Dua Hal Yang Sanggup Menciptakan Kita Bersyukur

0
11

Pertama :
Kita sering memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan, bukan pada apa yang kita miliki.

Katakanlah anda telah mempunyai sebuah rumah, kendaraan, pekerjaan tetap, dan pasangan yang terbaik. Tapi anda masih merasa kurang. Pikiran anda dipenuhi sasaran dan keinginan.

Anda sering begitu terobsesi oleh rumah yang besar dan indah, kendaraan beroda empat mewah, serta pekerjaan yang mendatangkan lebih banyak uang.

Kita ingin ini dan itu. Bila tak mendapatkannya kita terus memikirkannya. Tapi anehnya, walaupun sudah mendapatkannya, kita seolah hanya menikmati kesenangan sesaat.

Kita tetap tak puas, kita ingin yang lebih lagi. Jadi, betapa pun banyak yang kita miliki, kita tak pernah menjadi “KAYA” dalam arti yang sesungguhnya.

Mari kita luruskan pengertian kita mengenai orang ”kaya”.

Orang yang ”kaya” bukanlah orang yang mempunyai banyak hal, tetapi orang yang sanggup menikmati apapun yang mereka miliki.

Tentunya masuk akal saja kita mempunyai keinginan, tapi kita perlu menyadari bahwa inilah akar perasaan tak tenteram.

Kita sanggup mengubah perasaan ini dengan berfokus pada apa yg sudah kita miliki. Cobalah lihat keadaan di sekeliling Anda, pikirkan yang Anda miliki, dan syukurilah. Anda akan mencicipi nikmatnya hidup.

Pusatkanlah perhatian Anda pada sifat-sifat baik atasan, pasangan, dan orang-orang di sekitar Anda. Mereka akan menjadi lebih menyenangkan.

Seorang pengarang pernah mengatakan, ”Menikahlah dengan orang yang Anda cintai, sehabis itu cintailah orang yang Anda nikahi.” Ini perwujudan rasa syukur.

Hal kedua yang sering menciptakan kita tak bersyukur yaitu :

Kecenderungan membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Kita sering merasa orang lain lebih beruntung.

Kemanapun kita pergi, selalu ada orang yang lebih pandai, lebih tampan, lebih cantik, lebih percaya diri, dan lebih kaya dari kita.

Hidup akan lebih senang jikalau kita sanggup menikmati apa yang kita miliki. Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi.

Ada sebuah dongeng mengenai seorang ibu yang sedang terapung di maritim alasannya kapalnya karam, namun tetap berbahagia. Ketika ditanya kenapa demikian, dia menjawab, ”Saya mempunyai dua anak laki-laki. Yang pertama sudah meninggal, yang kedua hidup di tanah seberang.”

“Kalau berhasil selamat, aku sangat senang alasannya sanggup berjumpa dengan anak kedua saya. Tetapi kalaupun mati tenggelam, aku juga akan berbahagia alasannya aku akan berjumpa dengan anak pertama aku di surga.”

Bersyukurlah

Bersyukurlah apabila kau tidak tahu sesuatu …
Karena itu memberimu kesempatan untuk berguru …

Bersyukurlah untuk masa-masa sulit …
Di masa itulah kau tumbuh …

Bersyukurlah untuk keterbatasanmu …
Karena itu memberimu kesempatan untuk berkembang …

Bersyukurlah untuk setiap tantangan gres …
Karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu …

Bersyukurlah untuk kesalahan yang kau buat …
Itu akan mengajarkan pelajaran yang berharga …

Bersyukurlah bila kau lelah dan letih …
Karena itu kau telah menciptakan suatu perbedaan …

Mungkin gampang untuk kita bersyukur akan hal-hal yang baik …
Hidup yang berkelimpahan tiba pada mereka yang juga bersyukur akan masa surut …

Rasa syukur sanggup mengubah hal yang negatif menjadi faktual …
Temukan cara bersyukur akan masalah-masalahmu dan semua itu akan menjadi berkah bagimu.


courtesy : anehdidunia