ilmu atau bekerja hendaklah terlebih dahulu tetapkan tujuan dan tujuan ini biasanya dikaitkan pula dengan kebutuhkan-kebutuhan. Disamping tujuan, visi dan misi juga sanggup mempengaruhi motivasi terutama untuk kelompok (teamwork) yang menjadi pijakan mereka dalam melaksanakan kiprah dan pekerjaanya,
Kedua, tantangan. Manusia dikaruniai prosedur pertahanan diri yang disebut “fight atau flight syndrome”. Ketika dihadapkan pada suatu tantangan, secara naluri insan akan melaksanakan suatu tindakan untuk menghadapi tantangan tersebut (fight) atau menghindar (flight). Dalam banyak kasus tantangan yang ada merupakan suatu rangsangan untuk mencaoai kesuksesan. Dengan kata lain tantangan tersebut justru merupakan motivator. Namun demikian, tidak semua pekerjaan selalu menghadirkan tantangan. Seorang individu atau sebuah team tidak selamanya akan menghadapi suatu tantangan. Karena itu tantangan perlu dibentuk dan diadakan untuk menunjukkan motivasi. Tantangan ini, sebagaimana motivasi bisa berasal dari luar sanggup pula dari dalam. Seseorang yang tidak termotivasi untuk mencar ilmu sanggup menjadikan temannya sebagai tantangan (rival/saingan) dalam rangka untuk mendapat nilai tertinggi, misalnya.
Secara internal, tantangan sanggup berupa kesulitan dalam pekerjaan tertentu. Suatu materi ilmu pengetahuan yang sulit sanggup menantang seseorang untuk terus mempelajari dan menggelutinya, alasannya yakni didalamnya ia mendapat kepuasan untuk itu. Hanya saja, kesulitannya itu dihentikan berlebihan. Jika terlalu sulit dan dianggap sebagai hal yang tidak mungkin dilaksanakan, maka seseorang atau team bisa saja mengalah sebelum mulai mengerjakannya. Sebaliknya, kalau terlalu gampang maka seseorang atau team juga akan malas untuk mengerjakannya alasannya yakni dianggap tidak akan mengakibatkan kebanggan baik orang yang melakukannya.
Ketiga, tanggung jawab. Secara umum, setiap orang akan terstimulasi saat diberi suatu tanggung jawab. Tanggung jawab mengimplikasikan adanya suatu otoritas untuk membuat perubahan atau mengambil suatu keputusan. Seseorang atau team yang diberi tanggung jawab dan otoritas yang proposional cenderung akan mempunyai motivasi kerja yang tinggi. Dengan kata lain, tanggung jawab sanggup mendorong seseorang untuk mencar ilmu atau bekerja. Dalam belajar, tanggung jawab berupa keharusan mengikuti pelajaran/kuliah di kelas, mengikuti dan lulus ujian, menuntaskan sekolah/kuliah dalam waktu tertentu, dan sebagainya. Kelompok (team work) yang diberi tanggung jawab menuntaskan kiprah pemecahan duduk kasus (problem solving) yang sedang mereka hadapi atau yang dihadapi suatu perusahaan atau sekelompok masyarakat tertentu, akan melaksanakannya dengan penuh semangat saat tanggunga jawab itu dinilai sanggup menunjukkan perubahan yang berarti.
Keempat, kesempatan untuk maju. Setiap orang akan melaksanakan banyak cara untuk sanggup berbagi diri. Memperlajari konsep dan keterampilan baru, serta melangkah menuju kehidupan yang lebih baik. Jika seseorang merasa sanggup melaksanakan hal-hal tersebut, maka akan tercipta motivasi dan janji yang tinggi. Hal ini penting mengingat bahwa perkembangan eksklusif menunjukkan nilai tambah bagi individu dalam meningkatkan harga diri. Jika seseorang dengan mencar ilmu atau bekerja merasa sanggup berbagi diri, mempelajari konsep dan keterampilan baru, serta melangkah menuju kehidupan yang lebih baik, maka ia akan bersemangat dalam melakukannya.
Kelima, kepemimpinan baik dalam pengertian kepemimpinan bagi diri sendiri maupun Kepemimpinan untuk orang lain. Kepemimpinan (leadership) bagi diri sendiri maksudnya kemampuan seseorang untuk mengarahkan dirinya ke jalan yang benar, pada kehidupan yang lebih baik, lebih maju, lebih disiplin, dan sebagainya. Kepemimpinan untuk orang lain berkenan dengan kemampuan seseorang  untuk mengarahkan dan membawa orang lain pada kehidupan yang lebih baik, lebih maju, lebih disiplin, dan sebagainya. Tidak dipungkiri bahwa kepemimpinan merupakan faktor yang berperan penting dalam mendapat janji dari orang-orang yang dipimpin. Seorang pemimpin berperan dalam membuat kondisi yang aman bagi kelompok untuk bekerja dengan hening dan harmonis. Seorang pemimpin yang baik juga sanggup memahami faktor-faktor yang sanggup mengakibatkan motiasi menyerupai yang di sebutkan diatas.