Faktor-Faktor Perubahan Sosial Dan Kebudayaan Secara Umum

0
12


selamat pagi sahabat lirik lagu armada BUKAN DEWA | video armada BUKAN DEWA . pagi ini postingan admin diawali dengan faktor-faktor perubahan sosial dan kebudayaan secara umum . eksklusif simak yuk

 pagi ini postingan admin diawali dengan  faktor-faktor perubahan sosial dan kebudayaan secara umum
faktor-faktor perubahan sosial dan kebudayaan secara umum

faktor-faktor penyenyebab perubahan sosial dan kebudayaan secara umum ada yang terletak di dalam masyarakat itu sendiri dan ada yang terletak di luar masyarakat
a. faktor perubahan dari dalam
faktor-faktor perubahan dari dalam berarti bersumber dari dalam masyarakat itu sendiri antara lain disebabkan :
1. bertambah atau berkurangnya penduduk
dengan bertambahnya penduduk secara cepat menimbulkan terjadinya perubahan struktur masyarakat khusunya yang menyangkut forum kemasyarakatan.
pola : sewa tanah, gadai tanah, bagi hasil
berkurangnya penduduk contohnya lantaran urbanisasi dan transmigrasi mengakibatkan kekosongan dalam pembagian kerja, startifikasi sosial dan alhasil mempengaruhi forum kemasyarakatan
2. kontradiksi konflik dalam masyarakat
di dalam masyarakat adakala terjadi kontradiksi paham. generasi bau tanah biasanya ingin mempertahankan adat. sedangkan generasi muda ingin merubah adat.
pola : di minangkabau berlaku susila matrilineal ( garis ibu ) susila matrilineal antara lain menentukan, bahwa harta seorang ayah tidak diwariskan kepada anaknya. melainkan kepada kemenakannya. kepada anak saudara perumpan ayah. jelasnya kepada adik wanita ayah atau anak abang wanita ayah. berdasarkan susila matrilineal, B tidak mewariskan hartanya kepada E, melainkan kepada D dan F. kini di minangkabau telah banyak orang yang melanggar susila semacam itu. lantaran efek generasi muda, orang-orang mewariskan hartanya kepada anaknya. hal itu merupakan pelanggaran terhadap norma-norma adat, dan menimbulkan kontradiksi antara generasi bau tanah dengan generasi muda. lantaran jumlah generasi bau tanah makin berkurang, alhasil generasi muda lah yang menang.
3. revolusi
revolusi pada tanggal 17 agustus 1945 mengubah kehidupan masyarakat indonesia. di alam kemerdekaan, masyarakat menyadari hak dan kewajibannya. norma-norma yang berbau kolonial dirombak diganti dengan norma-norma yang berbau demokratis.
pola :
pada zaman penjajahan belanda, rakyat dikalangan masyarakat jawa memanggil para pejabat pemerintah dengan panggilan “ ndoro “ ( bendara ) dan pada masa kini bapak
4. pembudayaan ( inkulturasi )
pembudayaan ( inkulturasi ) , yaitu proses mempelajari dan menyamakan alam pikiran dan perilaku insan dengan susila , sistem norma, peraturan yang berlaku atau hidup dalam kebudayaan lingkungannya.
5. penemuan-penemuan baru
suatu proses sosial dan kebudayaan yang besar, tetapi terjadi dalam waktu yang tidak terlalu usang yaitu penemuan ( innovation ) . proses tersebut mencakup suatu penemuan gres di masyarakat. penemuan gres sebagai lantaran terjadinya perubahan-perubahan, sanggup dibedakan dalam masyarakat pengertian-pengertian discoveri dan invention. discoveri yaitu penemuan dari suatu unsur kebudayaan baru, baik yang berupa alat baru, ataupun suatu ilham baru, yang diciptakan oleh seorang individu atau suatu rangkaian dari individu-individu dalam masyarakat yang bersangkutan. discoveri tadi gres menjadi invention bila masyarakat sudah mengakui, mendapatkan serta menerapkan penemuan gres itu.
b. faktor perubahan dari luar 
perubahan sosial dan kebudayaan yang bersumber dari luar masyarakat antara lain : 
1. faktor tragedi alam
musibah sanggup diakibatkan banjir, tanah longsor, taufan, gempa bumi, gunung meletus, dan lain-lain
akhir musibah tersebut rumah, lingkungan dan areal pertanian rusak dan penduduk mengungsi pindah ke tempat lain.
2. peperangan
peperangan antarbangsa/negara sanggup mengakibatkan perubahan-perubahan negara yang menang akan memaksakan kepada negara yang kalah untuk mendapatkan kebudayaan yang bersumber dari negara yang menang.
3. akulturasi ( aculturation )
akulturasi ( aculturation ), yaitu pertemuan antara dua kebudayaan dari bangsa yang berbeda sehingga satu sama lain saling mempengaruhi
4. difusi ( diffusion )
difusi ( diffusion ) , yaitu penyebaran suatu unsur kebudayaan dari satu masyarakat ke masyarakat yang lain.
penyebaran kebudayaan dari satu masyarakat kepada masyarakat yang lain disebut difusi intermasyarakat atau difusi antarmasyarakat ( inter siciety diffusion ) . apabila difusi hanya terjadi antar kelompok masih dalam lingkungan masyarakat yang sama disebut intramasyarakat.
berdasarkan prof. Dr. soerjono soekanto, difusi intramasyarakat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain :
a. adanya akreditasi bahwa unsur yang gres tersebut memiliki faedah di masyarakat
b. suatu unsur gres yang berlawanan dengan fungsi unsur lama, kemungkinan besar tidak akan diterima
c. kedudukan dan peranan sosial dari individu yang menemukan sesuatu yang gres mempengaruhi apakah hasil penemuannya itu dengan gampang diterima atau ditolak
d. ada tidaknya unsur-unsur kebudayaan yang mempengaruhi diterimanya atau tidak diterimanya unsur-unsur gres di masyarakat.
e. pemerintah sanggup membatasi proses difusion yang berlangsung
difusi intermasyarakat atau antar masyarakat berdasarkan prof. Dr. soerjono soekanto dipengaruhi oleh beberapa faktor pula, antara lain :
a. akreditasi akan kegunaan penemuan gres tersebut .
b. ada tidaknya unsur-unsur kebudayaan yang menyaingi unsur-unsur penemuan gres tersebut.
c. peranan masyarakat yang berbagi penemuan gres tersebut
d. paksaan sanggup juga dipergunakan untuk mendapatkan suatu penemuan baru
e. adanya kontak antara masyarakat satu dengan masyarakat lainnya.
f. kemampuan untuk mendemonstrasikan faedah penemuan gres tersebut
diantara dua macam disfusi kebudayaan tersebut diatas, yang penting ialah difusi intermasyarakat .
ada empat hal yang mengakibatkan terjadinya proses difusi intermasyarakat.
a. migrasi / perpindahan
sekelompok insan yang melakukan membawa unsur-unsur kebudayaan. kemudian unsur-unsur kebudayaan itu disebarkan di kalangan masyarakat yang didatangi. proses difusi kebudayaan semacam ini sering terjadi pada zaman prasejarah. terutama dilaksanakan oleh kelompok masyarakat pemburu. untuk mencari hewan buruan, maka kelompok masyarakat pemburu sering berpindah-pindah . setiap ke tempat baru, mereka berbagi kebudayaannya.
b. dilaksanakan oleh orang-orang tertentu
orang-orang tertentu, terutama pedagang, pelaut dan pendeta, sering merantau ke tempat jauh. sambil melakukan pekerjaan pokoknya para pedagang dan pelaut berbagi agamanya ke negara-negara yang didatangi. pola : para pedagang persia, gujarat, dan arab, sambil berbagi agama islam. sedangkan para pendeta sengaja merantau untuk penyebaran agama. pola : para misionaris berbagi agama kristen di pedalaman irian jaya. penyebaran unsur-unsur kebudayaan tersebut berlangsung secara damai, tanpa paksaan. penyebaran unsur kebudayaan secara damai, disebut penetration pasifique. sebaliknya bila masuknya unsur kebudayaan aneh itu dengan cara kekerasan contohnya peperangan disebut penetratiom violente.
c. simbolik
difusi kebudayaan secara simbiotik terjadi antara dua kelompok masyarakat yang memiliki mata pencaharian berbeda. kemudian kelompok masyarakat itu saling menukar ( barter) barang-barang hasil produksinya. sedangkan kebudayaan kedua kelompok masyarakat itu masing-masing tidak berubah.  contoh : kelompok masyarakat kongo di afrika hidup dari pertanian. tetangga mereka yakni kelompok masyarakat pygmea , hidup dari berburu. masyarakat kongo sering menukarkan hasil pertaniannya dengan hasil perburuan kelompok pygmea.
d. dengan jalan penaklukan dan penjajahan
saat imperialisme barat berkembang, imperialisme berusaha menaklukan daerah-daerah asia, afrika, dan amerika latin. tempat –daerah yang sanggup ditaklukan dijadikan tempat jajahan . sehabis berhasil menjajah, kemudian imperialisme berbagi agamanya di kalangan masyarakat yang dijajah.
pada zaman dahulu, proses difusi kebudayaan berlangsung agak lambat. lantaran alat komunikasi belum berkembang. interaksi ( hubungan ) antara insan di dunia hanya terjadi dengan cara kontak langsung. terjadinya kontak eksklusif itu hanya memakai alat-alat komunikasi sedehana. contohnya kapal layar, kuda, bahkan hanya berjalan kaki.
kini ini teknik komunikasi berkembang pesat, lantaran majunya alat transportasi yaite dengan kapal bermesin, pesawat terbang, kendaraan beroda empat dan kereta api. oleh lantaran itu, hubungan antarmanusia sanggup berlangsung lebih baik. dengan demikian, suatu penemuan gres lebih cepat tersebar. dengan kata lain, terjadinya proses difusi kebudayaan lebih cepat
pada zaman modern itu proses difusi kebudayaan juga sanggup terjadi tanpa adanya kontak eksklusif antara insan atau antaramasyarakat. lantaran teknik komunikasi berkembang lebih pesat lagi . komunikasi tidak hanya dilakukan dengan alat-alat transportasi , tetapi juga melalui media cetak dan media elektronika. media cetak antara lain surat kabar, majalah, brosur dan buku. sedangkan media elektronik antara lain radio, televisi, film dan satelit komunikasi
itulah faktor-faktor perubahan sosial dan kebudayaan secara umum, biar bermanfaat sekaligus menambah pengetahuan anda 🙂
tag : faktor-faktor perubahan sosial dan kebudayaan secara umum, faktor-faktor perubahan sosial dan kebudayaan secara umum, faktor-faktor perubahan sosial dan kebudayaan secara umum, faktor-faktor perubahan sosial dan kebudayaan secara umum, faktor-faktor perubahan sosial dan kebudayaan secara umum, faktor-faktor perubahan sosial dan kebudayaan secara umum, faktor-faktor perubahan sosial dan kebudayaan secara umum, faktor-faktor perubahan sosial dan kebudayaan secara umum, faktor-faktor perubahan sosial dan kebudayaan secara umum, faktor-faktor perubahan sosial dan kebudayaan secara umum, faktor-faktor perubahan sosial dan kebudayaan secara umum, faktor-faktor perubahan sosial dan kebudayaan secara umum, faktor-faktor perubahan sosial dan kebudayaan secara umum, faktor-faktor perubahan sosial dan kebudayaan secara umum, faktor-faktor perubahan sosial dan kebudayaan secara umum, faktor-faktor perubahan sosial dan kebudayaan secara umum, faktor-faktor perubahan sosial dan kebudayaan secara umum, faktor-faktor perubahan sosial dan kebudayaan secara umum, faktor-faktor perubahan sosial dan kebudayaan secara umum, faktor-faktor perubahan sosial dan kebudayaan secara umum, faktor-faktor perubahan sosial dan kebudayaan secara umum, faktor-faktor perubahan sosial dan kebudayaan secara umum, faktor-faktor perubahan sosial dan kebudayaan secara umum, faktor-faktor perubahan sosial dan kebudayaan secara umum, faktor-faktor perubahan sosial dan kebudayaan secara umum, faktor-faktor perubahan sosial dan kebudayaan secara umum, faktor-faktor perubahan sosial dan kebudayaan secara umum, faktor-faktor perubahan sosial dan kebudayaan secara umum, faktor-faktor perubahan sosial dan kebudayaan secara umum, faktor-faktor perubahan sosial dan kebudayaan secara umum, faktor-faktor perubahan sosial dan kebudayaan secara umum, faktor-faktor perubahan sosial dan kebudayaan secara umum, faktor-faktor perubahan sosial dan kebudayaan secara umum, faktor-faktor perubahan sosial dan kebudayaan secara umum, faktor-faktor perubahan sosial dan kebudayaan secara umum, faktor-faktor perubahan sosial dan kebudayaan secara umum, faktor-faktor perubahan sosial dan kebudayaan secara umum, faktor-faktor perubahan sosial dan kebudayaan secara umum, faktor-faktor perubahan sosial dan kebudayaan secara umum, faktor-faktor perubahan sosial dan kebudayaan secara umum, faktor-faktor perubahan sosial dan kebudayaan secara umum, faktor-faktor perubahan sosial dan kebudayaan secara umum, faktor-faktor perubahan sosial dan kebudayaan secara umum, faktor-faktor perubahan sosial dan kebudayaan secara umum, faktor-faktor perubahan sosial dan kebudayaan secara umum